Thursday, January 27, 2011

Komisaris PT TI Adukan Hanna

BANJARMASINÄ Ä © Muhammad Ali, mengaku salah satu komisaris PT
Transcoal Internasional (TI) mengadu balik Hanna yang juga
mengklaim sebagai Direktur PT TI ke Dit Reskrim Polda Kalsel, Kamis
(27/1) sore.
Á ÁAli mengaku, dirinya bukan Direktur CV Berkah Tanah Bumbu
(BTB). "Dalam masalah ini BTB tidak pernah ada. Lalu bagaimana bisa
Hanna mengaku sebagai petinggi PT TI, kalau namanya saja tidak ada
dalam dewan komisaris maupun eksekutif PT TI," ujar Ali beberapa
saat tiba di Polda.
Á ÁDikatakan Ali, memang Hanna pernah mengadakan kesepakatan jual
beli saham dengan salah satu pemegang saham PT TI, Tang Yunus
Tanaga pada 7 September 2010 lalu. "Namun, karena cek Bank Mandiri
senilai Rp1 miliar yang diberikan Hanna kepada Yunus ternyata
kosong, maka pada 9 September 2010, kesepakatan dibatalkan,"
bebernya.
Á ÁAlhasil, lanjutnya, Hanna sama sekali tidak memiliki hubungan
dengan PT TI. "Makanya saya mengadu ke Polda, karena pernyataan
Hanna di koran©koran, sudah mencemarkan nama baik kami dan
perusahaan. Belum lagi, ia membawa©bawa nama Bupati Mardani Mahming
(Bupati Tanbu) ke dalam masalah ini. Sebagai warga dan pengurus LSM
Pekat, kami merasa sangat tersinggung," tegasnya.
Á ÁSenada, Komisaris Utama PT TI, Markoni Kotto membenarkan kalau
Hanna tidak memiliki hak apa©apa di PT TI. Ditambahkan, CV BTB
sudah melebur ke dalam PT TI setelah proses sebelumnya.
Á ÁMenurutnya, berdasarkan akta notaris PT TI, dewan komisaris
perusahaan terdiri dari dirinya sebagai komisaris utama, kemudian
Muhammad Ali, Tang Yunus Tanaga dan Cicip Hadisucipto.
Á Á"Nanti, kita akan berikan rilis kepada wartawan, bagaimana
pernyataan Tang Yunus Tanaga soal ini bahwa tidak pernah ada
perpindahan saham yang sah dari beliau ke Hanna," tandasnya.
Á ÁAli dan Markoni sendiri melaporkan Hanna ke Polda dalam
kaitannya dengan pasal perbuatan yang diatur dalam pasal 310 dan
317 KUHP.
Á ÁSebelumnya, Hanna, Direktur PT Transcoal Internasional (TI)
melalui pengacaranya, Adwin Tista SH melaporkan Direktur CV BTB, M
Ali ke Dit Reskrim Polda Kalsel terkait dugaan pemalsuan surat
penting sebagaimana diatur dala pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP,
Kamis (20/1) lalu.
Á ÁAdwin kepada pers menjelaskan, laporan itu sudah dilakukan
secara resmi dengan bukti TBL Nomor: TBL/08.a/I/2011/KALSEL/Dit
Reskrim tertanggal 20 Januari 2011 dan ditandatangani perwira piket
AKP Slamet Ari Wibowo.
Á Á"Kami melaporkan dugaan pemalsuan, karena di atas lahan yang
sah dimiliki PT TI di Desa Suka Damai Blok E II Kecamatan Mentewe
ada pihak laim, yakni VB BTB yang mengklaim memiliki lahan
tersebut. Padahal, jelas©jelas, berdasarkan surat©surat yang asli,
kawasan itu merupakan KP milik klien kami, PT TI yang dipimpin
Hanna," tegas Adwin. Ã Ãadi

No comments: