Monday, November 15, 2010

Saksi Hanya Melihat Luka Lebam Di Wajah Korban

BANJARMASINÄ Ä © Lagi©lagi saksi yang hadir di Pengadilan Negeri (PN)
Banjarmasin dalam perkara kasus penganiayaan, dengan terdakwa Agus
Towo mengatakan tidak melihat kejadian pemukulan yang telah
dilakukan terdakwa.
Á ÁKeterangan saksi ini diungkapkan di depan ruang sidang Kartika
di hadapan majelis hakim Wahyono bersama anggotanya Wurianto dan
Roro Endah Haryuni, Senin (15/11) pagi kemarin.
Á ÁMenurut saksi, salah seorang pegawai HBI yang bekerja sebagai
waiters, yang dihadirkan di persidangan, saat itu dirinya sedang
mengantarkan pesanan menuju room 312.
Á ÁKetika mencapai pintu masuk ia melihat saksi korban keluar,
dan di bagian wajahnya saksi melihat ada luka lebam, namun ia tidak
tahu persis apa penyebab luka lebam di wajah saksi korban.
Á ÁSetelah masuk dan mengantarkan pesanan saksi kemudian pergi,
karena ia merasa saat berada di ruang 312 suasananya seperti biasa
saja dan tidak ada terjadi apa©apa.
Á Á"Saya hanya melihat saksi korban keluar ruangan dan di bagian
wajahnya ada luka lebam, itu saja. Sebelumnya saya tidak tahu,"
kata Wahid Kurniani.
Á ÁKemudian oleh majelis hakim, sidang kemudian ditunda hingga
minggu depan, dan kemungkinan dengan agenda tuntutan, karena saksi
dari pihak kepolisian (BAP) telah habis.
Á ÁSekedar diketahui, peristiwa pemukulan yang dilakukan terdakwa
terhadap seorang ladies Karaoke HBI bernama Mika terjadi di room
312 karaoke HBI, Minggu (6/6) dini hari.
Á ÁSaat itu terdakwa mengamuk dan memukul wajah cantik Mika (23),
hingga luka lebam lebam. Tak terima dengan tindak penganiayaan itu,
Mika melaporkan kasus tersebut ke Sat Reskrim Poltabes Banjarmasin
malam itu juga.
Á ÁBriptu Agus yang pernah bertugas di Sat I Dit Narkoba Polda
Kalsel dan kini dimutasi ke Denma Polda Kalsel itu diduga emosi
karena cemburu, sang pacar yang berinisial Yana (24) yang juga
berprofesi sebagai ladies di sana, dibooking orang lain.
Á ÁMika bahkan sempat dirawat di RS Bhayangkara untuk mengobati
luka©lukanya. Kejadian pemukulan itu bermula saat Agus
mendengar kalau kekasihnya, Yana dibooking seorang tamu yang
datang berombongan ke room 312.
Á ÁRombongan tersebut tidak hanya membooking Yana, tetapi juga
Mika. Tamu dan para ladies kemudian bernyanyi© nyanyi di room
tersebut dengan gembiranya.
Á ÁSuasana asyik tiba©tiba berubah, ketika Briptu Agus dengan
tiba©tiba masuk tanpa permisi ke dalam ruangan tersebut. Tanpa
basa©basi, ia dengan kasarnya menarik lengan Yana, sang pacar agar
berdiri dari sofa dan menjauh dari ruangan tersebut.
Á ÁPara tamu karaoke sempat dibuat kagum dan bingung melihat
kejadian cepat tersebut. Sejurus kemudian, Mika yang merasa tidak
enak dengan para tamu kemudian mencegah Agus dan Yana meninggalkan
ruangan tersebut.
Á ÁBukannya sadar, Agus malah naik pitam melihat Mika dan
sejumlah pria di ruangan tersebut mencoba mencairkan kemarahan
Agus.
Á ÁTiba©tiba saja, Agus memukul Mika. Terang saja, apalah arti
kekuatan seorang wanita dibanding oknum polisi yang sudah terlatihÔ h) 0*0*0*° ° ÔŒmembekuk penjahat ini.
Á ÁTangan kasar Agus beberapa kali melayang ke wajah dan tubuh
Mika yang tak berdaya akhirnya terjatuh ke lantai. Sejumlah pria
yang sebenarnya tuan rumah di ruangan tersebut coba mencegah,
sampai akhirnya terjadi kericuhan.
Á ÁSejumlah sekuriti kemudian berdatangan ke room 312, di mana
kejadian perkara terjadi. Namun, Agus yang sudah kehilangan urat
malu itu langsung menghilang entah ke mana.
Á ÁBeberapa menit kemudian, jajaran Provos Bid Propam Polda
Kalsel dan Unit P3D Poltabes Banjarmasin tiba di TKP dan langsung
memboyong korban serta saksi untuk diobati sekaligus dimintai
keterangannya.Ã Ã ris/adi

No comments: