Tuesday, December 28, 2010

Sidang Gt Aswari Digelar Penangguhan Penahanan Masih Dipertimbangkan

MARTAPURA © Sidang perdana Gt Aswari, anggota DPRD Kota Banjarbaru
yang terlilit kasus dugaan pemalsuan ijazah akhirnya digelar di
Pengadilan Negeri (PN) Martapura, Selasa (28/12). Dalam sidang
pembacaan dakwaan itu, ia didudukan sebagai terdakwa bersama mantan
gurunya yakni Abdul Halim Daman.
Á ÁSidang yang sebelumnya dijadwal akan dimulai pukul 11.00 Wita
kemarin itu molor dua jam lebih, akibat keterlambatan kuasa hukum
terdakwa hadir dalam persidangan, sehingga sidang diskor oleh hakim
ketua Edy Suwanto SH, dan baru dibuka kembali pada pukul 13.30
Wita.
Á ÁSidang kembali diskor setengah jam kembali. Lantaran, tim
kuasa hukum wakil rakyat dari Kecamatan Cempaka ini belum juga
berhadir. Baru pada sekitar pukul 14.00 Wita lebih sidang
dilanjutkan kembali.
Á ÁAgenda sidang awal kemarin, adalah pembacaan dakwaan dari JPU
oleh Agung Pamungkas SH. Dalam dakwaan primair JPU tersebut,
keduanya dituduh melanggar pasal 263 ayat 2 KUHP jo 55 ayat (1) keª1 tentang pemalsuan.
Á ÁSedangkan untuk tuntutan subsidair©nya, JPU juga masih
memasang pasal yang sama tapi ayat yang berbeda, yakni pasal 266
ayat (2) jo pasal 55 ayat (1) ke©1 KUHP.
Á Á"Mempergunakan surat palsu tersebut seolah©olah asli. Itu yang
kami dakwakan," ujar Agung usai persidangan. "Untuk tuntutan
subsidair©nya keduanya dikenakan pasal 263 ayat (2) jo pasal 55
ayat (1) ke©1 KUHP," ujarnya.
Á ÁSaat ditemui sebelum sidang, Gt Aswari mengakui sehat tak
kurang satu jua pun, meski dirinya selama ini sejak 11 Desember
ditahan di LP Martapura.
Á Á"Ahamdulillah aku sehat, siap segalanya, tenang saja dan
silahkan publikasikan," katanya sambil menyalami sejumlah awak
media.
Á ÁBeberapa saat sesudah sidang dengan pembacaan dakwaan, Gt
Aswari sempat pula berkomentar minta dirinya tidak disebut sebagai
seorang pemalsu.
Á Á"Tolong jangan disebutkan aku pemalsu, karena bukan aku yang
buat," ucapnya sesudah sidang kemarin.
Á ÁSementara itu saat jalannya sidang kemarin, puluhan orang
memenuhi ruang sidang Gt Aswari. Warga yang hadir tersebut datang
langsung dari Kecamatan Cempaka memberikan dukungan moril langsung
kepada wakil mereka di dewan tersebut. Anak kandung Gt Aswari
bersama sejumlah anggota keluarga dan kerabat terlihat mengikuti
jalannya sidang pertama kemarin.
Á Á"Dakwaan JPU banyak yang tidak cermat. Kami akan
mempelajarinya lebih dalam," ujar Syamsul Bahri salah seorang
anggota tim kuasa hukum Gt Aswari dari Kantor Pengacara Muckhtar
Yahya dan Rekan.
Á ÁSoal penangguhan penahanan, tim kuasa hukum Gt Aswari ajukan
kembali penangguhan penahanan ke PN Martapura, untuk bisa dialihkan
menjadi tahanan kota saja, meski sempat ditolak langsung KejaksaanÔ h) 0*0*0*° ° Ô Negeri Martapura beberapa waktu lalu.
Á Á"Ya kita mengajukan permintaan kepada majelis hakim agar klien
kami bisa tahanan kota dari tahanan di Lapas," terangnya.
Á ÁDesakan pengajuan tahanan kota tersebut tidak hanya secara
resmi diajukan oleh kuasa hukum Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota
Banjarbaru ini saja, namun juga mendapat dukungan dari Forum RT/RW
di Kecamatan Cempaka, LSM Gebrak dan pihak keluarga kami yang
menjadi penjamin penangguhan itu.
Á Á"Selama 1 tahun 2 bulan pun, kliennya tidak pernah mangkir
dari panggilan penyidik. Tanpa jaminan pun klien kami tidak pernah
mangkir apalagi lari selama pemeriksaan itu," kata Kharil Fadli
kuasa hukum lainnya menambahkan.
Á ÁMenurut Syamsul Bachri lagi, berdasarkan pasal 21 KUHP,
pengajuan tahanan kota bisa dilakukan sepanjang tidak melarikan
diri, menghilangkan barang bukti dan mengulang lagi perbuatannya.
Á Á"Acuan kami pasal 21 tersebut, di mana tidak mungkin klien
kami lari atau mengulang kembali perbuatannya atau menghilangkan
barang bukti, itu rasanya tidak akan dilakukan, dan ini sejumlah
kalangan juga berani menjamin," bebernya.
Á ÁKetua majelis hakim Edy Suwanto yang juga menjabat sebagai
Ketua PN Martapura dikonfirmasikan hal ini mengaku masih akan
mempertimbangkannya penangguhan penahanan terdakwa.
Á Á"Ini kan baru sidang awal, memang tadi sudah diajukan ke
majelis. dipelajari dulu dan kami rapatkan majelis," pungkasnya
seraya berlalu dari awak media.
Á ÁProses pengadilan Gt Aswari ini bermula dari laporan Hamdi
(43), guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ahsanul Insan. Gt Aswari
dilaporkan dalam perkara pemalsuan Surat Keterangan Tamat Belajar
(SKTB), bernomor No: STPL/174/K/IX/2009/SPK tanggal 2 September
2009.
Á ÁHamdi mengaku telah melakukan kesalahan, membuat SKTB No:
15/MI.AI/SKTB/2003 pada MI Ahsanul Insan di Jl Handil Lima Desa
Keladan Baru. SKTB tersebut atas nama Gt Aswari yang lahir 11
Agustus 1957 dengan, Nomor Induk Siswa 42.
Á ÁSKTB tersebut lalu dipergunakan untuk mendapatkan ijazah paket
B, yang lalu diperbunakan untuk mendaftar sebagai Caleg tahun 2009
lalu. Akhirnya bermodal Paket B tersebut, ia berhasil lolos ke
kursi DPRD Banjarbaru. Ã Ãsup/adi

No comments: