Wednesday, December 22, 2010

Polisi Tolak Pengaduan Kaspul Anwar

BANJARMASIN© Buntut dari penganuliran kelulusan tes CPNS, Kaspul
Anwar dan ayahnya H Bahrudin mendatangi Mapolda Kalsel dan
Mapolresta Banjarmasin untuk mengadukan kelalaian dan pencemaran
namanya, Rabu (22/12) pukul 10.00 wita.
Á ÁTapi sayangnya saat berada di ruang pemeriksaan Dit Reskrim
Polda Kalsel dan Sat Reskrim Polresta Banjarmasin, pihak petugas
penyidik malah tidak menerima pengaduan Kaspul Anwar dengan alasan
di KUHP tidak ada pasal yang dapat menjerat BKD mengenai masalah
anulir kelulusan CPNS, sebab syarat©syaratnya tidak ada.
Á ÁBahkan pihak Dit Reskrim Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin
merasa kebingungan dalam menentukan pasal mana yang akan diberikan
kepada BKD Pemko Banjarmasin dalam kasus anulir kelulusan CPNS
tersebut.Á ` ` Á
Á ÁPadahal sebelumnya salah satu petugas sebelum mengadukan
meminta kepada Kaspul Anwar terlebih dahulu mencari bukti©bukti
terkait anulir kelulusan CPNS Pemko Banjarmasin.
Á ÁSedangkan petugas penyidik Dit Reskrim Polda Kalsel,
mengatakan, proses ini sebenarnya bisa diproses hukum, tapi karena
terkait permasalahan negara, maka pengaduan lebih baik diserahkan
di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Á ÁKaspul Anwar yang ditemani ayahnya H Bahrudin, seusai keluar
dari ruang Reskrim Polresta Banjarmasin, menyatakan kecewa
kedatangannya ke Polresta Banjarmasin dalam rangka hendak
mengadukan BKD Pemko Banjarmasin yang telah melakukan penganuliran
data kelulusannya yang sebelumnya di media koran harian Banjarmasin
Post dan Radar Banjarmasin telah mencantumkan namanya sebagai salah
satu CPNS yang lulus.
Á ÁSetelah dilakukan pengecekan untuk daftar ulang ke BKD Pemko
Banjarmasin ternyata malah namanya tidak terdaftar sebagai CPNS
yang lulus dan digantikan dengan nama orang lain.
Á ÁDalam pengumuman di media koran Banjarmasin Post dan Radar
Banjarmasin, ia termasuk dalam formasi Instruktur Mesin dengan
nomor peserta 713030012 beserta Khairi Fuad nomor peserta 713030028
yang dinyatakan lulus.
Á ÁDikatakannya, hingga kini pihak BKD Pemko Banjarmasin tidak
ada meminta maaf atas kesalahan data yang dikirimkan ke media
cetak.
Á ÁMenurut Kepala BKD Pemko Banjarmasin Drs HM Nispuani MAP ada
kesalahan pengiriman data ke koran.
Á ÁBahrudin menambahkan, ia dan anaknya akan ke LKBH Unlam
meminta bantuan hukum untuk selanjutnya mendaftarkan masalah dan
gugatan ke PTUN Banjarmasin. "Walaupun setelah usaha saya ini
menemukan jalan mulus dan nama anak saya sebagai CPNS yang tertera
di koran itu benar, semua tak ada arti. Malu sudah keluarga, saya
akan tolak itu nanti. Tapi kedatangan saya ke Polri minta keadilan
hukum, agar bisa mengungkap kasus ini," katanya.
Á ÁKasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto SIK saatÔ h) 0*0*0*° ° Ô dikonfirmasi mengenai laporan pengaduan dari korban yang namanya
dicatut tertera dalam koran lulus tes CPNS 2010, mengakui, dalam
kasus ini tak ada unsur pelanggaran KUHP, atau kesengajaan dan
pencemaran nama baik. "Tak bisa dijerat, tapi saya akan coba lihat
berkas itu sama anak buah saya," tegasnya.
Á ÁBerubahnya nama tertentu di koran ketimbang data dari BKD
memunculkan isu bahwa ada permainan uang di tubuh BKD, sehingga
dalam menit©menit akhir penentuan kelulusan, ada nama lain yang
dipaksakan masuk menggantikan nama yang sudah lulus. Ã Ãrds/zal/adi

No comments: