Thursday, November 4, 2010

Terdakwa Minta Dibebaskan Dari Segala Tuntutan

BANJARMASINÄ Ä © Sempat tertunda sekitar tiga pekan, sidang tindak
pidana korupsi pengembangan landasan pacu Bandara Syamsudin Noor
dengan terdakwa Helmi Indra Sangun, kembali digelar di ruang Garuda
Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (04/11) kemarin.
Á ÁSidang lanjutan kali ini dengan agenda pembacaan pembelaan
yang dibacakan penasihat hukum terdakwa Henry Yosodiningrat.
Á ÁAda sebanyak 353 halaman pembelaan yang dibacakan penasihat
hukum terdakwa, yang dimulai dari sekitar pukul 11.30 Wita, dan
selesai sekitar pukul 15.30 Wita.
Á ÁSidang berlangsung dengan lancar, meskipun sempat waktu jeda
atau istirahat, karena banyaknya pembelaan yang dibacakan.
Á ÁInti dari isi pembelaan yang dibacakan penasihat hukum
terdakwa, di hadapan majelis hakim yang diketuai Eko Purwanto
bersama anggotanya Wahyono dan Suprapti, serta di hadapan jaksa
penutut umum (JPU), terdakwa tidak bersalah dan mohon dibebaskan
dari segala tuntutan penuntut umum.
Á ÁMenurut penasihat hukum terdakwa, pihak penuntut umum dalam
isi tuntutannya telah banyak memanipulasi isi keterangan dari para
saksi yang telah hadir di persidangan.
Á Á"Penuntut umum dalam tuntutan telah memanipulasi keterangan
dari beberapa saksi yang hadir dan memberikan keterangan di
persidangan, yang tidak pernah dikatakan saksi di persidangan,"
katanya.
Á ÁBahkan, menurutnya, ada keterangan saksi yang hadir di
persidangan dan mengatakan bahwa laporan audit itu salah, dan
semuanya telah sesuai dengan prosedur dan keputusan Gubernur
Kalimantan Selatan.
Á ÁPada sidang yang telah lewat dengan agenda tuntutan yang
dibacakan JPU Ramadhani cs, terdakwa Helmi Indra Sangun dituntut
selama lima tahun kurungan penjara, denda Rp300 juta atau subsidair
enam bulan kurungan. Selain itu terdakwa juga harus membayar uang
pengganti sebesar Rp10,98 miliar.
Á ÁTerdakwa dituduh bersama©sama dengan Ir Sampurno, mantan
Kasubdin Perhubungan Udara pada dinas yang sama, dianggap melakukan
dugaan korupsi dalam proyek pemgembangan landasan pacu Syamsudin
Noor untuk embarkasi haji.
Á ÁBerdasarkan dakwaan JPU, akibat perbuatan terdakwa dan
bawahannya Ir Sampurno, daerah dirugikan sebesar Rp14.754.452.790,
dana proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor untuk embarkasi
haji sendiri mendekati Rp100 miliar.
Á ÁTuduhan yang dikenakan kepada Helmi yakni pasal 2 pasal jo
pasal 18 UURI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UURI No 20
Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 64 dan pasal 55
ayat (1) ke©1 KUHP untuk dakwaan primair dan dakwaan subsidair
pasal 3 UURI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UURI No 20
Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 64 ayat (1) dan
pasal 55 ayat (1) ke©1 KUHP. Ã Ãris/adi

No comments: