Tuesday, January 25, 2011

Majelis Hakim Minta Hadirkan Penyidik

BANJARMASINÄ Ä © Sidang kasus narkoba dengan tujuh terdakwa, salah
satunya adalah pengusaha minyak, H Herdony, kembali digelar di
ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.
Á ÁPada sidang lanjutan yang berlangsung, Selasa (25/1) kemarin
mengagendakan mendengarkan keterangan para saksi. Empat saksi yang
hadir dua di antaranya adalah anggota Dit Narkoba Polda Kalsel yang
telah melakukan penggerebekan.
Á ÁDari keterangan dua anggota Polda tersebut, pada saat
dilakukan penggerebekan dengan beberapa anggota lainnya, mereka
menemukan ketujuh terdakwa tengah berada di lokasi rumah milik H
Herdony.
Á ÁSaat itu H Herdony bersama istrinya, tengah berada di kamar,
sementara lima terdakwa lagi berada terpencar dan sebagian sudah
ada yang menaiki sepeda motor untuk pulang.
Á ÁOleh anggota yang ingin melakukan penggeledahan di dalam rumah
yang menjadi tempat pesta narkoba itu, kemudian petugas
mengumpulkan kembali.
Á ÁBegitu dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu paket
sabu©sabu dan setengah butir pil diduga ekstasi, serta peralatan
untuk ngisap sabu seperti beberapa buah pipet kaca dan kompor kecil
yang masih hangat.
Á Á"Kita menemukan satu paket sabu©sabu dan setengah butir pil
diduga ekstasi itu dalam kamar H Herdony serta satu buah pipet kaca
dalam saku celananya," kata mereka.
Á ÁAtas temuan itu kemudian para terdakwa diintrogasi satu
persatu dan mereka mengaku habis memakai atau menggunakan sabu©sabu
secara bersama©sama.
Á ÁMeskipun demikian, beberapa terdakwa membantah, karena menurut
mereka apa yang telah ada di BAP atau dakwaan itu tidak sepenuhnya
benar.
Á ÁDua dari tujuh terdakwa yang menyangkal adalah Novia
Safriyanti alias Novi dan Mahyudin alias Martin, yang menurut
mereka bahwa BAP yang ada di pihak penyidik itu diduga ada
direkayasa.
Á ÁAtas bantahan yang diungkapkan terdakwa di depan persidangan,
majelis hakim yang diketuai Amril SH MHum bersama dua hakim anggota
Suprapti SH MH dan Ekova Rahayu Avianti SH MH, menyuruh JPU Evi
Yulianti SE SH, untuk menghadirkan pihak penyidik dalam sidang
berikutnya.
Á ÁDalam sidang lanjutan kemarin, lima orang terdakwa yakni
Mahyudin alias Martin, Fahrudin alias Buya, Firman Noor Arifin,
Agus Setiawan alias Wawan dan Drs Tasrifani alias Fani didampingi
penasihat hukum Fauzan Ramon.
Á ÁSementara terdakwa H Herdony bersama Novia Safriyanti,
istrinya tidak didampingi penasihat hukum.
Á ÁJPU Evi Yulianti SE SH, menjerat para terdakwa dengan Dakwaan
primair perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam
pidana dalam pasal 132 ayt (1) UU RI No 35 Tahun 2009 jo pasal 114
ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁSedangkan dalam dakwaan subsidair pasal 132 ayat (1) jo pasal
112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan dalam
dakwan subsidair lebih pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 Tahun
2009 tentang Narkotika jo pasal 55 ayat (1) ke©1 KUHP. Ã Ãris/adi

No comments: