Monday, November 22, 2010

Kasus 10 Ribu Ton Gula Terkesan Ditutupi

BANJARMASINÄ Ä © Dimana ada gula disitu ada semut ujar pepatah, begitu
juga saat tangkapan 10 ribu ton gula milik PT Makassar Cena saat
bongkar muat barang di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin oleh petugas
Tipiter Sat Reskrim Polresta Banjarmasin tiga hari yang lalu seakan
ditutupi oleh aparat.
Á ÁPara kuli tinta berupaya mengonfirmasi kasus itu, namun
petugas terkesan menutupi. Bersyukur ada warga yang mencium hingga
kasusnya menggeliat, Sabtu (20/11) sekira sore hari.
Á ÁSeperti yang diceritakan salah satu warga masyarakat, yang
minta namanya disembunyikan, Sabtu sore ada penyitaan 10 ribu ton
gula dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin oleh pihak Sat Reskrim
Mapolresta Banjarmasin. "Tapi kenapa tak ada pemberitaan di media
baik cetak dan media elektronik lokal dan nasional," katanya dengan
nada keheranan.
Á ÁDari informasi terhimpun, pada Sabtu sore (20/11) lalu,
petugas Sat Reskrim Mapolresta Banjarmasin dari Unit Tipiter
mengamankan 10 ribu ton gula pasir rafinasi dari 142 kontainer yang
akan diturunkan dari kapal angkut penumpang dan barang.
Á ÁDari jumlah sebanyak itu hanya 9 ribu ton gula yang disita
petugas, satu ribu ton gula pasir belum diketahui kemana, ataukah
mungkin gula itu ada surat izin edar masuk Kalsel.
Á ÁKetua Distributor Asosiasi Gula Bersatu Kalsel dan Kalteng H
Aftahuddin saat dimintai komentarnya melalui telepon seluler,
membenarkan ada tangkapan 10 ribu gula oleh pihak Sat Reskrim
Mapolresta Banjarmasin. "Yang jelas tangkapan gula itu benar
adanya," ujar pengusaha gula itu menutup komunikasi.
Á ÁHumas Pelindo III Sudarti saat dikonfirmasi via telepon
seluler, juga membenarkan ada sitaan gula pasir rafinasi sebanyak
10 ribu ton dari 142 kontainer yang ada. "Namun untuk lebih jelas
silakan hubungi divisi konvensional," katanya singkat memutus
pembicaraan.
Á ÁSat Reskrim Mapolresta saat dikonfirmasi melalui Kanit Tipiter
Aiptu Sumarno SH, Senin (22/11) kemarin pagi, jawabannya sangat
bertolak belakang dengan informasi yang diberikan masyarakat. "Sama
sekali dari Unit Tipiter tak ada kasus tangkapan ribuan ton gula
pasir rafinasi, di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Dari mana
informasi itu," ucapnya sambil berlalu.
Á ÁIronisnya jawaban yang diberikan Kanit itu berbeda jauh dengan
atasannya Wakasat Reskrim AKP Afner Juwono SH SIK. "Benar ada
tangkapan ribuan ton gula pasir rafinasi oleh Unit Tipiter. Tapi
saya tak menguasai kasusnya, baik penangkapan serta kronologis.
Jadi saya tak bisa berikan komentar. Silakan langsung ke Kasat
Reskrim Kompol Suhasto SIK," katanya seperti menyembunyikan
sesuatu.
Á ÁKasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto SIK saat
dikonfirmasi Senin (22/11) kemarin menjelaskan, kasus sitaan 10
ribu ton atau 142 kontainer berisi gula pasir rafinasi masih dalam
tahap penyelidikan. Diakuinya pemilik ribuan ton gula itu sedang
dalam pemeriksaan petugas penyidik.
Á ÁDalam pantaun di Sat Reskrim Mapolresta Senin (22/11),
terlihat salah seorang pengusaha gula pasir yang diketahui bernama
H Benny sedang diperiksa petugas Tipiter Sat Reskrim Mapolresta
Banjarmasin. Sekian waktu ditunggu ia tak keluar©keluar dari unitÔ h) 0*0*0*° ° Ô itu, dan upaya jurnalis mau mengabadikan gambarpun terhalang pintu
yang selalu dalam keadaan tertutup. Ã Ãzal/adi

No comments: