Wednesday, November 3, 2010

Kasus Gratifikasi BPN Banjar Segera Disidang

MARTAPURAÄ Ä © Kasus dugaan gratifikasi dan atau pemerasan dengan
tersangka Kepala BPN Banjar, ESN (52), segera disidangkan.
Tersangka ESN yang tercatat beralamat di Jl Pramuka Gg Sarikaya
Banjarmasin ini dibawa oleh tiga penyidik Kejaksaan Agung
(Kejagung), yakni Yulianto SH, Asep Mulyana SH, dan Harjo SH dari
Jakarta ke Banjarmasin dengan menumpang pesawat Garuda dan tiba di
Bandara Syamsudin Noor, Selasa (2/11) pukul 09.00 Wita.
Á ÁBegitu tiba di bandara, tersangka dibawa ke Kejaksaan Tinggi
(Kejati) Kalsel, kemudian dibawa ke Kejaksaan Negeri (Kejari)
Martapura beserta barang bukti dengan menggunakan mobil Honda Jazz
warna silver.
Á ÁKajari Martapura, Zulhadi Savitri Noor SH MH, Selasa (2/9)
siang mengatakan, setelah pihaknya menerima tahap kedua dari
Kejagung, secepatnya kasus ini dilimpahkan ke Pengadilan Negeri
(PN) Martapura untuk disidangkan.
Á Á"Tersangka sudah menjalani cek kesehatan di klinik Polres
Banjar dan berkasnya sudah lengkap, maka segera dilimpahkan ke PN
Martapura, dan hari ini juga tersangka masuk ke LP Martapura,"
tandas Zulhadi.
Á ÁZulhadi menjelaskan, untuk sementara tersangka diduga
melakukan gratifikasi dan atau pemerasan dan pungutan liar tanpa
ada ketentuan yang mengatur.
Á ÁTersangka diduga melanggar pasa 11 jo pasal 12 UU No 20 Tahun
2001 tentang Perubahan UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan
Tipikor.
Á ÁUntuk pasal 11, tersangka diancam hukuman penjara paling
singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dengan denda paling
sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta.
Á ÁSedangkan untuk pasal 12, ancaman penjara paling singkat empat
tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp200
juta dan paling banyak Rp1 miliar.
Á Á"Barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp32 juta dan Rp46
juta, juga kartu ATM, buku tabungan dan tiga buah Hpe," ujarnya.
Á ÁKasi Penkum Kejati Kalsel, Rajendra mengatakan, tersangka
dibawa dari Jakarta dengan didampingi tiga orang penyidik dari
Kejagung.
Á Á"Berangkat pukul 06.00 dan tiba di Banjarmasin pukul 09.00Ô h) 0*0*0*° ° Ô Wita. Begitu tiba langsung dibawa ke Kejati untuk penelitian
tersangka dan barang bukti, kemudian diserahkan ke Kejari
Martapura," ujarnya.
Á ÁRajendra menambahkan, tersangka ditangkap saat di Bandara
Soekarno©Hatta, namun karena tersangka statusnya sebagai kepala BPN
Martapura maka kasusnya dilimpahkan ke Kejari Martapura.
Á ÁSementara itu, meskipun mendapat cukup banyak perhatian dari
warga yang kebetulan berada di Polres Banjar, tersangka tampak
tenang. Begitu pula saat para wartawan mengerumuninya untuk
mengambil foto.
Á ÁESN diduga mengenakan tarif ilegal terhadap para notaris yang
kebetulan mengurus transaksi dan surat tanah di BPN Banjar.
Kejadian gratifikasi diduga berlangsung sudah lama dan sangat
meresahkan para notaris. Akibatnya, biaya pengurusan surat tanah
membengkak dari ketentuan standar.Ã Ã dio/adi

No comments: