Sunday, November 7, 2010

Proyek Misterius Semakin Marak

BANJARMASIN © Entah karena memang sudah tahu bakal aman dari
jeratan hukum dan sementara aparat hukum sudah semakin 'buta',
sehingga proyek©proyek misterius bernilai miliaran pun semakin
bertebaran dan berani saja nampak di depan mata.
Á ÁTercatat dari Maret 2010, pernah diangkat sejumlah media,
proyek©proyek misterius terutama pengaspalan jalan di Jl A Yani
kawasan Banjarbaru yang tanpa dilengkapi papan proyek.
Á ÁKali ini, di sepanjang Jl Martapura Lama yang masih berstatus
jalan provinsi, banyak ditemui proyek rehab jembatan yang tanpa
dilengkapi papan proyek.
Á ÁAlhasil, warga tidak mengetahui, proyek milik instansi mana,
siapa kontraktor pelaksananya dan berapa nilai pajak masyarakat
yang tersedot dalam proyek tersebut.
Á ÁSebagai contoh, di Jl Martapura Lama, masih di Desa Pekauman
dan Keramat, proyek jembatan yang sudah berlangsung beberapa pekan,
tidak terdapat papan proyek yang bisa terlihat dengan jelas oleh
pengguna jalan.
Á ÁPadahal, menara untuk godam penumbuk pondasi sudah berdiri
kokoh sejak beberapa hari.
Á ÁBegitu juga dengan kondisi pelaksanaan proyek di sebuah
jembatan yang menghubungkan Desa Tangkas dan Desa Sungai Batang,
masih di Martapura Lama, juga tak dilengkapi papan proyek.
Á ÁMuhammad Aini, akhir pekan tadi mengabarkan, ketiadaan papan
proyek justru menyulitkan masyarakat untuk mengetahui dari mana
proyek tersebut dan berapa besar dana masyarakat yang dipakai untuk
kegiatan proyek tersebut.
Á Á"Jembatan di Desa Tangkas ini sama sekali tak dilengkapi papan
proyek, sehingga ini sudah terkesan proyek misterius. Tolong rekanªrekan media cek ke sini," ujar Aini menginformasikan.
Á ÁAini yang merupakan salah satu tokoh warga setempat berharap,
tak ada lagi praktik proyek misterius, karena hal itu rawan terjadi
tindak pidana korupsi. Setidaknya, lanjutnya, hal itu bisa menjadi
perhatian aparat hukum di daerah ini.
Á ÁKabid Bina Marga PU Kalsel Ir Martinus, coba dikontak untuk
mengonfirmasikan hal tersebut tak berhasil dikontak. Dua nomor Hp
yang sebelumnya ia miliki tak terdengar nada sambung alias tidak
aktif.
Á ÁSebelumnya, pada Maret 2010 lalu, meski kondisi badan jalan di
Jl A Yani sepanjang Banjarbaru masih lumayan bagus, namun tetap
saja dilakukan proyek pelapisan aspal (over lay). Meski terkesan
mubazir, tampaknya instansi terkait dengan proyek ini tidak begitu
peduli. Ironisnya, proyek yang kerap dilaksanakan tengah malam ini
tanpa disertai papan merk proyek sebagai tanda keterangan proyek
kepada masyarakat luas selaku pembayar pajak, sumber dana proyek.
Á ÁDari pengamatan, di badan jalan Jl A Yani Km 32 Banjarbaru
yang dilapisi itu sebelumnya masih terlihat garis median jalan
maupun zebra cross yang sebenarnya baru beberapa waktu proyeknya
selesai dikerjakan. Alhasil, dengan adanya pelapisan aspal yang
baru, garis median yang membagi lajur jalan pun ikut hilang secara
mubazir.
Á ÁTak hanya itu, papan merk proyek sebagai keterangan proyek
kepada masyarakat luas yang menjadi kewajiban instansi maupun
pengusaha yang menjadi kontraktor proyek justru tidak terlihat diÔ h) 0*0*0*° ° Ô sepanjang jalan yang terkena proyek.
Á ÁMasyarakat pun kesulitan untuk mengetahui, siapa pelaksana
proyek dan berapa dana masyarakat yang terserap ke proyek tersebut.
Mengingat ketiadaan papan merk proyek, seolah©olah proyek yang
sedang dikerjakan tak lebih dari proyek misterius.
Á ÁJl A Yani sepanjang Banjarbaru maupun Martapura terhitung
masih jalan provinsi, maka kuat dugaan kalau proyek tersebut
berasal dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalsel.
Á ÁMenyusul ketiadaan papan merk proyek tersebut, maka proyek
misterius yang diduga bernilai miliaran rupiah ini diduga melanggar
Keppres No 80 Tahun 2003.
Cukup mengherankan memang jika instansi terkait dalam hal ini PU
Kalsel dan kontraktor yang juga tidak diketahui nama perusahaannya
itu, nekat mengerjakan proyek tanpa dilengkapi papan merk proyek.
Á ÁDiduga, praktik proyek misterius di Kalsel tersebar di manaªmana, namun aneh bin ajaib, beberapa tahun terakhir, proyek©proyek
seperti itu hampir tak tersentuh aparat hukum di Kalsel.
Padahal, dari informasi yang diterima, dalam dua tahun terakhir,
proyek©proyek di PU Kalsel totalnya selalu melebihi setengah
triliun rupiah pertahun, sehingga cukup mustahil jika tidak ada
proyek yang menyimpang. Ã Ãadi

No comments: