Sunday, January 23, 2011

Direktur CV BTB Dilaporkan Soal Pemalsuan Surat

BANJARMASINÄ Ä © Direktur PT Transcoal Internasional (TI) melalui
pengacaranya, Adwin Tista SH melaporkan Direktur CV BTB, M Ali ke
Dit Reskrim Polda Kalsel terkait dugaan pemalsuan surat penting
sebagaimana diatur dala pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP, Kamis
(20/1) lalu.
Á ÁAdwin kepada pers menjelaskan, laporan itu sudah dilakukan
secara resmi dengan bukti TBL Nomor: TBL/08.a/I/2011/KALSEL/Dit
Reskrim tertanggal 20 Januari 2011 dan ditandatangani perwira piket
AKP Slamet Ari Wibowo.
Á Á"Kami melaporkan dugaan pemalsuan, karena di atas lahan yang
sah dimiliki PT TI di Desa Suka Damai Blok E II Kecamatan Mentewe
ada pihak laim, yakni VB BTB yang mengklaim memiliki lahan
tersebut. Padahal, jelas©jelas, berdasarkan surat©surat yang asli,
kawasan itu merupakan KP milik klien kami, PT TI yang dipimpin
Hanna," tegas Adwin.
Á ÁDiceritakan, pada 7 Januari 2011, CV BTB melayangkan somasi ke
PT TI. BTB menganggap bahwa lahan itu adalah milik mereka dan PT TI
tak berhak bercokol di sana.
Á ÁMenurut Adwin, CV BTB mendasari klaimnya sesuai SK Bupati No
545/10/PKP/D.PE/2009 tanggal 10 Oktober 2009 tentang Pemindahan KP
Eksplorasi PT TI kepada CV BTB, SK Bupati No. 545/040/IUPªE/D.PE/2010 tangal 25 Februari 2010 tentang Persetujuan Izin Usaha
Pertambangan Eksplorasi kepada CV BTB, dan SK Bupati No
545/059/IUP©OP/D.PR/2010 tanggal 24 Maret 2010 tentang Persetujuanj
Izin Usaha Pertambangan Produksi kepada CV BTB serta lain©lain.
Á ÁKemudian, CV BTB mendasari kepemilikan mereka pada surat
pernyataan dari Yunus Tanaga tanggal 20 September 2009 Nomor:
13/TI/TB©BTB/IX/2009 bahwa lahan seluas 250 hektar itu telah
dipindahkan dari PT TI ke CV BTB.
Á Á"Nah, surat pernyataan Yunus Tanaga itu yang kami duga
dipalsukan, karena kode perusahaan tertulis 'TI', padahal, surat
resmi PT TI biasanya bertulis 'PT'," beber Adwin.
Á ÁSelain itu, nama Yunus Tanaga justru ditulis tangan, sedangkan
pada surat PT TI yang dibuat Yunus, selalu nama Yunus Tanaga
diketik bukan tulis tangan.
Á Á"Setelah kami konfirmasi ke Yunus, beliau menjelaskan tidak
pernah melimpahkan KP PT TI ke CV BTB. Yang ada justru pelimpahan
sahan dari Yunus ke klien kami, Hanna," tegasnya.
Á ÁDemikian juga mengenai SK Bupati yang dipegang VB BTB,
semuanya tidak sah, karena telah dijelaskan oleh Dinas Pertambangan
dan Energi Kalsel pada Desember 2010 melalui surat No:
545/921/PU/Tamben bahwa draf SK Bupati Nomor: 545/059/IUPªOP/D.PE/2010 tenggal 24 Meret 2010 atas nama CV BTB sampai saat ini
tidak pernah ditandatangani Bupati.
Á ÁKemudian, SK tersebut sudah dibatalkan oleh SK Bupati Nomor:
545/48/PIUP©OP/D.PR/2010 tanggal 26 Juli 2010 yang berarti CB BTB
tidak sah lagi atas KP di lahan tersebut.
Á ÁAdapun PT TI memiliki kesasihan hak sesuai dengan KP yang
dikeluarkan dalam SK Bupati No 545/86/KP/D.PE tertanggal 1 AgustusÔ h) 0*0*0*° ° Ô 2008. Demikian juga surat permohonan dari PT TI Nomor: 56/PTªTCI/2010 tanggal 27 April 2010 terkait permohonan IUP diterangkan
Distamben Kalsel justru yang sedang berproses.
Á ÁSayangnya, lanjut Adwin, IUP milik kliennya ini tidak
ditandatangani bupati Tanbu yang baru tanpa alasan yang jelas,
meski semua perizinan sudah dikantongi kliennya. Ã Ãadi

No comments: