Wednesday, December 15, 2010

Perampok Bersenjata Gasak Harta Warga

MARTAPURA © Perampok bersenjata api kembali beraksi di wilayah
Kabupaten Banjar. Kini korbannya adalah Anwari (58), warga Desa
Kupang Rejo Kecamatan Sungai Pinang yang disatroni perampok, Selasa
(14/12) sekitar pukul 03.00 wita.
Á ÁTidak hanya menguras harta benda miliknya, gerombolan perampok
juga melukai istri korban, Musrini (48) dengan senjata tajam pada
bagian mata, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Ratu Zalecha Martapura, untuk dilakukan operasi akibat luka
yang diderita.
Á ÁDari pengakuan korban, dua perampok bersenjata memasuki
rumahnya yang menyatu dengan toko itu sekira pukul 03.00 Wita, dan
langsung menodongkan senjata tajam dan pistol ke arahnya.
Á ÁSelanjutnya, ia diikat oleh perampok tersebut di dalam rumah.
Sementara istrinya berada di dalam toko, sehingga ia tidak
mengetahui apa yang terjadi di sana.
Á Á"Yang saya lihat hanya dua orang yang masuk dalam rumah
membawa parang sama pistol langsung menodong dan mengikat saya.
Saya tidak bisa mengenali karena suasana rumah gelap," ujar Anwari
yang berprofesi sebagai Kepala Sekolah di SDN Kupang Rejo.Á Ð Ð F Á
Á ÁHal yang sama juga terjadi pada adiknya bernama Mastiar dan
sopirnya Mardani. Ketika datang ke rumah usai bepergian ke
Banjarmasin, ia langsung ditodong oleh perampok di luar luar rumah,
lantas ia diikat bersama sopir di kantor Dinas Kehutanan yang
berdekatan dengan rumah korban.
Á ÁUntungnya, anaknya bernama Agus Susanto terbangun dan langsung
melepaskan ikatan ayahnya. Setelah bebas dari ikatan, ia langsung
menuju toko yang berada pada bagian depan rumah. Di situ ia sudah
melihat istrinya tergeletak pingsan, dan ia melihat luka pada
bagian mata kanan istrinya sehingga matanya terlihat menonjol
keluar.
Á Á"Melihat itu, ia langsung kami larikan ke rumah sakit,"
bebernya. Kendati belum diketahui pasti, namun akibat kejadian
tersebut ia mengalami kerugian jutaan rupiah.
Á Á"Yang pasti uang sebesar Rp5,4 juta dan sebuah gelang emas
dibawa kabur oleh perampok. Yang lainnya belum tahu, karena istri
saya yang lebih tahu benda apa yang diambil," pungkasnya terlihat
dengan wajah yang masih trauma akibat kejadian.
Á ÁSementara itu, Musrini yang mengalami luka masih belum bisa
dimintai keterangannya, karena masih belum bisa berbicara pasca
penanganan oleh petugas medis.
Á ÁKapolres Banjar AKBP Ebet Gunandar dikonfirmasi sejumlah
wartawan soal kejadian ini membenarkan adanya aksi perampokan di
wilayah hukumnya. "Saat ini petugas masih mendalami kasusnya,"
pungkasnya. Ã Ãsup/adi

No comments: