Monday, November 22, 2010

Tersangka Korupsi Puskesmas Ditahan

BANJARMASIN Ä Ä© Kejati Kalsel secara resmi mengumumkan bahwa Kejari
Martapura yang sebelumnya menetapkan tiga tersangka kasus korupsi
proyek relokasi Puskesmas Jambu Burung, Kecamatan Beruntung Baru,
Kabupaten Banjar tahun 2007, akhirnya menahan para tersangka.
Á Á"Kita beritahukan bahwa Kejari Martapura hari ini sudah
melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka kasus dugaan korupsi
proyek Puskesmas Jambu Burung," ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati
Kalsel, Rajendra SH, Senin (22/11).
Á ÁMenurut Rajendra, pihaknya sudah melayangkan surat
pemberitahuan kepada keluarga masing©masing tersangka tentang
pemberitahuan penahanan tersebut.
Á Á"Kemudian, Kejari Martapura masih akan memeriksa sejumlah
saksi lagi untuk memperkuat pembuktian di persidangan nanti,"
jelasnya.
Á ÁSetelah menetapkan Eri dan Rosi sebagai tersangka dalam
kasus ambruknya Puskesmas Jambu Burung Kecamatan Beruntung Baru,
pihak Kejari Martapura kembali menetapkan ZH, seorang
anggota DPRD Banjar sebagai tersangka.
Á ÁDitetapkannya ZH sebagai tersangka seiring dengan adanya surat
izin Gubernur Kalsel Nomor 181.1/01006/KUM perihal persetujuan
untuk melakukan tindakan penyidikan terhadap anggota DPRD Kabupaten
Banjar atas nama ZH.
Á ÁDalam surat izin Gubernur tersebut menyatakan, tidak keberatan
dan menyetujui untuk dilakukan tindakan penyidikan perkara adanya
dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pekerjaan relokasi
Puskesmas Jambu Burung Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar
pada Dinas Kesehatan Banjar Tahun Anggaran 2007 sehingga merugikan
keuangan Negara sekitar Rp200.870.513,30.
Á ÁKajari Martapura Zulhadi Savitri Noor SH MH
didampingi Kasi Pidsus Agung Pamungkas SH, Selasa (24/8)
mengatakan, dengan adanya surat izin gubernur kalsel tersebut maka
pihaknya menetapkan ZH sebagai tersangka.
Á Á"Untuk perkembangan kasus Puskesmas Jambu Burung Kecamatan
Beruntung Baru ditetapkan lagi tersangka baru yakni ZH," ujarnya.
Á ÁDengan demikian sebut Zulhadi, sudah ada tiga tersangka dalam
kasus ini yaitu Eri sebagai konsultan pengawas, Rosi, dan ZH
sebagai pelaksana.
Á ÁAgung menandaskan, tidak menutup kemungkinan setelah dilakukan
pemeriksaan dan pengembangan terhadap kasus ini akan ada tersangka
lainnya. "Untuk tersangka lain kita akan kembangkan kasus ini
melalui pemeriksaan, sedangkan untuk penahanan terhadap tersangka
ZH setelah tim penyidik menyelesaikan berkas perkara dan adanya
petunjuk pimpinan," tegas Agung.Ã Ã adi

No comments: