Monday, November 8, 2010

Truk Batubara Masih Lintasi Jalan Negara

BANJARMASIN © Perda Kalsel No 3 Tahun 2008 tentang larangan bagi
truk batubara dan perkebunan melintasi jalan negara ternyata masih
belum benar©benar bertaji. Disinyalir, sudah beberapa lama, truk
batubara dari perusahaan besar melintasi jalan negara di Batulicin,
Tanah Bumbu (Tanbu).
Á ÁIronisnya, menurut informasi sejumlah warga kepada wartawan,
Senin (8/11), truk©truk batubara justru melintasi jalan negara yang
hanya berjarak puluhan meter dari kantor Polres Tanbu dan Polsek
Angsana, sebelum menuju pelabuhan khusus (pelsus).
Á ÁSumber menyebutkan, ada kejanggalan karena meski sudah terangªterangan melanggar Perda No 3 Tahun 2008, namun, aparat terkait
sepertinya tutup mata dan membiarkan saja aktivitas truk batubara
melanggar ketentuan tersebut.
Á ÁSelain itu, lanjut sumber yang tak mau disebutkan identitasnya
itu, sebenarnya perusahaan pemilik batubara yang diangkut truk©truk
tersebut tergolong perusahaan besar berskala nasional, namun
anehnya tidak bisa membuat jalan khusus yang tidak mengganggu jalan
negara.
Á Á"Minimal, perusahaan besar seperti itu, mampu membuat under
pass atau fly over, tetapi kenapa justru memanfaatkan jalan negara
untuk kepentingan bisnisnya," ujar sumber mempertanyakan.
Á ÁMemang dari selentingan kabar yang diterima, perusahaan besar
itu terpaksa memanfaatkan jalan negara untuk perlintasan armada
pengangkut emas hitamnya, karena aksek jalan tertutup, menyusul
adanya masalah dengan pemilik lahan.
Á Á"Dengar©dengar, warga pemilik lahan masih tidak puas dengan
perusahaan besar itu. Mungkin masalah ganti rugi lahan yang belum
beres," sebutnya.
Á ÁSementara itu, Aboe Bakar Al Habsy, anggota DPR dari Kalsel
menyayangkan jika aparat terkait seperti diam saja ketika terjadi
pelanggaran Perda No 3 Tahun 2008.
Á Á"Aparatnya memang perlu dibenahi terlabih dahulu, baru bisa
menegakkan ketentuan," ujarnya kepada para wartawan yang meliput
kunjungan kerjanya ke Polda Kalsel, kemarin.
Á ÁSementara Kapolda Kalsel Brigjen Pol Syafrudin dengan wajah
sedikit tegang mengatakan, pihaknya bersama anggota tim penegakan
Perda akan menindak tegas pelanggaran terhadap Perda No 3 Tahun
2008 tersebut.
Á Á"Kita akan tindak tegas setiap pelanggaran," ujarnya seraya
kaget ketika diinformasikan, lintasan truk batubara justru tidak
jauh dari Polres Tanbu.
Á ÁSebenarnya, masalah truk batubara melintasi jalan negara juga
marak terjadi Tanah Laut (Tala), awal September 2010 lalu.
Á ÁMaraknya truk pengangkut batubara di jalan negara wilayah
Kabupaten Tanah Laut, tidak dibantah oleh jajaran Polisi Lalu
Lintas Polres Tala. Namun, satuan ini mengelak, jika disebut
membiarkan aktivitas yang dilarang dalam Perda No 3 Tahun 2008.
Á ÁMaraknya aktivitas angkutan batubara di wilayah Tala, kala itu
masih sering ditemui. Umumnya, truk©truk angkutan itu beroperasi
dini hari. Bahkan, dikabarkan ada pula yang beroperasi siang hari.
Á Á"Kebanyakan di wilayah Jorong dan Asam Asam. Kalau polisi dan
aparat hukum lainnya seperti Dishub serius, saya yakin pasti bisa
tertangkap," sebut salah seorang sumber. Ã Ãadi

No comments: