Thursday, November 25, 2010

Spekulan Gula Bakal Disikat Mapolresta

BANJARMASINÄ Ä © Para spekulan gula pasir rafinasi bila diketahui
petugas menumpuk gula di gudang miliknya, akan disikat alias
ditangkap oleh pihak Mapolresta Banjarmasin, usai beberapa hari
harga gula melambung di Kota Banjarmasin. Á È È 7 Á
Á ÁHal ini diduga, buntut diamankanya 150 kontainer berisikan
gula rafinasi merk Gula Mas sebanyak 75.128 karung, berat bersih
3.750 ton.
Á ÁSaat ini ada empat titik yang dijadikan tempat penumpukan dari
150 kontainer yang diamankan petugas Mapolresta Banjarmasin, di
antaranya di gudang Trisakti Banjarmasin, blok C nomor 13 hingga 20
total tujuh kontainer, blok D ada dari nomor 21 hingga 96 total 75
kontainer, blok E nomor 1 hingga 12 total 12 kontainer dan blok F
ada 53 kontainer, total semuanya 150 buah.
Á ÁDikatakan Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto
SIK Rabu (24/11) kemarin, jajaran Mapolresta akan melakukan
penangkapan kepada spekulan gula pasir rafinasi yang dengan sengaja
menumpukkan barang gula.
Á Á"Penyelidikan sudah dilakukan kita. Jelas yang menikmati hasil
para spekulan itu, harga gula saja saat ini sudah sampai Rp12
ribu/kg di pasaran," katanya geram.
Á ÁSaat ini disinyalir gula didatangkan mereka tapi tak langsung
dijual namun ditumpukkan di gudang penyimpanan. Harga itu
sebenarnya hanya permainan dagang tapi masyarakat dirugikan. "Itu
hak pedagang menaikkan barang dengan situasi seperti sekarang dan
bila tahu itu ada ditemukan penumpukan kita sikat dan tangkap
pemilik gula itu," cetusnya.
Á Á"Stok gula banyak, tapi ada saja alasan masih di luar.
Pengusaha gula akan kita tindak yang nakal©nakal, dan bila semua
gula naik baru ia keluarkan gula dari gudang penumpukan miliknya,"
bebernya.
Á ÁTerkait masalah gula yang diamankan 150 kontainer merk Gula
Mas sebanyak 75.128 karung seberat 3.750 ton dianggap masih status
quo, belum dilakukan penyitaan atau penindakan.
Á ÁPermintaan daerah otonomi itu wajar karena mereka yang tahu
stok gula. "Namun harus diluruskan, tak ada yang mempermasalahkan
peraturan gula sangat kita dukung. Tapi mesti diingat proses
rafinasi sesuai tidak dengan ketentuan yang ada, dan ketentuan itu
semua ada di Dirjen Perdagangan Pusat, semua harus sinergis aturan
di daerah dan pusat," katanya.
Á ÁMenurutnya, tak ada tebang pilih. Jika gula Inti Manis
melanggar peraturan pemerintah pusat, maka juga akan ditindak.
Á Á"Jika ada motif ingin melambungnya harga gula di pasaran dan
bila ditemukan ada penumpukan akan kita tangkap," tegasnya.
Á ÁGula Mas itu didatangkan dari industri rafinasi melalui PT
Makasar Cena atas permintaan distributor gula Kalsel dan Kalteng.
"Mereka memang kita panggil namun sebatas dimintai keterangan dan
bukan dijadikan tersangka. Ini saja kita akan jumpa denganÔ h) 0*0*0*° ° Ô Sekdaprov Kalsel membicarakan masalah gula rafinasi itu," pungkas
Kasat. Ã Ãzal/adiÄ Ä

à ÃPihak Aspem Merasa Terganggu
PIHAK Ä ÄAspem Perencanaan dan Administrasi TBKB Banjarmasin merasa
terganggu dengan ditempatkannya 150 kontainer yang berisikan gula
pasir rafinasi oleh pihak Mapolresta Banjarmasin, karena peredaran
barang kontainer yang datang jadi terganggu.
Á ÁSeperti yang dikatakan Humas Pelindo III Sudarti didampingi
Aspem Perencanaan dan Administrasi Pelabuhan Trisakti Banjarmasin
Mahmud R BSi, mereka sangat terganggu akibat 150 petikemas yang
dititipkan pihak Mapolresta menumpuk di pelabuhan.
Á ÁUntuk biaya relokasi penumpukan juga belum ada titik temu.
"Untuk sementara trik kita terpaksa kapal yang mau sandar kita
tahan terlebih dahulu, karena tak memungkinkan untuk penempatan
lagi petikemas," jelasnya.
Á Á"Mengapa kami tak izinkan saat akan diberi police line, karena
terminal ini bukan area untuk penahanan barang dan lagi police line
tak berhak terpasang, ini area bebas Mas dan semestinya pihak
Mapolresta Banjarmasin menempatkan 150 petikemas itu di tempat
tersendiri bukan pada tempat yang ada sekarang," pintanya.
Á ÁPada Sabtu (20/11), pihaknya terima surat dari Mapolda Kalsel
bahwa petikemas harus ditahan dan ditempatkan pada satu relokasi
penumpukan pada satu area. "Namun sampai detik ini tak ada titik
temu dalam pembiayaan relokasi," ungkapnya.
Á ÁSesuai dengan draf, lima hari harus dibongkar. Untuk satu hari
dikenakan pembayaran 200 persen dari parkir petikemas Rp6.500
perbuah.
Á Á"Ditambah penumpukan sebanyak 150 peti kemas yang belum jelas
kapan dibongkar muat, kami merasa sangat terganggu dan lagi kapal
tak bisa sandar. Terpaksa kami tahan dulu di luar alur, karena
terminal uat penempatan petikemas baru tak ada tempat," pungkasnya.
à Ãzal/adi

No comments: