Thursday, November 25, 2010

YLPKI Banjarmasin Dukung Langkah Polisi

BANJARMASIN © Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia
(YLPKI) Banjarmasin, melalui ketuanya, Fauzan Ramon SH, Kamis
(25/11) menyatakan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan
Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin.
Á Á"Kita sangat mendukung penindakan bagi pedagang nakal yang
sengaja menumpuk gula demi menarik keuntungan namun merugikan
konsumen. Begitu pula masalah gula rafinasi, itu jelas©jelas tidak
diperbolehkan dijual bebas di pasaran, karena itu cuma untuk
konsumsi industri," tegasnya di hadapan para wartawan, kemarin.
Á ÁMenurutnya, gula rafinasi yang berbeda dengan gula pasir dari
tebu, hanya bisa dijual kepada industri roti. Sehingga tidak bisa
dijual bebas di pasar atau warung untuk konsumen umum.
Á Á"Sudah jelas kalau gula rafinasi ini tidak bisa dikonsumsi
langsung oleh konsumen, karena bisa merugikan kesehatan,"
tandasnya, seraya membagi©bagikan selebaran mengenai bahaya
mengonsumsi gula rafinasi secara langsung.
Á ÁFauzan menilai, para cukong gula tidak boleh hanya
mementingkan keuntungan, sementara gula yang semestinya bisa
beredar di masyarakat, malah digudangkan atau ditumpuk, sehingga
terjadi kelangkaan gula.
Á ÁSelain itu, pedagang atau cukong gula disayangkan jika
memasarkan gula rafinasi dengan bebas ke masyarakat konsumen,
karena hal itu sama saja dengan pembodohan terhadap konsumen.
Á Á"Di satu sisi, gula pasir yang aman dikonsumsi secara langsung
mudah dipermainkan para cukong, dengan jalan menggudangkan atau
menumpuknya dalam waktu lama, sehingga terjadi kelangkaan dan
mahalnya harga gula. Di sisi lain, karena berpotensi menuai untung
besar, justru gula rafinasi yang hanya boleh dijual ke industri,
justru sengaja dipasarkan kepada masyarakat umum," sesalnya.
Á ÁFauzan berharap, Polda Kalsel maupun Polresta Banjarmasin
dapat melakukan tindakan tegas terhadap para cukong gula nakal ini.
"Tegakkan hukum, karena menumpuk gula yang menjadi hak konsumen,
itu jelas melanggar hukum. Demikian juga memperdagangkan gula
rafinasi kepada umum, jelas menyalahi aturan kesehatan," cetusnya.
Á ÁSementara itu, menyinggung soal ribuan ton gula rafinasi yang
kini disita Polresta Banjarmasin, menurut Fauzan sudah menjadi
kewenangan Polresta Banjarmasin. "Pak Kapolda (Brigjen Pol
Syafruddin) mengatakan bahwa soal gula rafinasi ada yang berwenang
menanganinya, yakni Polresta Banjarmasin. Beliau tidak akan
intervensi. Karena menurut beliau, hukum harus ditegakkan. Kalau
memang izin edar gula rafinasi sudah daluarsa ya harus ditindak,"
ungkapnya beberapa saat usai bertemu Kapolda.
Á ÁYLPKI juga menyarankan kepada Dinas Kesehatan Kalsel supaya
intensif memberikan penyuluhan kepada masyarakat apakah arti gula
rafinasi. Ã Ãadi


Bahaya Mengonsumsi Langsung Gula Rafinasi
SELAMA ini masyarakat awam hanya mengenal bahwa gula yang ada di
pasaran adalah gula putih. Padahal, ada dua jenis gula konsumsi
yaitu gula putih dan gula rafinasi. Kedua gula tersebut sangat
berbeda baik dari segi fisik maupun kegunaannya sehingga segmentasi
pasar kedua gula tersebut pun berbeda.
Á ÁGula putih ditujukan konsumsi masyarakat pada umumnya sebagai
bagian dari sembako, sedangkan gula rafinasi untuk kalangan
industri baik itu industri makanan maupun industri farmasi.
Á ÁRafinasi diambil dari kata refinery artinya menyuling,
menyaring, membersihkan. Jadi bisa dikatakan bahwa gula rafinasi
adalah gula yang mempunyai kualitas kemurnian yang tinggi.
Sayangnya, meski terbilang murni, penggunaan gula rafinasi masihÔ h) 0*0*0*° ° Ô menjadi pro©kontra di Tanah Air.
Á ÁNamun, kini banyak beredar gula pasir putih yang harganya
murah dan ditengarai itu merupakan gula rafinasi. Ciri©ciri gula
rafinasi yang diperjualbelikan itu biasanya dikemas menggunakan
plastik biasa seperti gula pasir lokal, tapi rasanya kurang manis
dan dijual dengan harga lebih murah.
Á ÁGula rafinasi dinilai kurang baik untuk dikonsumsi langsung
karena dapat menyebabkan penyakit. Hal itu disebabkan gula jenis
ini memang semestinya diperuntukkan bagi kebutuhan industri seperti
pabrik makanan dan minuman yang
harus diolah lagi.
Á ÁSelain itu, menurut ahli perawatan kulit Francesco Clark, gula
bisa menjadi penyebab munculnya keriput dan penuaan lebih cepat.
Á Á"Gula rafinasi dapat menyebabkan penuaan pada kulit melalui
proses alami glikasi yakni saat molekul
gula diserap ke dalam aliran darah selama proses pencernaan dan
menutup molekul protein pada kulit Anda," katanya.
Á ÁIa menambahkan semakin banyak proses glikasi yang dialami,
maka kulit akan terlihat gelap, kusam, timbul noda©noda hitam serta
kehilangan elastisitas yang menyebabkan keriput. "Tampaknya efek
glikasi memengaruhi molekul protein yang menghasilkan kolagen dan
elastin yang berguna untuk membentuk elastisitas dan kehalusan
kulit.
Á ÁUntuk itu, berhati©hatilah dalam membeli gula jangan sampai
Anda tergiur oleh harga gula yang murah, tapi ternayata dapat
merugikan kesehatan. Bila Anda memang ingin mengonsumsi gula
rafinasi untuk kebutuhan sehari©hari, belilah
produk yang telah mendapatkan izin dari Balai Pengawasan Obat dan
Makanan (BPOM).Ä Ä adi/web

No comments: