Friday, December 10, 2010

Tersangka Gula Rafinasi Akan Bertambah

BANJARMASINÄ Ä © Mapolresta Banjarmasin menetapkan tersangka kasus 150
kontainer gula rafinasi seberat 3.750 ton, yakni Direktur Utama
(Dirut) dari PT Masakar Hene asal Sulawesi Selatan (Sulsel),
berinisial AH. Tak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah
dilihat dari hasil penyelidikan petugas Sat Reskrim Mapolresta
Banjarmasin.
Á Á"Benar tersangka gula rafinasi sudah kita tetapkan.
Tersangkanya berinisial AH. Ia adalah Dirut PT Makasar Hene asal
Sulsel," kata Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Hilman Thayib
SIK usai melantik pejabat baru di Mapolresta Banjarmasin saat
dikonfirmasi, Jumat (10/12).
Á Á"Tak menutup kemungkinan tersangka gula rafinasi akan
bertambah lagi, setelah penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan
anak buah saya, dan namanya masih belum bisa kita publikasikan.
Tunggulah pemeriksaan selesai," tuturnya.
Á ÁSebagaimana diketahui, sebelumnya, media berusaha buat
mengetahui siapa nama tersangka dari perusahaan itu, namun pihak
Mapolresta dari Sat Reskrimnya tak mau mengekspos namar pelaku.
Á ÁPadahal, infonya, bos besar PT Makasar Hene, telah selama dua
hari menjalani pemeriksaan dengan beberapa pertanyaan oleh para
penyidik yang menangani kasus tersebut.
Á ÁHingga yang bersangkutan tidak ditahan, seperti para tersangka
lainnya yang melakukan tindak kriminal.
Á ÁSeperti yang dikatakan Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin
Kompol Suhasto SIK, Jumat (3/12), selama dua hari lalu bos pabrik
gula rafinasi itu menjalani pemeriksaan oleh unit Tindak Pidana
Tertentu (Tipiter), dengan tuduhan melanggar tindak pidana tak
adanya Surat Persetujuan Perdagangan (SPP) Gula Rafinasi Antar
Pulau (GRAPP).
Á ÁMenurut pihak Sat Reskrim, mereka sudah berkonsultasi dengan
pihak Dirjen Perindustrian dan Perdagangan dan Makanan Pusat di
Jakarta, pada hari Kamis (2/12) lalu.
Á ÁTersangka diduga telah melanggar dua ketentuan, antara lain
melanggar Keputusan Menteri Perindag No 334 Tahun 2004 tentang
Pelaksanaan Perdagangan Gula.Á À À ( ÁSerta melanggar Kepmen No 57 Tahun
2004. Selain itu tersangka nantinya akan dikenakan pasal berlapis,
dikenakan pasal 55 dan 56 KUHP tentang tindak pidana ekonomi.
Á ÁBila mengacu pada aturan gula rafinasi yang digunakan untuk
industri makanan alias bahan gula bebas terbatas, nasib Asosiasi
Petani Tebu (APT) mereka akan tak terlindungi hasilnya.
Á ÁUntuk barang bukti gula rafinasi seberat 3.750 ton yang ada di
terminal petikemas pada Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, jelas saat
ini sudah masuk sitaan dari Mapolresta Banjarmasin dan tinggal
menunggu hasil proses izin dari Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.
Á Á"Pada Sabtu (4/12), ribuan ton gula itu sudah masuk barang
sitaan negara," tegasnya.
Á ÁBerdasarkan ancaman dari UU No 19 Tahun 1955, bila diketahui
ada pelaku berani melanggar ketentuan pelanggaran perdagangan antar
pulau tanpa dilengkapi SPP GRAP akan terancam hukuman selama satu
tahun penjara.
Á Á"Saat diperiksa langsung, mereka memiliki izin pabrik dan
pemasarannya sudah lengkap, hanya saja karena tak ada SPP GRAP,
membuat mereka kena proses hukum oleh penyidik Sat ReskrimÔ h) 0*0*0*° ° Ô Mapolresta Banjarmasin," cetus Suhasto.Ã Ãzal/adi

No comments: