Thursday, November 25, 2010

Pengusaha Gula Rafinasi Terjerat

BANJARMASINÄ Ä © Ternyata setelah dibuka sekaligus oleh Mapolresta
Banjarmasin, gula rafinasi yang telah dikirim selama lima bulan ini
ke Kalsel, yakni dari bulan Juli hingga November berjumlah 27.625
ton, jelas sekali melebihi kapasitas yang diizinkan oleh Gubernur
Kalsel 10 ribu ton.
Á ÁSeperti yang dijelaskan Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin
Kompol Suhasto SIK Kamis (25/11) malam, karena masalah gula
rafinasi ini banyak yang memonitor keberadaannya sehingga harus
meminta surat izin dari PN Banjarmasin untuk izin penyitaan barang
gula rafinasi itu.
Á ÁMenurutnya, pada bulan Juli ada 5.000 ton pengiriman masuk ke
Kalsel, Agustus dua kali 4.750 ton dan 3.475 ton, September juga
ada dua kali pengiriman 6.900 ton dan 3.750 ton, bulan Oktober
3.750 ton, bulan November 3.750 ton hingga total seluruhnya 27.625
ton dari pelayaran PT Temperen Mas (Temas), Makasar Cena sebagai
agen PT ABBP (Abdi Bangun Banua Persada).
Á Á"Sedangkan saat dilakukan penyelidikan kita malah temukan
gudang milik PT OD di Pelabuhan Lama Banjarmasin dan gudang Km 7,
kalau tak salah semuanya berjumlah 8.000 karung gula rafinasi dan
saat ini anak©anak masih pantau dan gudang itu masih terisi ribuan
karung gula," bebernya.
Á Á"Kecurigaan kita apakah gula rafinasi itu disebarkan ke
Kalteng, ataukah ada perintah dari Gubernur Kalsel buat diedarkan
di Kalsel dan Kalteng. Semua itu pesanan pedagang, kami tak mau
ada pembagian gula ke lain tempat. Dan ada pemberitaan di media
yang katakan saat rapat dari gudang milik asosiasi itu kosong tapi
setelah kita pantau ternyata berisi gula rafinasi dan pembidikan
itu kita lakukan secara keseluruhan dan dibilang pula gula di
pasaran dalam tempo 2©3 hari habis itu tak benar," cetusnya.
Á ÁMenurutnya, sudah dipantau kalau gula cukup di pasaran,
sehingga masyarakat tidak usah panik.
Á ÁSejak beberapa hari lalu ada sekira 11 orang pengusaha gula di
Banjarmasin dimintai keterangan.
Á ÁPernyataan Sekda Provinsi Kalsel menurut Kasat Reskrim
Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto SIK adalah salah. "Jelas di
KUHP bukan hanya Mapolda Kalsel, atau Mapolresta Banjarmasin yang
bisa tangani kasus besar, namun Mapolsekta juga bisa tangani kasus
besar," ungkapnya.
Á ÁKasus tetap akan diselesaikan sampai tuntas dan ditangani oleh
Mapolresta Banjarmasin dan dibantu Mapolda Kalsel hingga ke
kejaksaan.
Á Á"Bukannya bila kasus besar harus Mapolda Kalsel yang tangani,
yang jelas kasus gula rafinasi yang lebihi kapasitas izin ditangani
oleh pihak Mapolresta Banjarmasin. Malam ini saja ada sekira 50
kontainer akan kita pindahkan di petikemas Pelindo III sampai
selesai penyidikan, apalagi biaya mahal," akunya. Ã Ãzal/adi

No comments: