Wednesday, December 8, 2010

Kejari Genjot Pemeriksaan Saksi Kasus KPU

BANJARMASIN © Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin mulai melakukan
penyidikan dengan memeriksa dua saksi terkait dugaan kasus korupsi
dengan modus gratifikasi di tubuh KPU Kota Banjarmasin.
Á ÁKepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kajaksaan Negeri Banjarmasin
M Irwan di Banjarmasin, Selasa (7/12) mengatakan, dua saksi dari
staf kesekretariatan KPU Kota Banjarmasin telah menjalani
pemeriksaan.
Á ÁKedua saksi itu adalah Pegawai Negeri sipil yakni Kasubag Umum
Keuangan dan Logistik Rodian SSos dan Sekretaris KPU Kota
Banjarmasin Mastuti Rabitan.
Á ÁLanjut Irwan, kedua saksi diperiksa secara terpisah untuk
Rodian diperiksa Jaksa Penyidik Kejari Banjarmasin Ramadhani SH MH
dan untuk Mastuti Rabitan diperiksa oleh jaksa penyidik M Irwan
yang juga Kasi Pidsus Kejari Banjarmasin.
Á Á"Kita sudah melaksanakan pemeriksaan terhadap dua saksi
terkait dugaan korupsi gratifikasi pengadaan surat suara Pilkada
2010 ditubuh KPU Kota Banjarmasin," ucapnya.
Á ÁPihak penyidik Kejari Banjarmasin akan melakukan penyitaan
barang bukti berupa uang Rp25.000.000 pemberian dari tersangka
berinisial GF kepada PNS KPU Kota Banjarmasin.
Á ÁSelain itu pihak Kejari Banjarmasin juga akan melakukan
penyitaan terhadap dokumen©dokumen kegiatan pencetakan pengadaan
surat suara Pilkada 2010 Kota Banjarmasin.
Á Á"Pihak penyidik Kejari Banjarmasin yang menangani kasus
tersebut segera melakukan penyitaan terhadap barang bukti berupa
uang sebesar Rp25 juta dan dokumen©dokumen kegiatan pencetakan
pengadaan surat suara," terang Irwan.
Á ÁSedang untuk pemeriksaan terhadap tersangka berinisial GF akan
dilakukan setelah pihak jaksa penyidik selesai melakukan
pemeriksaan dan meminta keterangan para saksi.
Á ÁIrwan menambahkan, selanjutnya jaksa penyidik Kejari
Banjarmasin akan melakukan pemanggilan terhadap Ketua KPU Kota
Banjarmasin Mahmud Syazali untuk dimintai keterangan sebagai saksi
terkait kasus tersebut.
à ÃKorupsi Dinas PasarÄ Ä
Á ÁSementara itu, kasus dugaan korupsi Dinas Pengelolaan pasar
Kota Banjarmasin saat ini yang ditangani Kejari Banjarmasin sampai
pada pemeriksaan terhadap lima orang saksi.
Á ÁKepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Banjarmasin, M Irwan
di Banjarmasin, Senin (6/12) mengatakan, dalam kasus itu sudah ada
lima saksi yang diperiksa dan diminta keterangannya.
Á ÁKelima orang saksi itu terkait dugaan korupsi Dinas
Pengelolaan Pasar yang berhubungan dengan uang perjalanan dinas
yang dilakukan Dinas tersebut pada 2009©2010.
Á ÁDalam kasus itu, katanya, sampai saat ini sudah ada dua orang
yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Jaksa Penyidik
Kejari Banjarmasin.
Á ÁKedua orang yang sudah ditetapkan oleh pihak Tim Jaksa
Penyidik Kejari Banjarmasin sebagai tersangka itu diantaranya
berinisial Suk dan Mar.
Á Á"Kita sudah melakukan pemeriksaan lima saksi terkait dugaan
korupsi tersebut, dan kita juga sudah menetapkan dua tersangka yang
berinisial Suk dan Mar," ucapnya.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒ™Á ÁAda dua tersangka yang sudah ditetapkan dan tidak menutup
kemungkinan bertambah karena semua itu tergantung pada pengembangan
penyidikan yang dilakukan Jaksa Penyidik kasus tersebut.
Á ÁLima saksi yang sudah diperiksa antara lain Masniah,
Susilowati, Muhsainah, Linda dan Robiatul Adawiyah. Kelima saksi
itu berasal dari Dinas Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin.
Á ÁUntuk pemeriksaan dua tersangka Suk dan Mar akan dilakukan
setelah tim penyidik selasai memeriksa para saksi dalam kasus yang
secara tidak langsung dilakukan secara bertahap.
Á Á"Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka yang
berinisial Suk dan Mar itu setelah pihak Jaksa Penyidik selesai
melakukan pemeriksaan para saksi nanti," demikian Irwan. Ã Ãant/adi

No comments: