Wednesday, November 10, 2010

Kasus Mark Up Pagar Bandara Tanbu Ke Penyidikan

BANJARMASIN © Kasus dugaan mark up proyek pagar Bandara Batulicin
di lingkup Dinas Perhubungan (Dishub) Tanah Bumbu (Tanbu) naik ke
penyidikan, Rabu (10/11).
Á ÁDalam kasus ini, negara diperkirakan telah dirugikan sekitar
Rp178.227.013. Kejaksaan Negeri (Kejari) Batulicin menetapkan
seorang tersangka yang berinisial S. Á p p 2 Á
Á ÁDiketahui, S merupakan pemimpin kegiatan peningkatan pelayanan
jasa pada Bandara Batulicin. Penetapan S sebagai tersangka atas
kasus dugaan mark up itu dibenarkan oleh Kajati Kalsel Didiek
Sukarno melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel, Rajendra SH,
kemarin.
Á ÁMenurut Rajendra, kuat dugaan, modus korupsi terletak pada
penggelembungan anggaran biaya pembangunan pagar. Di samping itu,
petugas kejaksaan menemukan adanya kejanggalan pada volume
pekerjaan.
Á Á"Ada sejumlah ruas pagar yang tidak dikerjakan. Dugaan mark up
ada pada RAB," katanya.
Á ÁAdapun nilai proyek pembuatan pagar bandara itu sekitar Rp450
juta dan dilaksanakan dalam tahun anggaran (TA) 2007. "Dugaan
sementara, kerugian yang diakibatkan mark up proyek senilai
Rp178.227.013. Pelaku atau tersangka adalah S, pemimpin kegiatan
peningkatan pelayanan jasa Bandara Batulicin," cetusnya.
Á ÁS dijerat dengan pasal 2 atau pasal 3 UU No 31 Tahun 1999
tentang Pemberantasan Tipkor. Proses penyidikan sendiri masih
dilaksanakan di Kejari Batulicin. Ã Ãadi

No comments: