Wednesday, December 8, 2010

Polisi Kirim Surat Panggilan Kedua

BANJARMASINÄ Ä © Setelah satu minggu berlalu dari surat pemanggilan
pertama, kini pihak Sat Reskrim Mapolresta Banjarmasin kembali
layangkan surat pemanggilan kedua kepada Direktur Utama (Dirut) PT
Makasar Hene asal Sulawesi Selatan (Sulsel). Sayang pada
pemanggilan kedua, diketahui sang bos itu sakit.
Á Á"Kita kirim surat pemanggilan kepada Dirut PT Makasar Hene,
tujuannya tak lain untuk mengecek kebenaran apakah benar ia sakit
seperti yang dikatakan penasihat hukumnya dan tersangka wajib hadir
bila ada terima surat panggilan," kata Kasat Reskrim Mapolresta
Banjarmasin Kompol Suhasto SIK, Rabu (8/12) kemarin.
Á Á"Kita belum mengetahui secara detail apakah benar ia sakit dan
sebelumnya kita sudah layangkan surat pertama yang punya batas
waktu selama satu minggu dan berakhir sudah Rabu ini. Makanya kita
kembali layangkan surat pemanggilan kedua, masih dalam pemeriksaan
terhadap bos itu," tambahnya.
Á Á"Ia sudah kita tetapkan sebagai tersangka dari 150 kontainer
gula rafinasi seberat 3.750 ton itu, yakni Dirut PT Masakar Hene
asal Sulsel. Pihak kami belum bisa secara langsung menahan
tersangka gula rafinasi itu," tuturnya.
Á ÁWalaupun upaya media buat mengatahui siapa bakalan nama
tersangka sari Dirut itu sejauh ini, pihak Mapolresta dari Sat
Reskrim tak mau mengekspos nama besar pelaku tersebut, meski
selama dua hari ia telah menjalani pemeriksaan dengan beberapa
pertanyaan oleh para penyidik yang menangani kasus tersebut.
Á ÁHingga yang bersangkutan tidak ditahan, seperti para tersangka
lainnya yang melakukan tindak kriminal. Seperti yang dikatakan
Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto SIK, Jumat
(3/12) lalu, selama dua hari lalu bos pabrik gula rafinasi itu
menjalani pemeriksaan oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter),
dalam dugaan melanggar tindak pidana, tak adanya Surat Persetujuan
Perdagangan (SPP) Gula Rafinasi Antar Pulau (GRAPP).
Á ÁMenurutnya pihak Sat Reskrim, sudah berkonsultasi dengan pihak
Dirjen Perindustrian dan Perdagangan dan Makanan Pusat di Jakarta,
pada hari Kamis (2/12) lalu. Pelaku diduga telah melanggar dua
aturan, ntara lain melanggar Keputusan Mentri Perindag No 334 Tahun
2004, tentang aturan pelaksanaan perdagangan gula.
Á ÁSerta melanggar Kepmen No 57 Tahun 2004. Selain itu tersangka
nantinya akan dikenakan pasal berlapis, dikenakan pasal 55 dan 56
KUHP tentang tindak pidana ekonomi.
Á Á"Alasan kami cukup kuat tidak menahan langsung Dirut Makasar
Hene itu, karena UU yang berlaku, ancamannya di bawah lima tahun
tak wajib ditahan, ditambah ia cukup kooperatif," bebernya. Ã Ãzal/adi

No comments: