Wednesday, December 15, 2010

Oknum Anggota DPRD Banjarbaru Masuk Sel

BANJARMASIN © Seorang oknum anggota DPRD Banjarbaru dari Partai
Bintang Reformasi (PBR), Gt Aswa oleh Kejari Martapura dimasukkan
ke dalam sel di LP Martapura terkait sebagai tersangka kasus
pemalsuan surat tanda tamat belajar, Senin (13/12).
Á Á"Pada hari ini, Kejari Martapura telah memasukkan seorang
tersangka kasus pasal 263 KUHP berinisial Aswa ke LP Martapura. Ia
tercatat sebagai anggota DPRD Banjarbaru dari PBR," jelas Kasi Pra
Penuntutan Pidum Kejati Kalsel Sandy Rosady SH MH didampingi Kasi
Penkum dan Humas Kejati Kalsel Rajendra SH, kemarin.
Á ÁPemeriksaan terhadap Aswa (53), warga Jl Sitiung RT 4 RW 2
Kecamatan Cempaka Banjarbaru ini sudah mengantongi ijin Gubernur
Kalsel.
Á ÁMenurut Sandy, Kejari Martapura setelah melakukan penyelidikan
dan penyidikan menemukan cukup bukti kalau Aswa dibantu tersangka
dua, Hal, memalsukan ijazah seolah©olah Aswa telah lulus di
Madrasah Ibtidaiyah Syariatul Islamiyah Martapura.
Á Á"Tersangka sebelum membuat ijazah palsu itu, mengaku telah
kehilangan ijazah sehingga mengurus ijazah di madrasah itu dibantu
tersangka dua, Hal. Namun, dari hasil penyidikan, yang bersangkutan
tidak pernah lulus dari madrasah tersebut," cetusnya.
Á ÁDiduga, motif tersangka mengurus ijazah yang ternyata palsu
itu untuk melengkapi persyaratan mencalonkan diri sebagai anggota
DPRD Banjarbaru. Ã ÃÄ Ä
Á ÁInfo lain menyebutkan, anggota DPRD yang saat ini masih
tercatat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjarbaru,
sejak kemarin, Senin (13/12) resmi ditahan Kejari Martapura setelah
adanya pelimpahan berkas dari Polres Banjar.
Á ÁAswa ditahan tidak sendirian, ia ditemani salah seorang
mantan gurunya Hal, yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini,
lantaran merekomendasikan pengeluaran surat keterangan tanda tamat
belajar (SKTTB).
Á ÁKasi Pidsus Agung Pamungkas SH kepada sejumlah wartawan
mengakui hal tersebut.
Á Á"Sekarang keduanya resmi menjadi tahahan Kejaksaan Negeri
Martapura," ujarnya.
Á ÁSesaat setelah menerima limpahan berkas beserta dua
tersangkanya, ia memastikan sebelum tanggal 23 Desember pihaknya
akan melimpahkannya ke Pengadilan Negeri Martapura.
Á Á"Mudah©mudahan sebelum tanggal 23 sudah akan kami limpahkan ke
pengadilan, karena batas waktu pelimpahan tanggal 23 tersebut sudah
akan tutup tahun," pungkasnya.
Á ÁDinaikkannya status anggota DPRD Kota Banjarbaru dari PBR
bersama mantan gurunya itu, setelah selama tiga hari statusnya
adalah tahanan Polres Banjar.
Á Á"Kedua tersangka ini memang menjadi tahanan kami sejak hari
Sabtu hingga siang Senin ini. Setelah dilimpahkan berkas bersama
dua tersangkanya, maka menjadi wewenang pihak Kejaksaan Negeri
Martapura," ungkap Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Nuryono, saat
memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan sebelum mengantar
keduanya ke kantor Kejari Martapura.
Á ÁDiungkapkannya, kedua tersangka yang berkasnya sudah ditangan
Kejari Martapura tersebut, dituduhkan melanggar Pasal 263 ayat 2
KUHP tentang pemalsuan, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁSekedar diketahui , pemalsuan ijazah menyusul dinyatakan tak
sahnya SKTTB yang dibuat oleh Kepala MI Ahsanul Ihsan, Kecamatan
Gambut. Anggota dewan Gt Aswa ini semula bersekolah di MI Syariatul
Islamiah, lantaran sudah tutup dan madrasah pun bergabung ke MI
Ahsanul Ihsan. Ã Ãsup/adi

No comments: