Friday, November 26, 2010

Korban Mutilasi Dibawa Pulang

BANJARMASINÄ Ä © Meskipun ada potongan anggota tubuh korban mutilasi
belum ditemukan, namun keluarga tetap bersikeras untuk membawa
pulang jasad untuk dikuburkan.
Á ÁJumat (26/11) sore kemarin, Norhasanah kakak korban mutilasi
dan beberapa kerabatnya datang ke RSUD Ulin Banjarmasin, bersama
anggota Polres Banjar.
Á ÁKedatangan mereka ke rumah sakit untuk menjemput jasad
Fatmawati (16) yang telah beberapa hari berada di ruang pendingin
kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin.
Á ÁDikatakan Norhasanah, kedatangan mereka untuk membawa pulang
jasad korban agar secepatnya dikuburkan, karena sudah terlalu lama
berada di kamar mayat.
Á ÁDisinggung bagaimana dengan potongan tubuh korban yang belum
ditemukan, wanita beranak satu ini mengatakan kalau itu urusannya
belakangan.
Á Á"Dan kalau potongan tubuh yang lain ditemukan pastinya akan
dikuburkan pula, dan dikumpulkan bersama anggota tubuh korban yang
ada ini," katanya.
Á Á"Kita kasihan sama ibu dan jasad korban yang telah lama
menunggu," ungkapnya.
Á ÁKorban dikuburkan tidak jauh dari tempat tinggal ibunya,
jaraknya sekitar 100 meter dari pemakaman di kawasan Jl Guntung
Harapan RT 34/5, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan
Ulin, Banjarbaru.
Á ÁKemungkinan faktor lain, karena biaya, sebab menurut informasi
biaya rumah sakit untuk penyimpanan jasad korban itu Rp23 ribu per
jamnya.
Á ÁDalam pengambilan jasad korban itu, keluarga korban sempat
menunjukkan kepada pihak rumah sakit, surat keterangan tidak mampu
dari Pemerintah Kota Banjarbaru agar mendapat keringanan.
Á ÁSekedar diketahui, bahwa beberapa waktu lalu warga di seputar
Kompleks Lutfia Tunggal dan dekat Kompleks Permata, Bincau,
Martapura, Kabupaten Banjar dikejutkan ditemukannya secara tak
sengaja oleh seorang warga, empat potongan bagian tubuh manusia
berjenis kelamin perempuan yang diduga adalah korban mutilasi,
Jumat (19/11) sekitar pukul 18.00 Wita.
Á ÁPotongan bagian tubuh tersebut dimasukkan dalam tas ransel
warna hitam bertuliskan Honda Revo yang hanyut di saluran irigasi.
Potongan yang ditemukan tanpa sengaja itu terdiri dari kepala,
tangan kanan dan tangan kiri serta kaki kiri, sedangkan potongan
tubuh dan kaki kanan masih misterius.
Á ÁDan Senin (22/11) sore, potongan kaki kanan tubuh korban
mutilasi ditemukan warga mengapung di permukaan air Sungai Bincau
RT 4 Martapura. Bagian potongan kaki kanan hingga pinggul yang
ditemukan warga sekitar tersebut, mengapung nyangkut bersama eceng
gondok tanpa alas atau bungkus, sekitar pukul 16.30 Wita.
Á ÁSementara diinformasikan, polisi masih berupaya mencari
tersangka pembunuh Fatma termasuk mencari bagian dada dan perut
korban.Ã Ã ris/adi

No comments: