Friday, November 26, 2010

Penjual Dan Shiper Pemesan Gula Rafinasi Bakal Terjerat Hukum

BANJARMASINÄ Ä © Kasus gula rafinasi 150 kontainer yang diamankan
pihak Mapolresta Banjarmasin sejauh ini belum jelas siapa
tersangkanya.
Á ÁApakah nantinya tersangka mengarah kepada PT Tempuran Mas Tbk
Cabang Makasar selaku pengirim dan penjual gula rafinasi atau
shiper pemesan ribuan ton gula itu.
Á ÁShiper pengirim permintaan diketahui atas nama H Apftahuddin,
selaku pengusaha gula Kalsel. Dari informasi kepolisian, izin
dikeluarkan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri yang diperpanjang
Dirjen Industri Argo, itu pun bila Dirjen setuju baru bisa gula
rafinasi beredar usai permintaan dari Pemprov Kalsel.
Á ÁNamun diketahui keadaannya bertolak belakang dengan yang
terjadi sekarang.
Á ÁGula rafinasi dipesan dari PT Tempuran Mas Tbk Cabang Makasar
oleh asosiasi sebagai pemesan gula rafinasi, Makasar Hene sebagai
penjual dan H Apftahuddin sebagai pembeli. Adapun sebagai jembatan
asosiasi gula di Kalsel. Namun sayang legalitas asosiasi itu
sendiri tanpa ada payung hukum dari notaris, sehingga terkesan
pemesanan ribuan ton gula pasir diragukan kelegalannya.
Á ÁMemang bila gula tiba di pelabuhan para pengusaha gula berbagi
jumlah gula.
Á ÁKapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Hilman Thayib SIK saat
dikonfirmasi Jumat (26/11) sore menerangkan, status gula masih
status quo. "Diketahui izin edar dari 5 Mei berakhir 26 Juni. Saat
dimintai dokumen mereka tak bisa perlihatkan dokumen yang ada izin
legalnya, malah dokumen izin kadaluarsa diperlihatkan," katanya.
Á Á"Ada sekira 75.000 sak (karung) gula rafinasi yang kita
amankan dan sudah kita koordinasikan dengan Dinas Perdagangan
Provinsi Kalsel, dokumen ternyata berakhir ya itu tadi tanggal 26
Juni. Ditunggu sampai saat ini dokumen yang berlaku tak ada.
Walaupun ada permintaan supaya kasus jangan diteruskan, bagi
Mapolresta Banjarmasin kasus tetap jalan," tuturnya.
Á ÁMenurutnya, kasus ini diduga melanggar UU No 7 Tahun 1975.
Ssudah 11 orang pengusaha besar gula di Kota Banjarmasin diperiksa.
Á ÁDitanya apakah benar ada kelangkaan gula pasir, Kapolresta
membantahnya. "Anak buah saya cek di gudang masih banyak stok gula,
tak ada kelangkaan seperti yang digembor©gemborkan. Di Km 7 ada
satu gudang dan ada dua titik lagi juga banyak," ungkapnya.
Á Á"Untuk sementara teman©teman pers bersabar, isi kontainer tak
bisa diperlihatkan dan dibuka karena masih status quo. Namun
dokumen manifest sudah kita kantongi sebagai bukti. Selain 150
kontainer kita juga amankan 128 karung sak gula rafinasi milik
Makasar Hene. Di gudang H Ijai ada 32 semuanya belum ada status
tersangka. Senin atau Selasa depan semua jelas," pungkasnya.
Á ÁDari bocoran yang terhimpun Mata Banua, dari data manifest
pengiriman dan permintaan diketahui manifest pengiriman satu kapal
PT Tempuran Mas TBK Cabang Makasar A Ful Container 150 dari shiper
permintaan mengarah pada nama H Apftah BPK tujuan Banjarmasin.
Keduanya bakal terjerat dan diduga tak menutup kemungkinan pelaku
lainnya menyusul.
Á ÁDiketahui Makasar Hene PT Makasar Vissel Guhi Mas vol 45/10
tertera Tanggal 15 Nopember per of cange Banjarmasin, terhitung 31
Mei sampai 26 Juni, tertera penjual barang dan shiper permintaanÔ h) 0*0*0*° ° Ô atas nama H Apftah BPK,. Namun diketahui masih dilakukan pada bulan
Oktober dan Nopember tak ada perpanjangan.
Á ÁRekomendasi untuk terbitnya surat izin dokumen diproses dan
akan keluar pada tanggal 8 Nopember. Ironisnya malah gula rafinasi
sebanyak 150 kontainer tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan
masuk terminal petikemas pada tanggal 5 Nopember. Ã Ãzal/adi

No comments: