Tuesday, January 4, 2011

Dua Wakar Tambang Dibantai Rampok

PELAIHARIÄ Ä © Warga Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang
Kabupaten Tanah Laut dibuat geger, menyusul ditemukannya Amat alias
Darham (55) dan Anang Pasli (40) tewas secara mengenaskan di camp
penjagaan alat berat di Dusun Sungai Aris Desa Sungai Jelai, Selasa
(4/1).
Á ÁKedua wakar (penjaga malam) alat berat, warga RT 8 dan 9 Desa
Sungai Jelai ini, tewas di tempat akibat dibantai dengan tangan dan
kaki diikiat kawanan perampok. Kejadian di lokasi tambang batu
gunung (galian C) PT Goes Trade di Jl Desa Sungai Jelai, Dusun
Sungai Aris, Senin (3/1) ini diperkirakan terjadi tengah malam.
Á ÁAmat mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala,
sementara Anang Pasli juga tewas dengan luka robek di pergelangan
tangan kiri serta di bagian paha kiri atas dan perut robek
menganga.
Á ÁSelain menghabisi nyawa kedua korban, para perampok juga
berhasil membawa dua buah panel kontrol dan dua buah monitor
eksavator merk Komatsu dan Hitachi.
Á ÁMenurut informasi di lapangan, ditemukannya dua jasad korban
ini berawal dari dua orang warga, yaitu Upik (21) dan Anang Kijung
(21) warga Desa Sungai Jelai Kabupaten Tanah Laut, pagi itu sekitar
pukul 07.00 Wita bermaksud pergi ke tempat kerjanya tak jauh dari
barak kedua wakar tersebut.
Á ÁLantaran tak biasanya di camp pagi itu sunyi maka kedua warga
yang kebetulan lewat tersebut menengok ke dalam ruangan camp.
Ketika kedua saksi mendekati, terlihat ada percikan darah di
sekitar barak itu.
Á ÁUpik dan Anang Kijung kaget bukan kepalang ketika melihat dua
korban tersungkur bersimbah darah dengan tangan dan kaki keduanya
terikat seutas tali.
Á ÁMelihat itu, kedua saksi langsung melaporkan peristiwa
tersebut ke warga sekitar dan Mapolsek setempat.
Á ÁMendapat laporan tersebut warga sekitar dan anggota Polsek
serta anggota Polres Tala yang dipimpin langsung oleh Kasubag Humas
Polres Tala, AKP Ana Setiana dan Kasat Reskrim Polres Tala AKP
Yudha Satria, sekitar pukul 07.45 Wita langsung menuju tempat
kejadian perkara (TKP) melakukan olah TKP.
Á ÁKarena kondisi korban ditemukan tidak bernyawa, anggota Polres
Tala dan Anggota Polsek Tambang Ulang dibantu warga sekitar
langsung mengevakuasi jasad korban ke RSUD Abojasin Pelaihari untuk
dilakukan visum.
Á ÁKapolres Tanah Laut (Tala), AKBP Purwanto melalui Kasubag
Humas Polres Tala, AKP Ana Setiana, membenarkan adanya peristiwa
perampokan yang menewaskan dua wakar tersebut. "Saat ini kasus
perampokan disertai pembunuhan tersebut sudah kita tangani," ujar
Ana.
Á ÁPerampokan alat berat yang mengakibatkan dua wakar tewas
menimbulkan duka mendalam bagi kedua keluarga korban.
Á Á"Aku tak sanggup melihat jasad korban penuh luka di kepala
dan sekujur tubuh itu," ujar Anang.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁMenurut Anang (78), ia baru tahu bahwa peristiwa pembunuhan
yang menimpa keponakannya itu dari warga dan keluarganya sendiri.
Mendengar keponakannya dibunuh, seketika itu juga Anang langsung
menuju lokasi kejadian bersama©sama warga dan keluarganya.
Sesampai di lokasi ia langsung mencoba mendekati barak tempat
keponakannya dibunuh.
Á ÁWajah kakek tua ini memerah bercampur sedih, meratapi
kepergian keponakannya. can/adi

No comments: