Friday, November 5, 2010

Vonis Bebas GM Pelindo Dikasasi

KOTABARUÄ Ä © Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabaru akan melakukan upaya
hukum kasasi atas vonis bebas terhadap terdakwa mantan General
Manager PT Pelindo III Cabang Kotabaru.
Á ÁKajari Kotabaru Edwar Sianturi SH melalui Kasi Tindak Pidana
Khusus R Prabowo, MHum di Kotabaru, Jumat (5/11) mengatakan,
pihaknya berencana kasasi atas putusan PN Kotabaru yang memvonis
bebas GM Pelindo III Kotabaru periode 2000©2002, M. Talkhah terkait
kasus dugaan tindak pidana korupsi.
Á Á"Kita masih punya waktu tujuh hari untuk pikir©pikir
selanjutnya kami akan mengajukan kasasi," katanya.
Á ÁPrabowo menjelaskan, Talkhah dijerat pasal 2 dan pasal 3 UU No
31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi yang menyebabkan
kerugian negara sekitar Rp400 juta dari pungutan jasa labuh di luar
DLKR.
Á ÁJaksa penuntut umum (JPU) Niko MHum dan Eko Daniarto SH
menuntut terdakwa dengan hukuman satu tahun enam bulan ditambah
denda Rp50 juta.
Á Á"Pada sidang putusan Rabu (3/11), Talkhah divonis bebas oleh
majelis hakim yang dipimpin Martin SH," terang Prabowo.
Á ÁMenurut hakim perbuatan terdakwa bukan melawan hukum dan bukan
penyalahgunaan wewenang serta tidak ada niat negatif dari terdakwa,
demikian Prabowo.
Á ÁSementara itu, kejaksaan juga telah melakukan penyidikan
terhadap dua orang mantan GM PT Pelindo III Cabang Kotabaru terkait
kasus yang menimpa pendahulunya yakni M, Talkhah.
Á Á"Kami juga belum tahu jika Talkhah divonis bebas bagaimana
kelanjutan dua orang mantan pimpinan Pelindo itu," ujarnya.
Á ÁSebelumnya, Manajer Umum PT Pelindo III Cabang Kotabaru
Sukiman mengatakan, PT Pelindo III Kotabaru telah menghentikan
pungutan jasa kepelabuhanan di open sea atau lego jangkar (check
point) bagi kapal tujuan Sei Danau/Satui serta jasa lainnya.
Á Á"Ini untuk dilaksanakan oleh Kantor Pelabuhan Sei Danau," kata
Sukiman menyikapi proses hukum terhadap mantan GM PT Pelindo III
Cabang Kotabaru terkait pungutan jasa kepelabuhanan di Kejaksaan
Tinggi Banjarmasin.
Á ÁSukiman mengaku tidak mengetahui secara rinci kasus yang
menimpa beberapa mantan GM PT Pelindo III Cabang Kotabaru.
Á Á"Namun yang pasti kasus mantan petinggi kami itu telah
ditangani kejaksaan tinggi Kalsel," ujar Sukiman yang mengaku baru
sekitar lima bulan bertugas di Kotabaru.
Á ÁBerdasarkan surat No.PU.60/1/2/DJPL©08 tertanggal 21 Januari
2008 perihal penanganan keselamatan pelayaran di wilayah Satui/Open
Sea dan sekitarnya.
Á ÁIsi surat tersebut antara lain tentang penanganan keselamatan
pelayaran di Dermaga PT Pelindo III Satui dan sungai©sungai yang
berada di Kecamatan Satui serta open sea/lego jangkar (check point)
di depan Muara Satui dilaksanakan oleh Kantor Pelabuhan Sei Danau.
Á ÁSelain itu, pungutan jasa kepelabuhanan di open sea/lego
jangkar (check point) bagi kapal tujuan Sei Danau/Satui serta jasa
lainnya untuk dilaksanakan oleh Kantor Pelabuhan Sei Danau.
Á ÁSejak terbitnya surat tersebut, lanjut Sukiman, Pelindo III
Cabang Kotabaru tidak lagi melakukan penanganan keselamatan
pelayaran dan pungutan jasa kepelabuhanan di Muara Satui.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒ™Á ÁDia menuturkan, setiap kapal yang melakukan bongkar muat di
daerah lingkungan kerja (DLKR) atau di luar lingkungan kerja
perairan (DLKP) dikenakan jasa dengan perhitungan 0,083 dollar AS
X gross tonase (GT) kapal X banyaknya hari bongkar muat.
Á Á"Untuk perhitungan hari bongkar muat satu jam hingga 10 hari
tetap dihitung satu hari," terangnya.
Á ÁDengan didampingi staf Pelindo III Cabang Kotabaru Agus,
Sukiman menjelaskan, pungutan tersebut dilakukan berdasarkan aturan
yang ada dan kesepakatan antara agen pelayaran dan PT Pelindo III
Kotabaru. Ã Ãant/adi

No comments: