Monday, November 22, 2010

Kejari Banjarmasin Panggil 10 Saksi

BANJARMASINÄ Ä © Dua pegawai Dinas Pasar Kota Banjarmasin telah
ditetapkan sebagai tersangka, terkait kasus perjalanan fiktif, oleh
pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin.
Á ÁUntuk menindaklanjuti kasus tersebut, rencana pihak Kejari
Banjarmasin akan memanggil sepuluh saksi untuk dimintai keterangan.
Á ÁKajari Banjarmasian melalui Kasi Pidsus M Irwan SH, saat
ditemui wartawan, Senin (22/11) mengatakan, pihaknya akan
mempercepat proses hukum kasus korupsi perjalanan dana fiktif, dan
proses penyidikan kasus tersebut ditargetkan rampung sebelum
Januari 2011.
Á Á"Mudah©mudahan berkas perkara akan rampung dalam dua bulan
terakhir ini," katanya.
Á ÁDengan rampungnya berkas perkara itu, lanjutnya, maka
secepatnya akan dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin untuk
disidangkan.
Á ÁSaat ini, pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan untuk
sepuluh saksi terkait, dan rencananya akan dimintai keterangannya
besok, Selasa (23/11).
Á ÁDalam kasus korupsi Dinas Pasar Kota Banjarmasin, pihak Kejari
Banjarmasin sudah menetapkan dua tersangka, yakni Kepala Dinas
Pasar Banjarmasin Suka, dan bawahannya yang menjabat sebagai
Penjabat Pembuat Teknik Kegiatan (PPTK) bernama Mari.
Á ÁBawahannya itu dijadikan tersangka, dikarenakan berperan
sebagai pejabat pelaksana tekhnis kegiatan dengan memanipulasi
surat perintah jalan.
Á Á"Kerugian negara dalam kasus itu kurang dari Rp 100 juta,"
beberanya.
Á ÁDisinggung apakah akan ada penambahan tersangka nantinya,
Irwan belum bisa memastikan, karena untuk saat ini pihaknya hanya
melihat dua orang yang berperan dalam kasus itu, sehingga layak
dijadikan tersangka.
Á ÁSementara itu, Walikota Banjarmasin H Muhidin mengaku masih
belum menerima berita laporan dari Dinas Pasar ataupun Kejari
terkait adanya pemeriksaan kasus tindak korupsi yang dilakukan oleh
Kepala Dinas Pengelolaan Pasar, Suka.
Á Á"Terus terang saya baru tahu dari kalian bahwa Kejari telah
menetapkan tersangkanya," ucap Muhidin, di Kantor Dinas Kesehatan
Kota Jalan Pramuka Banjarmasin, Senin (22/11).
Á ÁNamun, paparnya, jika itu memang terkait kasus korupsi maka
pihaknya selaku pucuk pimpinan di lingkungan Pemko Banjarmasin
tidak akan menghalang©halangi proses tersebut. Terlebih lagi jika
kasus tersebut telah merugikan negara cukup besar.
Á ÁSementara itu sejak kasus korupsi menerpa di lingkungan Dinas
Pasar Kota Banjarmasin, Kepala Dinas Drs H Suka yang sebelumnya
cukup aktif mengikuti kegiatan yang dilakukan Pemko, kemarin
(22/11) saat acara kegiatan Musrenbang tak terlihat.
Á ÁSedangkan Kajari Banjarmasin Hadi Purnamo SH yang menghadiri
pembukaan kegiatan Musrenbang, langsung menuju ruang Walikota
Banjarmasin H Muhidin.
Á Á"Sungguh saya hanya makan biasa sebagai unsur Muspida dan tak
ada masalah yang urgen dibicarakan dengan Pak Walikota," kata
Purnomo sambil menuju mobil dinasnya. Ã Ãris/via/adi

No comments: