Sunday, December 26, 2010

Kejari Bentuk Tim Khusus Buru Buronan PKM

MARTAPURAÄ Ä © Kejaksaan Negeri (Kejari) Martapura sepertinya
kesulitan untuk menangkap tiga terpidana kasus Pabrik Kertas
Martapura (PKM), yang merugikan negara Rp6,3 miliar, sejak
dinyatakan buron beberapa bulan silam.
Á ÁHingga kini ketiga terdakwa yakni, mantan Kabag Perlengkapan
Setda Banjar Hairul Saleh, mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional
(BPN) Banjar, Iskandar Jamaluddin dan Direktur PT Golden, Gunawan
Sutanto masih bebas berkeliaran meski statusnya dinyatakan buron
oleh Kejari Martapura.
Á Á"Hingga kini belum ada titik terang keberadaan para terdakwa.
Kami sudah berusaha tapi belum juga ketemu," ujar Kepala Seksi
Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Martapura, Agung Pamungkas
ketika dikonfirmasi masalah ini via telepon genggamnya, Minggu
(26/12) kemarin.
Á ÁKendati masih belum ketemu, bukan berarti pihaknya berdiam
diri saja. Pihaknya terus melakukan pencarian, serta mengumpulkan
segala informasi dan terus mengendus keberadaan ketiga terdakwa.
Á Á"Saat ini masih dalam tahap pencarian. Informasi terus kami
kumpulkan untuk kepentingan penangkapan," tegas lelaki bertubuh
subur ini.
Á ÁSelain terus melakukan pencarian, pihaknya juga berencana akan
membentuk tim khusus untuk memburu ketiga terdakwa, supaya cepat
tertangkap untuk menjalani putusan.
Á Á"Kemungkinan akan dibentuk tim khusus dengan meminta bantuan
Kejati. Rencananya tim akan melibatkan Kejati Kalsel biar mudah,"
ungkapnya.
Á ÁSoal kapan pembentukan khusus itu, Agung masih belum bisa
membeberkannya, lantaran saat ini masih dalam tahap rencana. Jika
nantinya sudah terbentuk, maka tim inilah yang akan bekerja, untuk
menangkap ketiga terpidana yang saat ini melarikan diri.
"Belum tahu kapan. Mungkin dalam waktu dekat ini," tukasnya.
Sementara itu, kasus PKM yang diduga tidak hanya melibatkan tiga
terpidana tadi, juga melibatkan Gubernur Kalsel Drs H Rudy Ariffin,
yang saat itu menjabat sebagai Bupati Banjar selaku Ketua Tim
Pembebasan Lahan eks PKM tersebut. Saat ini, Kejari Martapura
sedang melakukan pemeriksaan saksi©saksi terkait dugaan tersebut.
Á Á"Kami sedang memeriksa saksi©saksi terkait keterlibatan Pak
Rudy," pungkasnya.
Á ÁSekadar mengingatkan, kasus ini terjadi setelah Pemkab Banjar
di masa pemerintahan Bupati Rudy Ariffin (sekarang Gubernur Kalsel)
memutuskan memberi ganti rugi lahan eks PKM kepada PT Golden
senilai Rp6,3 miliar.
Á ÁPemkab Banjar berdasar masukan dari panitia pembebasan yang
dimotori Hairul Saleh dan Iskandar mesti membayar ganti kerugian
lahan seluas 3 haktare yang masih dimiliki oleh PT Golden, sesuai
HGB yang dikantonginya.
Á ÁDi atas lahan itu, Pemkab Banjar akan membangun Pusat
Perbelanjaa Sekumpul (PPS), yang sampai sekarang masih sepi
penghuni, dan membangun rumah sakit penganti RSUD Ratu Zalecha yang
lama. Ã Ãsup/adi

No comments: