Thursday, January 20, 2011

Habis Modal Mobil Rentalan Digadaikan

BANJARMASIN © Dengan alasan karena kehabisan modal, mobil rentalan
yang disewa justru digadaikan kepada orang lain. AKibatnya, Mat
Rohim (39), warga Pengaron RT 1, Kabupaten Banjar harus berurusan
dengan aparat berwajib.
Á ÁMat ditangkap oleh anggota Resmob Sat I Krimum Dit Reskrim
Polda Kalsel di kost temannya sendiri di Jl Teluk Dalam Gg Salatiga
Banjarmasin, Kamis (20/1) siang.
Á ÁTak tanggung©tanggung, Mat menggelapkan dua buah mobil rental
milik usaha rental Panji Jl A Yani Km 33 Banjarbaru.
Á ÁMenurut Rini, pegawai SPN yang memiliki usaha rentalan itu,
dua buah mobilnya awalnya disewa tersangka sekitar November 2010
lalu. Namun, sejak dua bulan terakhir, uang sewa tak dibayar, malah
dua buah mobil itu tak kunjung dikembalikan tersangka ke rentalan.
Á ÁKorban, kemudian melapor ke Polresta Banjarbaru terkait
digelapkannya dua buah mobil itu oleh tersangka. Beberapa waktu
lalu, sebuah mobil Avanza DA 7534 PP ditemukan polisi di SPBU
Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.
Á ÁHanya saja, sebuah mobil lagi, yakni Avanza DA 7761 TQ masih
belum ditemukan, diduga masih berada di Muara Teweh, Kabupaten
Barito Utara, Kalteng.
Á ÁMat kepada wartawan mengakui kalau ia terpaksa menggadaikan
mobil rentalan itu, akibat usaha menjual burung gagal total.
Á Á"Mulanya saya menyewa mobil Avanza itu untuk mengangkut burung
dari Muara Teweh ke sejumlah pelosok termasuk Banjarmasin. Saya
membeli burung di Km 27 Muara Teweh. Burung yang dibeli mulai dari
beo, kacer, kenari dan lain©lain senilai Rp70 juta. Namun, di
tengah perjalanan terjadi musibah. Burung©burung itu mati semua
akibat hawa dingin setelah turun hujan dua hari berturut©turut.
Habis semua usaha saya," akunya.
Á ÁKarena kehabisan modal, Mat nekat menggadaikan mobil Avanza DA
7761 TQ itu kepada seorang kenalannya di Muara Teweh bernama H
Imis, senilai Rp20 juta.
Á ÁBegitu juga mobil satunya yang ia sewa, juga digadaikan ke
seorang rekannya yang kebetulan berusaha di bidang batubara di
kawasan Pelaihari.
Á ÁMat rupanya panik, setelah usahanya hancur, ditambah mesti
menyerahkan kewajiban uang sewa setiap hari sebesar Rp300 ribu,
sehingga nekat menggadaikan barang yang bukan miliknya itu.
Á ÁKasat I Krimum Dit Reskrim AKBP Namora, mengakui telah
mengamankan tersangka. "Karena laporan kasus ada di Polresta
Banjarbaru, maka tersangka hari ini juga langsung kita serahkan ke
sana," jelasnya. Ã Ãadi

No comments: