Wednesday, December 22, 2010

Tersangka Korupsi Kartu NINS Akan Keluar

BANJARMASINÄ Ä © Proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tahun
2008 pada Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, saat ini pemeriksaan
saksi sudah selesai, tinggal ke tahap siapa nanti yang bakal
namanya mencuat sebagai tersangka.
Á ÁAda indikasi korupsi dalam pengadaan kartu siswa Nomor Induk
Standar Nasional (NISN) dan negara mengalami kerugian. Sayang
indikasi berapa kerugian negara, Unit III Tipikor Sat Reskrim
Mapolresta Banjarmasin masih merahasiakannya.
Á ÁDiketahui, modus yang dilakukan oleh mereka dalam pengadaan
kartu siswa NISN, dengan cara memecah anggaran untuk menghindari
pelelangan, dan indikasi masuknya unsur kesengajaan melawan hukum,
terdapat kerugian negara, serta memperkaya diri sendiri.
Á ÁDikatakan Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto
SIK Selasa (21/12) kemarin, hasil pemeriksaan dari 12 saksi di
antaranya, pegawai Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin dan kedua
rekanan, sudah selesai diperiksa. "Tinggal Polri menunggu hasil
audit dari BPKP," katanya tegas.
Á Á"Bila nantinya hasil audit sudah turun, kita masih lakukan
gelar kasus bersama pejabat Mapolresta membahas isi hasil audit.
Lalu tinggal kita ekspos nama©nama tersangka dari 12 saksi yang
telah diperiksa," tambahnya.
Á ÁSementara penjelasan ke BPKP sudah diserahkan pada Sabtu
(19/12). "Rencananya awal bulan Januari 2011 akan turun," tutupnya
saat di ruang Unit III.
Á ÁPada berita yang lalu, Sabtu (4/12), Kompol Suhasto SIK, saat
di halaman Mapolresta Banjarmasin mengakui ada temuan dari
pihaknya, ada indikasi korupsi dan negara dirugikan pada proyek
pengadaan barang kartu siswa NINS di Dinas Pendidikan Kota
Banjarmasin. "Dari penyelidikan masuk ke penyidikan, yang nilainya
tak bisa disebutkan takut melangkahi audit dari BPKP," ungkapnya.
à Ãzal/adi

No comments: