Friday, January 28, 2011

Musibah Kebakaran Merenggut Nyawa

BANJARMASIN Ä Ä© Sungguh malang yang dialami M Ilham alias Ilham,
bocah berusia tujuh tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar
(SD), meninggal dunia dengan tragis pada insiden kebakaran yang
terjadi Kamis (27/1) malam.
Á ÁTubuh bocah laki©laki yang merupakan anak dari pasangan suami
istri Tambrin dan Diana, menderita luka bakar dari kepala hingga
kaki, dan akibatnya korban meninggal dunia.
Á ÁKetika berada di kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin, jasad
korban diletakkan di atas tempat mayat, dan tubuhnya masih
dibungkus dengan tilam.
Á ÁJasadnya lama terdiam di kamar mayat itu, sementara anggota
barisan pemadam kebakaran (BPK) dan anggota tim SAR gabungan yang
membawa terus menanti koordinasi pihak keluarga dengan pihak rumah
sakit, karena rencananya jasad tersebut akan dilakukan autopsi.
Á ÁKeberadaan jasad korban yang diketahui meninggal dunia pada
peristiwa kebakaran, seakan membuat semua yang berada di sekitar
kamar mayat saat itu penasaran, dan ingin melihat bagaimana
kondisinya.
Á ÁSelain itu semua juga merasa miris dengan apa yang telah
menimpa korban bocah berusia tujuh tahun yang lagi lucu©lucunya
itu.
Á ÁSaking penasarannya, puluhan anggota tim SAR dan anggota BPK
terus berkerumun di depan tubuh korban yang telah tak bernyawa
lagi, meskipun listrik sedang padam, dan membuat ruang kamar mayat
menjadi gelap.
Á ÁSetelah anggota dari Polresta Banjarmasin tiba dan tengah
mendapat persetujuan, kemudian tilam yang menutup jasad korban
dibuka untuk memastikan luka yang diderita korban.
Á ÁBeberapa orang yang menyaksikan atau melihat kondisi tubuh
korban langsung keluar sambil bergidik dan mengucapkan kalimat
menyebut asma Allah.
Á ÁSuasana gelap di rumah sakit saat itu tidak berpengaruh kepada
warga yang ingin melihat kondisi korban, dan setelah melihat dengan
jelas keadaan tubuh korban, ruang kamar mayat mulai sepi, karena
rasa penasaran sudah terobati.
Á ÁMenurut salah seorang anggota polisi kalau sebagian tubuh
korban sudah terlihat menghitam, dan tubuh korban sepertinya sudah
lengket dengan tilam.
Á ÁPuluhan anggota tim SAR dan anggota BPK masih menunggu di luar
kamar mayat untuk membawa kembali jasad korban ke rumah duka,
karena sekian lama menunggu kabarnya pihak medis tidak mau
melakukan visum dengan alasan yang tak jelas.
Á ÁPeristiwa tragis menimpa bocah cilik ketika terjadi kebakaran
di kawasan Jl Kelayan B RT 17 Gang Pembangunan, Kecamatan
Banjarmasin Selatan.
Á ÁPada musibah kebakaran itu selain menewaskan korban juga
menghanguskan lima buah rumah milik warga, salah satunya rumah yangÔ h) 0*0*0*° ° Ô ditempati korban bersama orangtuanya.
Á ÁInformasi didapat, diperkirakan saat terjadi kebakaran korban
sedang tertidur, dan api yang sudah cukup besar tiba©tiba muncul
membuat orangtua korban panik.
Á ÁNamun, menurut salah seorang warga saat itu korban tengah
bersama neneknya, ketika terjadi kebakaran korban sempat dibantu
sang nenek untuk keluar. Tapi entah mengapa korban balik lagi dan
api sudah semakin membesar.
Á ÁKorban sendiri waktu ditemukan dalam kondisi telungkup tak
bernyawa lagi dengan tubuh menderita luka bakar, dan tangan
tertindih tubuhnya.
Á ÁYang membuat kesusahan pihak BPK menuju lokasi, karena jalan
menuju kobaran api sangat sempit dan mobil tidak bisa masuk menuju
lokasi kebakaran.
Á ÁApi yang diperkirakan berkobar sekitar pukul 22.15 Wita dapat
dipadamkan sekitar pukul 22.45 Wita, kemudian jasad korban
dievakuasi menuju RSUD Ulin Banjarmasin, sekitar pukul 23.00 Wita,
jasad korban tiba di kamar mayat.
Á ÁJumat (28/1) kemarin, jasad korban dimakamkan pihak keluarga,
dan peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa itu, masih menyisakan
kesedihan yang mendalam keluarga korban. Ã Ãris/adi

Hanya Menangis Lihat Kamar Cucunya
BANJARMASINÄ Ä © Nurdiana (55), hanya bisa menangis seenggukan bila
teringat, Muhammad Ilham (7) cucunya, anak dari pasangan Mutahrin
dan Titin. Matanya selalu tertuju pada kamar, yang tinggal puing
arang, di mana ditemukannya tubuh cucunya yang tergeletak tak
bernyawa lagi, usai kebakaran, Jumat (28/1) sore kemarin.
Á ÁSambil terus memandangi sisa puing rumah yang tinggal arang,
Nurdiana menangis. "Saya bila lihat garis polisi itu, saya lihat
cucu saya masih tergeletak dipuing sisa kamar yang terbakar api.
Miris hati ini, saya tak kuasa membendung air mata, padahal
tetangga sering ingatkan saya, jangan tidur di lantai II, takut ada
kebakaran siapa yang nolong," isaknya kemarin.
Á Á"Biasanya saya tidur di lantai II, saya malah tidur dilantai
I bersama, cucu, mantu dan anak saya, habis semuanya nak, tak
satupun yang tersisa, baik barang dan harta, semua habis. Kami tak
diizinkan aparat buat benahi sisa kebakaran, katanya menunggu olah
TKP," katanya parau.
Á ÁSebelum petaka itu datang, bebernya, baik anak dan cucu,
sedang hidupkan kipas angin, tak biasa seperti malam lainnya.
"Bahkan sampai saya tegur kelakuannya itu, dan saya suruh berhenti
tapi ia tetap membandel, hingga ia tertidur pulas. Saat itu semua
laki©laki sedang keluar rumah, tinggal yang tersisa yang tua dan
anak©anak," kisahnya.
Á Á "Anak itu sempat keluar bersama saya dan ibunya, tapi tak
tahu ia malah balik kembali ke dalam," sesalnya.
Á ÁMusibah kebakaran itu terjadi pada Kamis malam (27/1) sekira
pukul 22.30 Wita, berawal saat api terlihat dari atap WC di atas
tempat penjemuran pakaian, milik korban Bain. Kemudian menjalar dan
membakar habis lima buah rumah, milik Uda, Sugi, Tanda, Jarkasi,
Rustaniah dan Habib, yang hanya dibatasi dinding dari kayu. Api
bisa dipadamkan selama kurang lebih satu jam.
Á ÁIronisnya, saat musibah berlangsung selain harta benda
terkuras habis, satu nyawa balita seumur tujuh hingga delapan
tahun, siswa Kelas II SDN SKB II Kelayan Banjarmasin Selatan, tewas
dengan kepala retak dan tubuhnya terlihat seperti sisa arang.
Diduga korban sebelum tewas, sempat dijatuhi balok kayu dari
bangunan yang terbakar api.
Á ÁKapolsekta Banjarmasin Selatan Kompol Sutrisno SE, melalui
Kasi Humas©nya Aiptu Hamdani didampingi Kanitreskrim Ipda Firman
Taufik mengatakan, pihaknya masih lakukan penyelidikan di TKP. "
"Kita masih belum bisa menyimpulkan, penyebab kebakaran itu, apakah
diduga akibat arus pendek listrik, atau ada penyebab lain. Saat
kebakaran berlangsung, lampu PLN sedang menyala," tegasnya. Ã ÃzalÄ Ä/adi

No comments: