Thursday, December 9, 2010

Kajati Berupaya Cari Buronan PKM

BANJARMASIN © Kajati Kalsel yang baru, Didiek Sukarno SH MH dalam
jumpa pers Hari Anti Korupsi se©Dunia di Kejati Kalsel, Kamis
(9/12) menegaskan, dirinya bertekad berupaya membekuk tiga
terpidana kasus korupsi pembebasan lahan eks Pabrik Kertas
Martapura (PKM), tentunya dengan bantuan masyarakat.
Á Á"Barang yang busuk, ditutup rapat©rapat, suatu saat pasti
tercium juga. Dengan keyakinan, cepat atau lambat, tiga buronan
itu, baik bersembunyi atau sengaja disembunyikan, akan tertangkap
juga. Tentunya, kerja kejaksaan akan berhasil jika dibantu pula
oleh peran aktif masyarakat yang peduli dengan pemberantasan
korupsi," cetusnya didampingi As Pidsus Eerwindu dan Kasi Penkum
dan Humas Rajendra.
Á ÁSebagaimana diketahui, sejak beberapa bulan lalu, tiga
terpidana eks PKM, Hairul Saleh (mantan Kabag Perlengkepana Setda
Banjar), Iskandar Djamaludin (mantan Kepala BPN Banjar) dan Gunawan
(Dirut PT Golden) diputus bersalah dalam putusan kasasi Mahkamah
Agung (MA), masing©masing lima tahun penjara dalam kasus yang
diduga merugikan negara Rp6,4 miliar.
Á ÁNamun, sebelum pelaksanaan eksekusi dilaksanakan, ketiganya
keburu menghilang dan kini menjadi buronan.
Á ÁSementara itu, Kajati menerangkan, pihaknya selalu bersungguhªsungguh memberantas korupsi, meski tak semudah membalikkan telapak
tangan.
Á ÁUpaya tersebut, lanjutnya, mesti dibarengi upaya meningkatkan
kesadaran hukum para pejabat yang berhubungan dengan dana publik.
Di samping perlunya keselarasan peningkatan kesejahteraan pejabat
sehingga tak berpotensi untuk melakukan korupsi.
Á ÁMenyinggung bebasnya terdakwa korupsi Pelindo III Kotabaru,
Talhah di Pengadilan Negeri Kotabaru, pihaknya sudah mengajukan
kasasi ke MA.
Á Á"Ada perbedaan pendapat soal dana di Pelindo III Kotabaru.
Hakim menganggap itu dana privat, sementara jaksa memandang, dana
di Pelindo III termasuk dana publik, karena perusahaan ini milik
BUMN terlihat dari porsi dana publik lebih dari 51 persen. Kita
optimis, dalam kasasi kita akan menang," cetusnya. Á x x A Á
Á ÁSejauh ini, sepanjang tahun 2010, Kejati bersama jajaran
kejari se©Kalsel telah melakukan penyidikan kasus korupsi sebanyak
65 kasus. Ada sebanyak 50 kasus sudah sampai ke tahap penuntutan di
pengadilan.
Á ÁKejati sendiri menyidik delapan kasus, di antaranya kasus
gratifikasi di Kanwil Depag Kalsel serta Pelindo III Kotabaru.
Menyusul Kejari Banjarmasin lima kasus di penyidikan, Kejari
Kandangan empat, Kejari Kotabaru lima, Kejari Martapura tiga kasus,
Kejari Amuntai enam, Kejari Barabai empat, Kejari Tanjung tiga,
Kejari Rantau dua, dan Kejari Pelaihari 10 kasus dan ini terbanyak.
Á ÁKemudian, Kejari Marabahan tiga kasus di penyidikan, Kejari
Banjarbaru empat, Kejari Batulicin lima kasus serta Kejari Paringin
tiga kasus.
Á ÁDitambahkan Erwindu, dalam tahun ini, jumlah kerugian negara
dari kasus korupsi di tahap penyidikan senilai Rp3.111.376.120 dan
jumlah kerugian negara yang diselamatkan pada tahap penuntutan
Rp92.397.500.

No comments: