Tuesday, November 9, 2010

Oknum Pejabat Depag Kalsel Jadi Tersangka

BANJARMASIN © Seorang oknum pejabat di Kanwil Departemen Agama
(Depag) Kalsel berinisial S, dijadikan tersangka oleh Kejati Kalsel
dalam kasus gratifikasi atau pungutan ilegal terhadap para CPNS
Depag.
Á ÁPenetapan sekaligus ekspos kasus tersebut dilaksanakan oleh
Kasi Penjum dan Humas Kejati Kalsel, Rajendra SH di Kejati Kalsel,
Selasa (9/11) kemarin.
Á Á"Hari ini, setelah ekspos kasus, ternyata Kajati Kalsel (Didik
Sukarno SH MH) memerintahkan agar kasus gratifikasi di Depag Kalsel
yang semula berada di tingkat penyelidikan, supaya ditingkatkan
statusnya ke penyidikan," terang Rajendra.
Á ÁSelain itu, lanjutnya, sementara ini pihaknya sudah menetapkan
salah seorang pejabat di Depag Kalsel berinisial S sebagai
tersangka. "Namun, hal ini bukan berarti tersangka hanya satu,
karena boleh jadi berdasarkan hasil pengembangan dan pendalaman di
penyidikan, tersangka lebih dari satu bahkan banyak," tandasnya.
Á ÁDitambahkan Kasi Penyidikan Aspidsus Kejati Kalsel, Agus
Suroto SH MH, diduga, penerimaan gratifikasi yang terjadi di Depag
Kalsel, semenjak 2006 sampai 2009.
Á Á"Setiap CPNS yang ingin mengambil SK PNS mesti menyerahkan
sejumlah uang berkisar Rp400 ribu hingga Rp1 juta. Ini tentu saja
tidak sesuai ketentuan, karena tidak ada perintah maupun arahan
dari pusat mengenai pungutan ini. Hal ini bisa melanggar pasal 11
dan pasal 12 huruf b UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001
tentang Pemberantasan Tipikor," jelasnya.
Á ÁJika jumlah CPNS yang diduga menjadi korban sebanyak 1.241
orang, maka nilai gratifikasi mencapai jumlah yang cukup besar.
"Bagi para korban memang hal itu cukup memberatkan, sehingga sudah
ada yang melaporkan mengenai pungutan ilegal ini," cetusnya.
Á ÁAgus menyebutkan, oknum S kala terjadinya pungutan tersebut
menjabat sebagai Kasubag Ortala Depag Kalsel. "Kita akan perdalam
di penyidikan nanti, siapa tahu ada tersangka lain terlibat,"
bebernya. Ã Ãadi

No comments: