Thursday, January 27, 2011

Fauzan Layangkan Protes

BANJARMASIN © Fauzan Ramon SH MH melayangkan protes kepada Majelis
Dewan Pengawas Notaris yang tidak memberikan izin salah satu
notaris, Robensjah Sjahran untuk diperiksa sebagai saksi dalam
kasus pemalsuan dokumen.
Á Á"Dia kan bukan pejabat negara, sehingga untuk pemanggilan
hanya sebagai saksi semestinya tidak perlu dipersulit. Saya
berpikir, penyidik Polda Kalsel bisa saja memanggil yang
bersangkutan tanpa ada izin dari majelis tersebut," tandas Fauzan
Ramon, Kamis (27/1).
Á ÁMenurutnya, demi membuat terang persoalan atau kasus,
semestinya semua pihak bisa dimintai keterangan tanpa terkecuali.
Apalagi, lanjutnya, yang membuat dokumen tersebut adalah notaris,
Robensjah. Domuken itu sendiri, lanjutnya, terkesan dipalsukan,
seolah©olah dirinya ikut dalam rapat pemegang saham. "Padahal,
rapat itu tidak pernah ada. Saya sendiri tidak diundang, sebagai
pemegang saham. Lalu bagaimana bisa sehingga saya dianggap hadir,"
cetusnya.
Á ÁDi samping itu, ada hal yang membuatnya heran, sebab
pemeriksaan saksi ahli justru didahulukan ketimbang saksi©saksi
biasa yang berkaitan dengan kasus dugaan pemalsuan dokumen
tersebut.
Á ÁSebelumnya, Fauzan menyesalkan sudah tiga bulan kasus yang
dilaporkannya pada 1 November 2010 lalu ke Dit Reskrim Polda
Kalsel, sampai sekarang belum terlihat kemajuannya. Padahal,
lanjutnya, laporannya itu resmi sesuai tanda bukti lapor Nomor:
TBL/146.a/XI/2010/KALSEL/DIT RESKRIM yang ditandatangani petugas
piket AKP Grendius Martin.
Á ÁDitambahkan warga Jl Sabumi V No 32 F RT 17 RW 007 Kelurahan
Pangeran Kecamatan Banjarmasin Utara itu, kasus itu bermula dari
adanya dugaan pemalsuan dokumen berupa dokumen notula rapat umum
pemegang saham luar biasa PT Arya Puspita yang dibuat oleh notaris
Robensjah Sjachran SH MH, diduga pada 26 Oktober 2010 sekitar pukul
12.00 Wita.
Á ÁMenurut Fauzan, kenapa ia berani mengatakan kalau surat itu
palsu atau dipalsukan, karena seolah©olah telah terjadi rapat umum
pemegang saham luar biasa di PT Arya Puspita, perusahaan yang
begerak dalam jasa transportasi.
Á Á"Padahal, saya tidak pernah mengikuti rapat itu sebagai salah
seorang pemilik saham. Jadi, bagaimana bisa ada nama dan notulen
rapat kalau memang rapat itu tidak pernah terjadi," cetusnya.
Á ÁPria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini menuturkan,
dirinya mencurigai ada upaya dari pihak tertentu yang ingin
mendongkel kedudukannya di PT Arya Puspita sebagai Direktur Utama.
Á ÁFauzan yang memiliki 375 lembar saham di PT Arya Puspita di
dalam dokumen notula dinyatakan hadir dan justru memimpin rapat.
Peserta rapat lain, yakni pemegang saham Wiranata Halim dan
Freddick Fandy Susanto.
Á ÁMemang, lanjutnya, pada 18 Januari 2011, ia mendapat surat
pemberitahuan perkembangan hasil penelitian penyidikan, di mana
penyidik mengaku telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah
saksi, seperti M Yusuf SE, Rahmadiansyah SSos, Drs Basuki T SE,
Adelbertus Santoso, Wiranata Halim, Syaifuddin SH MH, Dedy
Faturrahman SH. Ã Ãadi

No comments: