Thursday, November 25, 2010

Saksi Ngaku Teken Kuitansi Kosong

PELAIHARIÄ Ä © Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tala H Anang
Aderiani Basuni, kembali menjalani sidang dalam kasus dugaan
korupsi proyek pengairan tahun 2003. Agenda sidang pemeriksaan
saksi.
Á ÁJPU menghadirkan lima saksi yang kesemuanya mantan kades yang
wilayahnya menjadi tempat pelaksanaan proyek tersebut, Rabu (24/11)
di Pengadilan Negeri (PN) Pelaihari.
Á ÁSidang lanjutan proyek pengairan 2003 semakin seru, pasalnya
sejumlah kades yang dihadirkan ke persidangan oleh JPU mengaku tak
mengetahui jika besaran anggaran perwilayah tersebut puluhan juta
rupiah.
Á ÁSaksi, Khairudin, mantan kades Handil Suruk dan Fahmi, mantan
Kades Handil Babirik mengaku cuma menerima uang pembersihan saluran
pengairan Rp1.050.000. Tanpa mengetahui jika ternyata anggaran
penebasan rumput mencapai puluhan juta rupiah perdesa.
Á ÁBahkan ketika majelis hakim yang dipimpin Sifaurosidin SH
mempertanyakan berapa kali mereka menandatangani kuitansi
penerimaan uang penebasan rumput, para mantan kades ini mengaku
kuintansi yang disodorkan tersebut kosong,
Á Á"Kami hanya menandatangani, kami tak melihat di kuitansi itu
nilai uangnya," ujar para mantan kkadestersebut.
Á ÁFahmi, mantan Kades Handil Babirik juga menyebutkan, pekerjaan
penebasan rumput yang dikerjakan bersama masyarakat desanya itu,
dilakukan dua kali dan upahnya juga diterima dua kali, dan
diserahkan langsung oleh H Ramlie yang saat itu menjabat Kasi
Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Tala.
Á ÁSeperti diwartakan sebelumnya, dugaan korupsi pemotongan dana
proyek pengairan 2003 dan 2004 yang bernilai ratusan juta rupiah
itu berawal dari salah satu LSM yang mendesak Kejari Pelaihari
mengusut kasus dugaan pemotongan dana proyek pangairan tahun 2003
dan 2004. Ã Ãcan/adi

No comments: