Wednesday, December 8, 2010

Pengedar Sabu 158 Gram Diciduk Polisi

BANJARMASINÄ Ä © Residivis narkoba 1 kg ganja kering, RSR alias Ria
(40), kembali mengulangi perbuatannya. Ia diciduk oleh petugas Sat
II Dit Narkoba Mapolda Kalsel pimpinan Kasat II AKBP Jimmy
Agustinus Anes SIK bersama anak buahnya, di Jl Pekapuran RT 12
Sungai Lulut Kabupaten Banjar, Senin (6/12) pukul 20.00 Wita.
Á Á Dari tangannya petugas Sat II Narkoba menyita barang bukti
diduga sabu berat kotor 158 gram atau 1,58 ons yang tersimpan rapi
dalam kotak kardus berisikan dua paket besar sabu tersembunyi di
dua saku celana pendek warna coklat. Selain itu di dalam kotak itu
juga ada delapan batang sabun Wing batangan. Kiriman keempatkali ia
terima terendus polisi.
Á ÁWarga Jl Dharma Bakti V No 28 Banjarmasin mulus, tiga kali
berhasil menerima kiriman sabu lewat jasa pengiriman yang ia terima
dari pengirim yang diketahui beralamat fiktif atas nama Slamet,
warga Jl Cerme RT 01/RW 04 No 14 Cilacap Jateng.
Á ÁIronisnya kiriman ratusan gram paket sabu, lewat jasa
pengiriman dialamatkan di rumah adiknya berinisial NA, warga Jl
Sungai Lulut Km 8 Kompleks Karya Budi Utama Raya Blok A/27A RT 12
Banjarmasin Kalsel, hingga kiriman yang keempat kali terendus
polisi, setelah ada informasi dari Jakarta yang masuk ke Dit
Narkoba Mapolda Kalsel.
Á ÁDiakui penerima paketan 158 gram sabu, Ria (40), aktivitas
pengiriman ini sudah dua bulan berjalan dan tiga kali lolos dan
sudah dipasarkan di Kota Banjarmasin.
Á Á"Apalah artinya hasil satu hari kerja jadi tukang cukur rambut
tak cukupi biayai hidup satu keluarga. Satu kali antar saya dikasih
bos, Iwan Rp1,5 juta," katanya pelan.
Á Á"Tugas saya hanya terima kiriman barang dan saya tahu ada
isinya sabu, tapi saya tak tahu berapa berat sabu yang ada di kotak
kardus itu. Bila kiriman datang Iwan datangi rumah saya ambil
barang itu masih utuh dalam bentuk kardus, saya sendiri tak berani
buka. Untuk alamat Iwan sendiri saya kurang tahu, terpaksa saya
bohongi adik saya, dan beritahu bila ada kiriman dari Jawa tolong
beritahu," bebernya.
Á Á"Senin itu saya diberitahu adik saya NA ada kiriman datang dan
saya ambil. Belum jauh dari rumah adik saya, persis di depan gang
ada orang nyuruh berhenti, tak tahunya petugas polisi. Lemas
rasanya tubuh," akunya.
Á ÁRia menambahkan, keuntungan yang Rp1,5 juta dari bandar sabu
Banjarmasin buat biaya hidup sehari©hari. Dulu, tersangka diciduk
saat membawa ganja seberat 1 kg. Kemudian masuk bui selama empat
tahun satu bulan dan keluar bulan September 2009 lalu.
Á ÁDikatakan Dir Narkoba Mapolda Kalsel Kombes Pol Drs Agus B
Manalu SIK didampingi Sat II AKBP Jimmy Agustinus Anes SIK, Rabu
(8/12) pagi, tersangka sabu seberat 158 gram kotor dan berat bersih
150 gram diciduk saat tengah berada di Jl Pekapuran RT 12 Sungai
Lulut Kabupaten Banjar, ketika membawa barang bukti kotak kardusÔ h) 0*0*0*° ° Ô pukul 20.00 Wita.
Á ÁSaat diperiksa kotak kardus yang dibawa ditemukan dua paket
besar sabu berat kotor 158 gram terbungkus plastik terang di celana
pendek warna coklat yang ada dalam paketan kardus, termasuk juga
beberapa batang sabun Wing batangan.
Á Á"Modus operandi lewat jasa pengiriman ia isi sabun dan pakaian
baru. Kita tahu setelah ada informasi dari Jakarta, dan kita ikuti
mengarah ke pemilik tersangka RSR. Anehnya saat terima kiriman dari
pulau Jawa dikasih alamat adiknya NA. Adiknya disuruh telpon bila
ada kiriman datang," bebernya.
Á ÁMenurut kaca mata Dit Narkoba Mapolda Kalsel, alamat pengirim
adalah fiktif, bisa saja buat mengibuli polisi.
Á Á"Ia bikin alamat seperti yang tertera di kota itu pengirim
dari Cilacap Jateng Jl Cerme RT 01 No 14. Semua bisa saja wong
namanya sindikat bisa saja dibilang dari Jakarta atau Nusa
Kambangan tujuan dari si alamat pengirim TK Cilacap," tegasnya.
Á ÁUntuk tersangka bisa dikenakan hukuman mati, apalagi tersangka
juga residivis ganja 1 kg. "Untuk bandar sabu kita antisipasi
terus, kalau dinilai dengan uang jumla 158 gram sabu senilai Rp300
juta bila per 1 gram Rp2 juta. Pasal dikenakan pasal 112 ayat (2)
UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," pungkasnya. Ã Ãzal/adi

No comments: