Monday, January 3, 2011

Anggota DPRD Kalsel Jadi Tersangka

BANJARMASIN © Ä ÄSatu lagi anggota DPRD Kalsel terjerat kasus korupsi.
Setelah HM Yusri alias H Ujang Kadut mendekam di Lembaga
Pemasyarakatan (LP) Teluk Dalam dalam kasus Dana Siluman (Dansil),
kini Novi, ditetapkan sebagai tersangka.
Á ÁAnggota dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FªPDIP) ini jadi tersangka penggelembungan dana APBD Kabupaten
Kotabaru saat ia menduduki jabatan sebagai anggota DPRD Kotabaru
periode 1999©2004.
Á ÁNovi yang kini tercatat jadi anggota Komisi II DPRD Kalsel
ditetapkan sebagai tersangka bersama 21 mantan anggota DPRD
Kotabaru lainnya.
Á ÁSekretaris F©PDIP Kalsel, H Hermansyah mengakui kalau anggota
fraksinya kini telah menjadi tersangka seseuai ketetapan Kejaksaan
Negeri (Kejari) Kotabaru.
Á ÁPihaknya belum menyikapi permasalahan ini lantaran belum
dibicarakan pada tingkat fraksi. "Apalagi penetapan Novi baru kita
ketahui Sabtu (1/1) tadi lewat media," ujar Hermansyah, Senin (3/1)
kemarin.
Á ÁUntuk menyikapi permasalahan ini, ujarnya, biasanya fraksi
melakukan rapat internal. Hasilnya kemudian disampaikan ke DPD PDIP
Kalsel untuk menyikapinya. "Keputusan final ada di partai," terang
Hermansyah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PDIP Kalsel
Bidang Ekonomi ini.
Á ÁTentunya, ujar Hermansyah, sebagai kader partai Novianti tetap
akan mendapatkan advokasi atau pembelaan dari partai."Kami tidak
akan membiarkan kader divonis tanpa melakukan pembelaan,"
terangnya.
Á ÁSekedar diketahui selain Novianti, Kejari Kotabaru juga
menetapkan 20 orang anggota DPRD Kotabaru periode yang sama sebagai
tersangka atas kasus yang merugikan negara sekitar Rp2,6 miliar.
Á ÁDari 21 orang tersangka, lima diantaranya telah meninggal
dunia, yakni Nahason S Kameng, Mardjohan, Umar LN, Qasim Mad, dan
Masry Abdul Gani.
Á ÁSebelumnya kejaksaan telah mengeksekusi empat pimpinan DPRD
Kotabaru, Iwan Mahmud, Syairani Yusran, Usman Pahero dan Sikun.
Mereka divonis bebas di Pengadilan Negeri Kotabaru, namun kasasi
JPU dikabulkan Mahkamah Agung (MA) dengan mengenakan vonis masingªmasing dua tahun penjara. Ã Ãelo/adi

No comments: