Friday, January 7, 2011

Emmy Diserahkan Ke Kejati Kalsel

BANJARMASINÄ Ä © Tersangka Emmy beserta berkas penyidikan yang
ditangani Sat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel telah diserahkan ke
Kejati Kalsel dalam penyerahan tahap dua, Selasa (4/1).
Á Á"Ya, benar baru saja kemarin, tersangka pemalsuan surat
berharga SHM, Emmy sudah diserahkan penyidik Polda Kalsel kepada
kami," ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Rajendra SH.
Á ÁMenurutnya, penyerahan tahap dua tersebut, setelah sebelumnya,
berkas perkara sudah dinyatakan lengkap alias P©21.
Á Á"Memang tersangka tidak ditahan, karena sebelumnya oleh
penyidik Polda, tersangka tidak dilakukan penahanan. Menurut kami
itu tidak masalah, selama tersangka kooperatif menjalani proses
hukum," tegasnya.
Á ÁDisinggung bagaimana status H Muhidin selaku pembeli tanah di
Jl A Yani Km 17,45 Gambut, Rajendra mengatakan bahwa yang
bersangkutan masih sebatas saksi.
Á Á"Namun, tidak menutup kemungkinan, jika di pengadilan,
terbukti surat SHM itu dipalsukan oleh tersangka, maka akan
dilakukan pengembangan kasus terkait pembelian tanah dan SHM
bermasalah alias palsu itu," tukasnya.
Á ÁDikatakan, memang ada tanda tangan yang identik pejabat pada
SHM 21 Tahun 1972 atas nama Miansyah bin Tambi itu. Namun, dari
hasil penelitian tim BPN Banjar, isi SHM palsu atau mencontek SHM
lain yang asli.
Á ÁSementara, dari informasi, Emmy (46), warga Kompleks Balitan
Permai II Blok B 24 RT 39 Banjarbaru menjual tanah bermasalah
seluas 85 X 340 meter ke H Muhidin (49), warga Kompleks Bunyamin
Raya V No 19 Banjarmasin, pada 20 Desember 2006. Berdasar surat
jual putus, tanah dihargai Rp1.445.500.000 atau Rp1,4 miliar.
Á ÁNamun, dari barang bukti kuitansi yang ada pada Emmy,
pembayaran tanah tersebut dilakukan secara nyicil, mulai 10
Februari 2007 hingga 4 Mei 2007 dengan total sekitar Rp600 juta.
Á ÁEmmy, warga Banjarbaru dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl
Pulo Mas III A/9 RT 004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau
Gadung Jakarta Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah
memalsukan SHM No 21/1972.
Á ÁKuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang berkantor Jl Hang
Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan kepada pers, akibat
tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar,
akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45 Gambut, Kabupaten
Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran Sertifikat Sementara
tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut, Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas 10.000 meter
persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani Kepala
Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972
atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM No 21/1972 atas
nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600.
à Ãadi

No comments: