Sunday, January 2, 2011

Memperkosa Dan Memutilasi Karena Cemburu

BANJARMASINÄ Ä © Hanya karena persoalan cemburu, Fendi Ardiyanto alias
Anak Sialan (16), tega memperkosa dan memutilasi Fatmawati, dibantu
rekan©rekannya.
Á ÁPara tersangka ditangkap secara maraton oleh jajaran Polres
Banjar, Polresta Banjarbaru, dibantu Sat I Krimum Dit Reskrim Polda
Kalsel.
Á ÁKapolda Kalsel Brigjen Pol Syafruddin dalam paparannya, Jumat
(31/12/2010) lalu menyebutkan, tersangka ada tujuh orang, masingªmasing, Fendi (22), Ardiansyah alias Sawa (24), Akramudin alias
Icun (18), Alamsyah alias Ancah (20), kemudian Alex Pratama (19),
M Aldiansyah alias Tole (16), semua warga Banjarbaru dan M Syafi'i
alias Erfan (13), warga Jl Indah Permai IV RT 25, Banjarmasin
Selatan.
Á ÁMulanya, penyidik memeriksa komunitas anak punk Banjarbaru,
sehingga diketahui kalau korban berpcaran dengan Fendi. Selasa, 14
Desember 2010, Fendi ditangkap di depan Hotel Rodhita Banjarmasin.
Á ÁMeski sempat berkilah, namun Fendi akhirnya mengaku terus
terang sebagai pelaku. Dari mulutnya meluncur pengakuan para
tersangka lainnya.
Á ÁKemudian, polisi menangkap Ancah di Sungai Sipai Martapura,
lalu Icun diamankan di depan STM Banjarbaru, Menyusul Sawa di
dibekuk di Balitan, Banjarbaru. Erfan ditangkap di Pasar Lama,
Banjarmasin. Lantas Tole dan Alex diciduk di Desa Guntung Paikat,
Banjarbaru.
Á ÁBarang bukti yang berhasil diamankan adalah, satu buah tas
ransel warna hitam merk Revo Style milik Sawa yang digunakan untuk
membawa golok serta membuang potongan tubuh korban. Sebotol minyak
angin milik korban.
Á ÁKemudian satu buah kaos warna coklat merk Adidas milik Sawa
yang digunakan membungkus kepala korban, satu buah celana jins merk
Levis model pensil lengkap dengan ikat pinggang dengan kepala sabuk
bergambar logo Batman milik korban. Kemudian satu buah gelang warna
putih milik korban. Dua bauh batu besar sebagai pemberat yang
diikat pada karung berisi potongan tubuh korban.
Á ÁKetika ditanya Kapolda kenapa sampai tega berbuat demikian,
Fendi yang mengaku sudah tiga tahun (sejak 2007) berpacaran dengan
korban mengaku sangat cemburu, karena korban bersama lelaki lain.
Diduga memang Fatma telah menikah dengan pria lain. "Padahal, aku
sudah lama berpacaran dengan dia, tetapi dia malah bersama lelaki
lain," ujar Fendi polos.
Á ÁSebab lain, otak pelaku ini melihat Fatma berciuman dengan
pria yang tak ia kenal pada Kamis, 4 November 2010 sekitar pukul
20.00 Wita.
Á ÁMerasa sakit hati, timbullah niat jahat Fendi untuk memperkosaÔ h) 0*0*0*° ° Ô korban dengan beramai©ramai sekaligus menghabisi nyawa korban.Ã Ã adi

Pembunuhan BerencanaÄ Ä
à ÃPOLISIÄ Ä berkeyakinan kalau pembunuhan terhadap warga Jl Guntung
Harapan RT 34 Kelurahan Manggis Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru
itu dilakukan secara terencana.
Á ÁOtak pelaku yang juga kekasih korban, Fendi mengajak
Ardiansyah alias Sawa untuk memperkosa dan menghabisi Fatma. Sawa
yang memang suka mabuk ini mau saja diajak Fendi, karena sudah
dijanjikan akan dibelikan minuman keras oleh Fendi.
Á ÁKemudian korban dihubungi Fendi dan diajak untuk jalan©jalan
pada Kamis sore, 18 November 2010. Menjelang malam, Fendi dan
korban bertemu dengan rekan©rekan Fendi, yakni Sawa, Icun, Alex,
Tole dan Irfan di seputar Taman Idaman, Banjarbaru.
Á ÁSawa sudah mempersiapkan golok yang disimpan di mulut patung
Gajah Taman Idaman.
Á ÁKetika korban bertemu dengan para tersangka, korban diduga
direcoki dengan pil koplo jenis Jetsuper dua biji, plus alkohol
bercampur Kuku Bima sehingga mabuk. Kemudian, para tersangka
membawa korban ke arah Hutan Pinus Banjarbaru, melalui Jl Comet
Raya, terus menembus Gg 6 yang terhubung ke Hutan Pinus Kelurahan
Menatos, Kecamatan Banjarbaru Utara.
Á ÁKorban dibonceng oleh Sawa diapit Icun menggunakan Yamaha Mio
Soul. Icun memanggul tas warna hitam berisi golok.
Á ÁErfan menyusul sendirian di belakang menggunakan motor Honda
Beat warna biru. Alex berboncengan dengan Ancah menggunakan motor
Honda Revo, Fendi berboncengan dengan Tole naik Suzuki Shogun.
Á ÁSetibanya di hutan pinus, korban di tengah mabuk rupanya
menyadari kalau ia akan diperkosa. Menurut Ancah, ia mendengar
korban sempat berkata©kata. "Aku kada ridha dan kada ikhlas," ucap
korban sebagaimana ditirukan Ancah.
Á ÁSelanjutnya, Sawa membekap Fatma hingga tak berdaya. Kemudian,
pada Kamis (18/12/2010) malam sekitar pukul 23.15 Wita itu
terjadilah perkosaan.
Á ÁPertama©tama yang memperkosa adalah kekasih korban sendiri,
Fendi. Disusul kemudian Sawa. Giliran ketiga Ancah. Pada
kesempatan keempat dilaksanakan oleh Fendi lagi, Icun, lalu Alex,
Tole dan Erfan.
Á ÁSelesai melampiaskan nafsu bejatnya, para tersangka bingung
bagaimana agar perbuatan mereka tidak terungkap, sehingga timbul
ide dari Fendi untuk membunuh korban. "Kalau pina ketahuan, kita
potong©potong," ungkap Fendi sebagaimana ditirukan Sawa. Para
tersangka setuju.
Á ÁKemudian Sawa mengambil golok dalam tas dan dibantu Fendi,
Icun dan Ancah, serta Erfan tubuh korban dipotong menjadi enam
bagian.
Á ÁDari pengakuan Icun, yang memotong kepala adalah Sawa. Icun
sendiri memotong tangan kanan dan kiri korban. Ancah kemudian
memotong kaki kiri korban. Kemudian Erfan memotong bagian perut ke
atas korban.
Á ÁIcun bersama Sawa measukkan potongan kepala, kaki kiri dan
tangan kanan dan kiri korban ke dalam tas Revo. Kemudian fendi
memasukkan potongan perut bagian atas ke dalam karung. Selanjutnya
Ancah memasukkan potongan perut, alat vital dan kaki kanan ke dalam
tas plastik besar warna merah.
Á ÁIcun bersama Sawa kemudian membawa tas Revo berisi potongan
tubuh menggunakan motor Shogun dengan tujuan ke jembatan irigasi.
Á ÁSelanjutnya, Erfan bersama dengan Fendi membawa potongan dalam
karung menggunakan motor Revo warna silver dan membuangnya ke
Sungai Sipai.Á ¸ ¸ ÁPotongan lain dibawa oleh Alex dan Ancah ke arah
Bincau.
Á ÁSebagaimana diketahui, Jumat, 19 November 2010, pukul 18.30
Wita, ditemukan potongan kepala, tangan kanan dan kiri serta kaki
kiri korban di dalam tas Revo di aliran irigasi Desa Bincau,
Martapura. Kemudian pada Senin, 22 November 2010, pukul 17.00 Wita,
ditemukan lagi kaki kanan dan alat vital korban di aliran sungai di
Desa Bincau.
Á ÁMenurut Kapolda Brigjen Syafruddin, para tersangka dikenai
pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atauÔ h) 0*0*0*° ° Ô maksimal hukuman mati. Ã Ãadi

3 comments:

kandanganforex.blogspot.com said...

wow,berita yang berkualitas. Ini pelajaran yang bagus bagi para remaja
agar hati - hati dalam bergaul

dary said...

wow berita berkualitas, ini pelajaran yang berharga bagi para orang tua

Adi Permana bin H Ali Basrah bin Barihun bin Taib bin Katar said...

trims atensinya buat kandanganforex dan dary...