Thursday, January 27, 2011

Kejagung Diminta Ganti Kejari Martapura

MARTAPURAÄ Ä © Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Martapura dinilai
lemah. Sebab, hingga kini aparat penegak hukum ini tidak mampu
menangkap tiga buronan terpidana kasus eks Pabrik Kertas Martapura
(PKM), yakni mantan Kabag Perlengkapan Setda Banjar Hairul Saleh,
mantan Kepala BPN Banjar Iskandar Jamaluddin dan Direktur PT Golden
Gunawan S.
Á ÁPadahal, untuk menangkap buronan kelas teri ini dinilai cukup
mudah, tinggal melakukan koordinasi dengan pihak penegak hukum
lainnya, maka dipastikan para terpidana bakal tertangkap.
Á Á"Ini tergantung kemauan, ada atau tidak ada. Kalau ada kemauan
tinggal berkoordinasi dengan aparat kepolisian pasti tertangkap.
Ini kasus kecil. Yang besar saja bisa ditangkap," ujar Supiansyah,
pengamat sosial dan hukum Kabupaten Banjar.
Á ÁPertanyaannya, apakah Kejari Martapura sudah melakukan hal
itu. Misalkan melakukan koordinasi dengan seluruh kejaksaan untuk
melakukan penangkapan terhadap terdakwa, atau juga kejaksaan bisa
meminta bantuan aparat kepolisian memburu dan menangkap terpidana,
seperti halnya meminta bantuan Densus 88.
Á Á"Kejagung mestinya mewarning Kejari. Kalau memang tidak mampu
ganti saja Kajarinya. Masih banyak di Kejagung jaksa yang lebih
mampu melakukan tugas itu," katanya.
Á ÁJadi sarannya, sebaiknya kejaksaan bekerja lebih keras lagi
dan punya progres untuk itu. Sebab, dengan tidak tertangkapnya
ketiga terpidana, maka banyak dugaaan negatif yang mengarah pada
aparat berseragam coklat tua ini.
Á Á"Kejaksaan ini jadi sorotan publik karena dinilai kinerjanya
buruk. Jangan sampai lagi kejaksaan di daerah juga begitu,"
pungkasnya.
Á ÁDikonfirmasikan hal ini, Kajari Martapura Zulhadi Savitri SH
melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Agung Pamungkas SH mengatakan,
pihaknya terus melakukan perburuan terhadap tiga terpidana, dan
sudah melakukan berbagai cara untuk menangkap para buronan, seperti
halnya menyebar foto tersangka di ruang©ruang publik seperti
bandara dan melakukan cekal, serta berkoordinasi dengan pihak
kepolisian yakni Polres Banjar.
Á Á"Semua sudah kami lakukan tapi hasilnya masih nihil. Terakhir
rencananya akan dibuat tim khusus oleh Kejati untuk memburu
mereka," katanya.
Á ÁKarenanya kata lelaki ramah ini, pihaknya meminta bantuan
semua pihak, agar melaporkan keberadaan tiga buronan jika
mengetahui keberadaannya.
Á Á"Jika mengetahui keberadaanya tolong informasikan ke kami,"
harapnya.
Á ÁDitanya soal dikabulkannya permohonan peninjauan kembali (PK)
para terpidana, Agung membantah berita tersebut. Ia mengaku kalau
kejaksaan tidak pernah menerima salinan putusan Kejagung terkait
diterimanya permohonan terpidana kasus eks PKM Martapura.
Á Á"Itu bohong Mas. Kami tidak pernah menerima surat itu,"
pungkasnya.
Á ÁSekedar mengingatkan, kasus ini bermula dari keputusan Pemkab
Banjar yang membebaskan lahan eks PKM dengan menggunakan dana dariÔ h) 0*0*0*° ° Ô pos angaran perlengkapan APBD Kabupaten Banjar tahun 2002/2003
sebesar Rp6,3 miliar. Semula Gunawan Santoso sebagai pemilik lahan
eks PKM berstatus HGB meminta ganti rugi kepada Pemkab Banjar
sebesar Rp15 miliar, setelah melalui dialog akhirnya disepakati
ganti rugi dibayar Rp6,3 miliar.
Á ÁPada saat akan dilakukan pembebasan lahan, masa berlaku HGB
pada lahan tersebut telah habis pada Januari 2000, dan saat
diajukan perpanjangan status ditolak oleh BPN Banjar dengan alasan
lahan tersebut akan digunakan oleh Pemkab Banjar untuk kepentingan
umum.
Á ÁKasus ini telah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN)
Martapura, dan ketiga terdakwa divonis bebas oleh majelis hakim
Purwanto SH. Namun Mahkamah Agung berpendapat lain, institusi ini
mengabulkan permohonan kasasi jaksa penuntut umum (JPU) Martapura
dengan mengeluarkan surat putusan kasasi menyatakan ketiga
terdakwa bersalah dan menetapkannya menjadi terpidana.
Á ÁNamun pada saat akan dieksekusi oleh Kejari Martapura, ketiga
terpidana melarikan diri, sehingga dimasukkanlah ketiganya dalam
daftar pencarian orang (DPO) serta meminta pihak imigrasi mencekal
ketiganya untuk bepergian keluar negeri.
Á ÁKini, Kejagung juga sedang menyidik kasus lanjutan eks PKM
dengan tersangka RA, mantan Bupati Banjar. Ã Ãsup/adi

No comments: