Sunday, December 5, 2010

Ancaman 1 Tahun Tersangka Gula Tak Ditahan

BANJARMASINÄ Ä © Polresta Banjarmasin kini sudah menetapkan siapa yang
jadi tersangka dari kasus 150 kontainer gula rafinasi seberat 3.750
ton itu. Tenyata yang dijadikan tersangka adalah Direktur Utama
(Dirut) dari PT Masakar Hene asal Sulawesi Selatan (Sulsel).
Anehnya walaupun sudah ada tersangka, namun pihak Mapolresta
Banjarmasin belum bisa secara langsung menahan tersangka gula
rafinasi itu.
Á ÁWalaupun media berusaha buat mengetahui siapa nama tersangka
dari perusahaan itu, namun pihak Mapolresta dari Sat Reskrimnya tak
mau mengekspos namar pelaku.
Á ÁPadahal, infonya,t bos besar PT Makasar Hene, telah selama dua
hari menjalani pemeriksaan dengan beberapa pertanyaan oleh para
penyidik yang menangani kasus tersebut.
Á ÁHingga yang bersangkutan tidak ditahan, seperti para tersangka
lainnya yang melakukan tindak kriminal.
Á ÁSeperti yang dikatakan Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin
Kompol Suhasto SIK, Jumat (3/12), selama dua hari lalu bos pabrik
gula rafinasi itu menjalani pemeriksaan oleh unit Tindak Pidana
Tertentu (Tipiter), dengan tuduhan melanggar tindak pidana tak
adanya Surat Persetujuan Perdagangan (SPP) Gula Rafinasi Antar
Pulau (GRAPP).
Á ÁMenurut pihak Sat Reskrim, mereka sudah berkonsultasi dengan
pihak Dirjen Perindustrian dan Perdagangan dan Makanan Pusat di
Jakarta, pada hari Kamis (2/12) lalu.
Á ÁTersangka diduga telah melanggar dua ketentuan, antara lain
melanggar Keputusan Menteri Perindag No 334 Tahun 2004 tentang
Pelaksanaan Perdagangan Gula.Á À À ( ÁSerta melanggar Kepmen No 57 Tahun
2004. Selain itu tersangka nantinya akan dikenakan pasal berlapis,
dikenakan pasal 55 dan 56 KUHP tentang tindak pidana ekonomi.
Á ÁBila mengacu pada aturan gula rafinasi yang digunakan untuk
industri makanan alias bahan gula bebas terbatas, nasib Asosiasi
Petani Tebu (APT) mereka akan tak terlindungi hasilnya.
Á ÁUntuk barang bukti gula rafinasi seberat 3.750 ton yang ada di
terminal petikemas pada Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, jelas saat
ini sudah masuk sitaan dari Mapolresta Banjarmasin dan tinggal
menunggu hasil proses izin dari Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin.
Á Á"Pada Sabtu (4/12), ribuan ton gula itu sudah masuk barang
sitaan negara," tegasnya.
Á ÁDitambahkan Kasat, para saksi yang diperiksa, ditemukan dengan
pasti hanya satu orang yang bakalan diduga sebagai tesangka, tapi
tak menutup kemungkinan si penerima ribuan ton gula rafinasi
tersebut, bakalan ikut terseret, jadi tersangka.
Á ÁBerdasarkan ancaman dari UU No 19 Tahun 1955, bila diketahui
ada pelaku berani melanggar ketentuan pelanggaran perdagangan antar
pulau tanpa dilengkapi SPP GRAP amak terancam hukuman selama satu
tahun penjara.
Á Á"Saat diperiksa langsung, mereka memiliki izin pabrik dan
pemasarannya sudah lengkap, hanya saja karena tak ada SPP GRAP,
membuat mereka kena proses hukum oleh penyidik Sat Reskrim
Mapolresta Banjarmasin," cetus Suhasto.
Á ÁSedangkan salah satu perwakilan atau Depo Makasar Hene CabangÔ h) 0*0*0*° ° Ô Banjarmasin Beny Lesmana mengaku pasrah dengan ditetapkannya Dirut
PT Makasar Hene sebagai tersangka kasus gula itu. "Kita ikuti saja
proses yang dilakukan Polresta Banjarmasin, kita akan lengkapi
dokumen SPP GRAP, yang dipinta penyidik," katanya pelan.
Á ÁMenurutnya, selama ini pengiriman gula rafinasi itu tidak
lepas dari rekomendasi Gubenur Kalsel yang minta bantuan kepada
mereka. "Sebab rekomendasi selama perbulan mencapai 10 ribu ton,
dan permintaan kebutuhan, kami mengirimkan 10 ribu ton. Dirjen
Deperindag dan Makanan hanya setuju 1.000 ton perbulan, dan ke
depan diperbolehkan tiga ribu ton perbulan," bebernya. Ã Ãzal/adi

No comments: