Sunday, January 2, 2011

Bobolnya Brankas Disdik HST Rp1,4 Miliar Syarat Rekayasa

BANJARMASINÄ Ä © Sat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel bersama Polres
HST mensinyalir, bobolnya isi brankas di Disdik HST Jl Sibli
Imansyah No 1 Barabai senilai Rp1,4 miliar syarat rekayasa alias
melibatkan orang di dalam kantor tersebut.
Á ÁKamis (30/12), Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Mas Guntur
Laupe didampingi Kasat I Krimum©nya AKBP Namora mengatakan,
bobolnya isi brankas pada Selasa (28/12) dini hari diduga kuat
melibatkan orang dalam.
Á ÁSebab, uang senilai Rp1,4 miliar tersebut sebenarnya belum
boleh dicairkan dari BPD Kalsel Cabang Barabai tanpa persetujuan
Kadisdik HST, Agung Parnowo.
Á ÁDikatakan Dir Reskrim, sesuai keterangan Agung di depan
penyidik, Agung tidak mengetahui kalau ada uang senilai Rp1,4
miliar di dalam brankas. Apalagi, sebenarnya dirinya tidak pernah
menandatangani berkas pencairan dana yang sebenarnya diperuntukkan
sebagai uang makan minum para guru di HST yang sejumlah 5.600 orang
untuk enam bulan mendatang.
Á ÁAlhasil, lanjutnya, polisi kini membidik tiga orang di dalam
kantor tersebut yang diduga terlibat pencairan uang secara ilegal,
yakni dengan jalan memalsukan tanda tangan Kadisdik HST.
Á ÁMereka yang dijadikan tersangka ada tiga orang, masing©masing
MH (Kasubag Keuangan), AM (Bendahara) dan HD (Pelaksana Sub
Keuangan). Ketiganya pejabat di Disdik HST.
Á ÁJika dikonfrontir dengan keterangan Pimpinan BPD Kalsel Cabang
Barabai Gt Agus P, jika memang ada pejabat bagian keuangan Disdik
HST melakuan transaksi pengambilan uang menggunakan cek pada hari
Senin (27/12) siang.
Á ÁPihak BPD Kalsel Cabang Barabai diduga berani mengeluarkan
uang karena cek ada tanda tangan Kadisdik HST, meski belakangan
diduga tanda tangan itu palsu.
Á ÁDitambahkan, AKBP Namora, ada kejanggalan dalam situasi
ruangan yang terdapat brankas tersebut. Sebab, teralis jendela dan
keadaan brankas yang tampak dirusak secara paksa, justru
diperkirakan dilakukan dari dalam, bukan dari luar. Polisi menduga,
diduga ada semacam rekayasa pihak tertentu seolah©olah isi brankas
dikuras oleh maling.
Á Á"Memang tiga orang dalam Disdik HST diperiksa dan dijadikan
tersangka, namun siapa pelaku pembobolan brankas dan yang merusak
teralis jendela masih diselidiki," jelasnya.
Á ÁKasus pembobolan brankas Disdik HST dengan kerugian Rp1,4
miliar mulai menunjukkan titik terang. Tim Polda Kalsel yang sudah
mereka ulang TKP menemukan sejumlah kejanggalan.
Á ÁPolres HST juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti
komputer milik Sub Bagian Keuangan dan uang tunai yang diakui
pejabat itu tercecer dalam plastik senilai Rp 7.975.000.
Á ÁTurut juga diperiksa, tujuh pengawai Disdik HST, di antaranya
AM (bendahara), MH (Kasub Bagian Keuangan), Rt (sekuriti Disdik),
Jn (staf keuangan), De (staf keuangan) dan Za serta AR, keduanya
staf sarana prasarana. Ã Ãadi

No comments: