Thursday, December 16, 2010

Gula Sitaan Tak Bisa Dilepaskan Begitu Saja

BANJARMASINÄ Ä © Selama dua jam lebih pertemuan antara Polda Kalsel
dengan Komisi II DPRD Kalsel, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel,
Dinas Pehubungan Provinsi Kalsel, di DPRD Kalsel membahas 150
kontainer gula rafinasi seberat 3.750 ton banyak menuai keanehan.
Satu pihak ada yang meminta ribuan ton gula itu dilegalkan saja,
mengingat gula di pasaran langka, Kamis (16/12) pagi kemarin.
Á ÁSeperti yang dikatakan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs
Hilman Thayib SIK, pihaknya tetap berkeras dalam sitaan sebanyak
3.750 ton gula rafinasi sudah final tak bisa diganggu gugat,
apalagi dilegalkan sebelum kasusnya benar©benar terungkap hingga ke
pengadilan. "Dalam artian tak bisa dikembalikan kepada pihak
asosiasi semua sudah dikunci," katanya tegas.
Á Á"Apalagi ribuan ton gula rafinasi itu adalah sitaan dan adalah
barang bukti dan tetap ditahan, dan biarkan supaya tetap di
tempatnya. Namun untuk mencek apakah benar ada tidaknya kelangkaan
silakan Komisi II DPRD Kalsel ke lapangan. Tapi dari kaca mata
Polresta Banjarmasin Kalsel tak bakalan kekurangan gula," bebernya.
Á Á"Contoh yang ril, asosiasi bilang gula langka dan mereka tak
bisa datangkan gula karena dananya tertahan dengan adanya kasus
gula rafinasi seberat 3.750 ton. Tapi anehnya pihak asosiasi malah
dari hasil penyelidikan diketahui telah memesan gula ke pihak PT
Makassar Hene sebanyak dua kali. Siapa bilang pihak itu terkendala
dana," kukuhnya.
Á ÁSedangkan Dir Reskrim Mapolda Kalsel Kombes Pol Drs Mas Guntur
Laupe SIK usai pertemuan mengatakan, kasus gula sudah memasuki
tahan atau tingkat penyidikan, sehingga jelas tak bisa dihentikan.
"Kita harus jerat tersangkanya, positif ada satu tersangka,"
katanya.
Á ÁMenurutnya, mekanisme yang tepat untuk membebaskan 3.750 ton
gula rafinasi yang disita adalah lewat jalur pelelangan. "Itu
adalah solusi yang cepat dari Polri. Bukan seperti yang diminta
oleh Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel dan Komisi II DPRD Kalsel
gula Rafinasi yang disita dikeluarkan sebanyak 1.000 ton, apalagi
semuanya, tak mungkin itu," tegasnya.
Á Á"Kepala Dinas Perdagangan Kalsel akan kita jadikan saksi dulu.
Besok, ia kita minta supaya datang dan penuhi panggilan sebagai
saksi," tutupnya.
Á ÁSedangkan Kasat Reskrim Kompol Suhasto SIK menerangkan, di
lapangan gula masih bisa bertahan dan diketahui ada dua bos besar
gula, UD Yandi Gunawan keluar SPP graf sebesar 1.500 ton dan PT
Benteng Asia 2.000 ton, dan yang masih ada lagi 5.000 ton tapi SPP
graf belum selesai," katanya.
Á ÁSedangkan Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhamad Ikhsanuddin
mengatakan, perlu dilakukan pengkajian terlebih dahulu. "Kita akan
adakan kembali pertemuan dengan distributor gula rafinasi,"
katanya.
Á Á"Perlu pengkajian dana talangan dan kita akan pikirkan. Untuk
distributor gula memang sengaja tidak kita undang dalam pertemuanÔ h) 0*0*0*° ° Ô ini, sedangkan kebutuhan gula saat ini mencapai 9©10 ribu ton, baik
untuk industri dan rumah tangga," cetusnya.
Á ÁDinas Perdagangan Provinsi Kalsel malah meminta pihak Polri
bisa dengan legowo mengeluarkan 3.750 ton gula rafinasi yang
disita. "Bila tak bisa disetujui cukup 1.000 atau 2.000 ton dan
nantinya dana itu buat pengusaha gula di Kalsel kembali membeli
gula dari PT Makassar Hene. Ã Ãzal/adi

No comments: