Monday, December 20, 2010

Giliran Sekdaprov Kalsel Diperiksa Polisi

BANJARMASINÄ Ä © Petugas Unit IV Tipiter Sat Reskrim Mapolresta
Banjarmasin memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel H
Muhamad Muchlis Gafuri. Ia dijadikan sebagai saksi, terkait
disitanya gula rafinasi seberat 3.750 ton dari 150 kontainer, oleh
petugas Polri Mapolresta Banjarmasi, Senin (20/12) kemarin.
Á ÁIa dicecar puluhan pertanyaan dan berakhir pada pukul 15.30
Wita. Usai memberikan jawaban selama lima jam ke penyidik Polri, ia
dicegat wartawan di depan Sat Reskrim Mapolresta.
Á Á"Saya lupa berapa kali pertanyaan yang ditanyakan oleh
penyidik kepada saya. Yang jelas semua pertanyaan menyangkut
masalah pemerintahan," katanya.
Á Á"Selama ini gula di daerah lancar©lancar saja, Pemprov Kalsel
sudah lakukan koordinasi dengan Polresta Banjarmasin dan Mapolda
Kalsel, gula di Kalsel cukup. Saya saja selama lima jam diperiksa
tak bisa kerja seharian. Rugi saya, diperiksa jadi saksi, datangnya
saya juga karena kebutuhan penyidikan," katanya.
Á Á"Gubernur Kalsel adalah kepala wilayah, sehingga bila ada
gejolak itu wajib mengatasinya. Gubernur kan ada punya tim. Surat
dilayangkan ke Kementerian Perdagangan dan Kementrian Perindustrian
di Jakarta, namun surat balasan yang diharapkan tak ada," tegasnya.
Á Á"Gubernur boleh berikan ijin gula rafinasi. Kasus ini terjadi
karena ada kelambanan yang semestinya bisa cepat disetujui oleh
kementerian. Namun dari pihak asosiasi gula bersatu tak ada
permintaan kepada kita buat membantu. Seharusnya bisa selesai
selama 10 hari berkas permintaan itu, hingga sempat terjadi
implikasi di daerah Kalsel," bebernya.
Á ÁMenurutnya, gula di pasaran normal dengan harga per kilogram
Rp9.000. "Jangan dibalik gula banyak menumpuk tapi harga di pasaran
melonjak bisa sekira Rp12.000 hingga Rp14.000, itu melampaui
prosedur yang ada," katanya.
Á ÁDitambahkan, gula rafinasi tak benar bila dikonsumsi tak baik.
Menurutnya, gula rafinasi berbahaya dikonsumsi langsung adalah
penafsiran yang salah. "Bila terlalu banyak mengonsumsi sari manis
itu yang bisa berakibat fatal. Untuk kejelasan silakan tanya ke
Balai POM Banjarmasin," belanya.
Á Á"Ada prosedur harga gula kita batasi Rp9.000 per kilogram.
Distributor harus sesuai aturan, jangan nantinya stok gula banyak
harga malah melambung hingga berkisar Rp12.000 hingga Rp14.000,"
cetusnya.
Á ÁMenurutnya lagi, 1.000 ton gula rafinasi untuk keluar memang
harus melalui prosedur lelang, dan juga efektif mengurangi beban
pelabuhan.
Á ÁSeperti yang dikatakan Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin
Senin (20/12) setelah diperiksanya dua saksi, yaitu Plt Kadis
Perdagangan dan Perindustrian Kalsel, Ir Aksan Zuzaimah dan Kepala
Bagian (kabag) Sarana Perekonomian Setda Provinsi Kalsel Ir HÔ h) 0*0*0*° ° Ô Syamsir Rahman MS, mereka memeriksa Sekda.
Á Á"Intinya kasus gula tak boleh diintervensi yang benar harus
lelang terhadap 3.750 gula sitaan itu. "Mau tidak mereka yang punya
barang melaksanakan, sebab berdasarkan pasal 45 KUHP disebutkan
bila barang bukti masih di tangan penyidik bisa dijual dengan cara
lelang. Karena waktu pemeriksaan kasus gula mepet dan akan
diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjaramsin,"
ujarnya. Ã Ãzal/adi

No comments: