Thursday, November 18, 2010

KPU Banjarmasin Tersandung Dugaan Mark Up Kertas Suara

BANJARMASIN Ä Ä© Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota
Banjarmasin, telah berlalu dan hasilnya pun telah diumumkan, dari
segi pandangan mata, acara demokrasi lima tahunan itu berjalan aman
dan lancar.
Á ÁAkan tetapi, tidak selamanya apa yang dipandang itu atau yang
telah terlaksana selalu berjalan aman dan lancar, meskipun pihak
yang bersangkutan telah melakukan pengumuman dan pelantikan.
Á ÁBelakangan ini, tersiar kabar, kalau KPU Banjarmasin sedang
kesandung masalah yang cukup serius, yakni munculnya dugaan mark up
dalam pengadaan kertas suara.
Á ÁKabar itu menyebutkan kalau pihak intelijen Kejari Banjarmasin
sedang bekerja keras mengumpulkan bukti permulaan atas indikasi
penggelembungan anggaran dalam proyek pengadaan kertas suara
tersebut.
Á ÁBukan hanya itu, KPU Banjarmasin juga diduga bermasalah dalam
hal pengelolaan dana pendistribusian kertas suara ke PPK, PPS
hingga TPS. Ada rumor bahwa terjadi duplikasi anggaran untuk biaya
pendistribusian.
Á ÁKPU Banjarmasin juga menganggarkan, sementara bantuan dari
lembaga yang lebih tinggi juga disedot. Uniknya, adanya dua
anggaran tersebut seolah©olah terpakai semua untuk kegiatan
pendistribusian, meskipun disinyalir yang terpakai sebenarnya cuma
satu anggaran.
Á ÁMenurut rumor lagi, dana tersebut sengaja disimpangkan untuk
kepentingan pribadi oknum©oknum yang memang berkaitan dengan
pengelolaan anggaran di KPU Banjarmasin.
Á ÁDan menindaklanjuti kebenaran dugaan kasus korupsi yang
terjadi di KPU Banjarmasin itu, pihak Kejari Banjarmasin telah
melakukan penyelidikan.
Á ÁApabila dalam penyelidikan nanti telah ditemukan bukti©bukti
dan tersangka, hingga perkaranya akan naik ke tingkat penyidikan,
kemungkinan perkara bisa langsung diekspos.
Á ÁMenurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarmasin Hadi
Purwoto yang didampingi Kasi Pidsus M Irwan, ketika dikonfirmasi
Mata Banua, Kamis (18/11) kemarin, pihaknya masih melakukan
penyelidikan untuk mengumpulkan bukti©bukti awal.
Á Á"Kasus ini sebenarnya rahasia dan masih dalam penyelidikan
untuk mengumpulkan bukti©bukti awal, dan apabila sudah ke tingkat
penyidikan kita akan panggil rekan©rekan wartawan untuk ekspos,"
katanya singkat. Ã Ãris/adi

No comments: