Tuesday, January 4, 2011

Keluarga Korban Mutilasi Tak Bisa Temui Para Tersangka

BANJARMASINÄ Ä © Keluarga besar korban mutilasi, Fatmawati (16)
berkunjung ke Polda Kalsel, Selasa (4/1) pagi. Mereka berkeinginan
melihat langsung wajah©wajah ketujuh tersangka yang sudah tega
memperkosa dan memutilasi korban. Namun, mereka terpaksa balik
kanan setelah tak memperoleh izin dari penyidik Sat I Krimum Dit
Reskrim Polda Kalsel.
Á ÁDi antara yang datang ke Polda, ibu korban, Sa'diah (50) dan
suaminya, kakak korban, Norhasanah (22) serta paman korban, Hasan
Rifani.
Á ÁMereka bertemu dengan petugas piket. Namun, oleh petugas,
mereka belum boleh diizinkan melihat langsung para tersangka, yakni
masing©masing, Fendi Ardiyanto (22), Ardiansyah alias Sawa (24),
Akramudin alias Icun (18), Alamsyah alias Ancah (20), kemudian Alex
Pratama (19), M Aldiansyah alias Tole (16), semua warga Banjarbaru
dan M Syafi'i alias Erfan (13), warga Jl Indah Permai IV RT 25,
Banjarmasin Selatan.
Á ÁMenurut kepala piket, AKP Bahrudin Tampubolon, para tersangka
masih dalam sel khusus di Polda Kalsel atau diistilahkan diisolasi
dengan tahanan lainnya. Selain itu, proses penyidikan terhadap para
tersangka masih berjalan.
Á ÁDi samping itu, dikhawatirkan, di antara keluarga korban akan
emosional jika melihat langsung para tersangka, sehingga rawan
untuk terjadi hal©hal yang tak diinginkan.
Á ÁSementara itu, perwakilan keluarga korban, Hasan Rifani
mengatakan, kedatangan mereka ke Polda Kalsel hanya sekadar ingin
melihat wajah©wajah para tersangka yang sudah tega menghabisi
korban, warga Jl Guntung Harapan RT 34 Kelurahan Guntung Manggis,
Kecamatan Landasan Ulin. Banjarbaru.
Á Á"Kami cuma ingin melihat saja muka para tersangka, meski
mereka di balik sel. Meski sedikit kecewa, namun kami tetap
memaklumi dan menghormati proses hukum yang dilakukan penyidik,"
tukasnya.
Á ÁMeski akhirnya pulang lagi ke Banjarbaru, namun keluarga
korban sedikit terhibur dengan janji penyidik bahwa keluarga korban
akan dikirimi Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan
(SP2HP) dari kasus mutilasi tersebut.
Á ÁSementara itu, Dir Reskrim Kombes Pol Mas Guntur Laupe melalui
Kasat I Krimum©nya AKBP Namora mengatakan, para tersangka setelah
dikirim ke Polres Banjar untuk menyelesaikan pemberkasan
administrasi, kembali ditangani Polda Kalsel.
Á Á"Mengingat, lokasi kejadian terjadi di dua wilayah hukum,
yakni Polres Banjar dan Polresta Banjarbaru, makanya demi kemudahan
penyidikan, sekaligus olah TKP nanti, proses penyidikan diambil
alih Polda Kalsel," ucap Namora.
Á ÁSebagaimana diketahui, lokasi pemerkosaan serta mutilasi
terjadi di Hutan Pinus Banjarbaru. Sedangkan lokasi dibuangnya
potongan tubuh termasuk penemuan potongan tubuh, barang bukti lain,
terjadi di Martapura, lokasi hukum Polres Banjar.
Á ÁNamora juga mengkritik dan mempertanyakan sumber media yang
menyebutkan bahwa tersangka ada delapan orang. "Yang benar itu ya
tujuh tersangka, jangan dilebih©lebihkan," jelasnya.
Á ÁPara tersangka ditangkap secara maraton oleh jajaran Polres
Banjar, Polresta Banjarbaru, dibantu Sat I Krimum Dit Reskrim PoldaÔ h) 0*0*0*° ° Ô Kalsel.
Á ÁKapolda Kalsel Brigjen Pol Syafruddin dalam paparannya, Jumat
(31/12/2010) lalu menyebutkan, tersangka ada tujuh orang,
Á ÁMulanya, penyidik memeriksa komunitas anak punk Banjarbaru,
sehingga diketahui kalau korban berpcaran dengan Fendi. Selasa, 14
Desember 2010, Fendi ditangkap di depan Hotel Rodhita Banjarmasin.
Á ÁMeski sempat berkilah, namun Fendi akhirnya mengaku terus
terang sebagai pelaku. Dari mulutnya meluncur pengakuan para
tersangka lainnya. Sebelumnya, informasi secuil namun berarti
diperoleh Polsekta Banjarmasin Tengah dari mulut Erfan, korban
pengeroyokan. Ia menyebut kalau salah satu temannya pernah
meutilasi orang.
Á ÁKemudian, polisi menangkap Ancah di Sungai Sipai Martapura,
lalu Icun diamankan di depan STM Banjarbaru, Menyusul Sawa di
dibekuk di Balitan, Banjarbaru. Erfan ditangkap di Pasar Lama,
Banjarmasin. Lantas Tole dan Alex diciduk di Desa Guntung Paikat,
Banjarbaru.
Á ÁPolisi berkeyakinan kalau pembunuhan terhadap warga Jl Guntung
Harapan RT 34 Kelurahan Manggis Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru
itu dilakukan secara terencana.
Á ÁKetika korban bertemu dengan para tersangka, korban diduga
direcoki dengan pil koplo jenis Jetsuper dua biji, plus alkohol
bercampur Kuku Bima sehingga mabuk. Kemudian, para tersangka
membawa korban ke arah Hutan Pinus Banjarbaru, melalui Jl Comet
Raya, terus menembus Gg 6 yang terhubung ke Hutan Pinus Kelurahan
Menatos, Kecamatan Banjarbaru Utara. Diu hutan itulah korban
diperkosa dan dihabisi dengan cara dipotong©potong menjadi enam
bagian.
Á ÁSebagaimana diketahui, Jumat, 19 November 2010, pukul 18.30
Wita, ditemukan potongan kepala, tangan kanan dan kiri serta kaki
kiri korban di dalam tas Revo di aliran irigasi Desa Bincau,
Martapura. Kemudian pada Senin, 22 November 2010, pukul 17.00 Wita,
ditemukan lagi kaki kanan dan alat vital korban di aliran sungai di
Desa Bincau.
Á ÁMenurut Kapolda Brigjen Syafruddin, para tersangka dikenai
pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau
maksimal hukuman mati. Ã Ãadi

No comments: