Wednesday, December 22, 2010

Divonis 2 Tahun Helmi Pertanyakan Anggota Tim Lainnya

BANJARMASINÄ Ä © Terdakwa Helmi Indra Sangun yang diseret ke
persidangan karena dugaan kasus korupsi akhirnya dijatuhi hukuman
selama dua tahun oleh majelis hakim yang dipimpin Eko Purwanto SH
MH, bersama dua hakim anggotanya, Suprapti SH dan M Basir SH.
Á ÁSidang biasanya dilaksanakan di ruang Garuda Pengadilan Negeri
(PN) Banjarmasin, akan tetapi persidangan yang berlangsung, Rabu
(22/12) kemarin, justru digelar di ruang Cakra.
Á ÁHukuman yang diberikan majelis hakim lebih ringan tiga tahun
dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) M Irwan Cs, yang
menuntutnya selama lima tahun.
Á ÁMeskipun demikian, terdakwa tetap saja kecewa dan mengajukan
keberatan dengan putusan tersebut. Karena menurutnya, dirinya tidak
terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi seperti yang
dituduhkan jaksa.
Á ÁDikatakannya, seharusnya kalau berdasarkan fakta yang
terungkap di persidangan, dirinya bebas dari segala tuntutan jaksa,
karena apa yang dituduhkan jaksa itu tidak terbukti.
Á Á"Bahwa jelas©jelas isi berkas putusan yang dibacakan majelis
hakim, tidak ada kerugian keuangan negara, apalagi untuk memperkaya
diri sendiri dan orang lain," kata Helmi kecewa, seusai sidang.
Á ÁPada berkas putusan sebanyak 50 halaman yang dibacakan secara
singkat, majelis hakim menyatakan kalau proyek pengembangan
landasan pacu Bandara Syamsudin Noor menjadi embarkasi haji itu
tidak ada terdapat unsur kerugian negara.
Á ÁSelain itu tidak ada unsur memperkaya diri sendiri maupun
orang lain, karena dengan adanya proyek pengembangan landasan pacu,
terdakwa tidak terlihat kaya.
Á ÁAkan tetapi menurut majelis hakim, dalam proyek tersebut
terdapat adanya kewenangan Sjachriel Darham mantan Gubernur
Kalimantan Selatan, yang memilih dan menunjuk tim lelang.
Á ÁPerbuatan terdakwa memang tidak ada unsur merugikan keuangan
negara, namun yang dilakukan terdakwa adalah untuk menyenangkan
hati orang lain, karena proyek tersebut adalah idenya Sjachriel
Darham.
Á ÁUntuk mewujudkan keinginannya, Sjachriel Darham menunjuk
terdakwa dan beberapa orang lain menjadi tim lelang, sehingga
proyek pengembangan landasan pacu menjadi embarkasi haji
terlaksana.
Á ÁSedangkan dana untuk melakukan pengembangan landasan pacu
tersebut dari BUMN PT Hutama Karya. Menurut majelis hakim perbuatan
terdakwa telah menyenangkan Sjachiel Darham, karena dari dana BUMN
PT Hutama Karya itu berpotensi adanya kerugian keuangan negara.
Á ÁBerdasarkan pertimbangan itulah majelis hakim berkesimpulan
kalau terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana
sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 55 ayat (1) ke©1 KUHP,
seperti pasal yang dikenakan JPU, dan menjatuhkan hukuman selama
dua tahun kepada terdakwa.
Á ÁTerdakwa juga harus membayar denda sebesar Rp100 juta. ApabilaÔ h) 0*0*0*° ° Ô tidak dibayar maka diganti hukuman penjara selama enam bulan.
Á ÁMenyikapi putusan tersebut, terdakwa mengatakan sangat
keberatan dan akan mengajukan banding.
Á Á"Saya juga heran, mengapa majelis hakim bisa berpendapat
seperti itu. Saya cuma menjalankan, sedangkan yang memerintahkan
itu adalah Sjachriel Darham, apalagi saya dalam tim tersebut hanya
sebagai wakil ketua, dan mengapa cuma saya yang harus diproses,"
ungkapnya dengan rasa kecewa.
Á Á"Kalau memang benar saya harus dihukum juga, lalu bagaimana
dengan Ismed Ahmad dan beberapa anggota tim lainnya, serta yang
memberikan perintah," tandasnya.
Á Á"Dengan putusan tersebut, saya memang mengatakan pikir©pikir,
tapi saya tetap upaya banding, karena saya sangat kecewa dengan
putusan tersebut," tambahnya.
Á ÁJPU M Irwan C, juga mengatakan pikir©pikir atas putusan yang
diberikan majelis hakim kepada terdakwa.
Á ÁDiketahui terdakwa dituduh bersama©sama dengan Ir Sampurno
mantan Kasubdin Perhubungan Udara pada dinas yang sama yang kini
terpidana, dianggap melakukan dugaan korupsi dalam proyek
pemgembangan landasan pacu Syamsudin Noor untuk embarkasi haji.
Á ÁBerdasarkan dakwaan JPU, akibat perbuatan terdakwa dan
bawahannya Ir Sampurno, daerah dirugikan sebesar Rp14.754.452.790
dari dana proyek pengembangan bandara yang mendekati Rp100 miliar.Ã Ã
ris/adi

No comments: