Wednesday, December 15, 2010

Berkas Penyerobotan Lahan Limpah

BANJARMASINÄ Ä © Berkas kasus penyerobotan lahan dengan tersangka Emmy
yang ditangani Sat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel dilimpahkan ke
Kejati Kalsel, Senin (13/12).
Á Á"Hari ini, berkas kasus penyerobotan lahan dengan tersangka
Emmy memang sudah diserahkan ke Kejati Kalsel," ujar Dir Reskrim
Polda Kalsel Kombes Pol Mas Guntur Laupe, kemarin.
Á ÁDisinggung mengenai apakah SHM No 21/1972 atas nama Miansyah
bin Tambi itu asli atau bukan, menurut Dir Reskrim masih belum
ditentukan, karena SHM tersebut masih dalam pemeriksaan tim dari
BPN Banjar.
Á Á"Pemeriksaan isi SHM itu yang penting, apakah memang asli atau
bukan. Jika palsu, maka siapa yang mengeluarkannya perlu juga
ditelusuri," cetusnya.
Á ÁSementara itu, Kasi Pra Penuntutan Pidum Kejati Kalsel Sandy
Rosady SH MH didampingi Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel
Rajendra SH mengakui kalau berkas yang diserahkan Dit Reskrim Polda
Kalsel masih di bagian tata usaha. "Nanti akan kami cek lagi,"
jelasnya.
Á ÁMeski laporan dari Puslabfor Polda Jatim, di Surabaya bahwa
tanda tangan di SHM No 21/1972 atas nama Miansyah bin Tambi yang
dikuasai H Muhidin (Walikota Banjarmasin) dinyatakan identik alias
asli, namun materi di dalam SHM masih diragukan keasliannya oleh
penyidik Sat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel.
Á ÁJumat (22/10), Dir Reskrim Kombes Pol Mas Guntur Laupe melalui
perwira penyidik AKP Alex Suwardi membenarkan bahwa laporan dari
Puslabfor bahwa tanda tangan di SHM No 21/1972 itu identik.
Á Á"Namun, materi isinya itu diduga hasil saduran, makanya kita
masih memintakan saksi ahli dari BPN Banjar untuk dinilai apakah
isi di dalam SHM itu benar asli ataukah hasil saduran (nyontek),"
tukas Alex.
Á ÁKecurigaan kalau SHM itu bermasalah diperkuat dengan harga
jual beli tanah di Jl A Yani Km 17 Gambut tersebut terkesan kurang
wajar, ditambah lagi adanya temuan awal dari tim ad hoc, kalau SHM
itu hasil menyontek SHM No 21/1972 atas nama L Koenoem yang letak
tanahnya di Jl A Yani Km 13 Gambut.
Á ÁInformasi yang diperoleh dari sumber di Kejati Kalsel,
tersangka penyerobot lahan, Emmy di depan penyidik Polda Kalsel
mengaku kalau ia menjual tanah tersebut ke H Muhidin pada 20
Desember 2006 sesuai bukti kwitansi jual beli.
Á ÁMasih dari sumber, tanah itu dihargai Rp50 ribu permeter dan
Emmy mengaku bahwa ia menjual tanah yang cukup luas itu senilai
kurang lebih Rp200 juta. Belakangan, H Muhidin membantah tanah itu
dibeli. Menurut Muhidin, uang Rp200 juta itu hanya uang untuk balik
nama, karena sebenarnya ia menghargai tanah itu Rp600 juta sesuai
dengan nilai pinjaman Emmy dalam bisnis sebelumnya.
Á ÁEmmy, warga Banjarbaru dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl
Pulo Mas III A/9 RT 004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau
Gadung Jakarta Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah
memalsukan SHM No 21/1972.
Á ÁKuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang berkantor Jl Hang
Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan kepada pers, akibat
tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar,
akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45 Gambut, KabupatenÔ h) 0*0*0*° ° Ô Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran Sertifikat Sementara
tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut, Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas 10.000 meter
persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani Kepala
Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972
atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM No 21/1972 atas
nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600.
à Ãadi

No comments: