Friday, November 5, 2010

Kasi Intel Dan Ormas Sama©sama Ngotot

BANJARMASINÄ Ä © Pos Kepedulian Masyarakat Banjarbaru menilai, oknum
jaksa melakukan pembohongan publik, dan diduga sengaja untuk
melakukan penggelapan perkara di wilayah Kejaksan Negeri (Kejari)
Pelaihari.
Á ÁBahkan dugaan kasus tindak pidana korupsi yang ditangani oleh
pihak kejaksaan setempat telah dilaporkan Ketua Pos Kepedulian
Masyarakat ke Ombudsman RI dengan surat nomor: 135/BKM©BJB/X/2010.
Á ÁLaporan itu juga telah ditanggapi pihak Ombudsman RI dengan
melayangkan surat kepada Kajari Pelaihari dengan nomor:
0364/KLA/0412.2010/MM©09/IX/2010.
Á ÁPihak Kejari Pelaihari juga telah mengirimkan jawaban tentang
laporan ormas tersebut yang mengaitkan seksi intelijennya yang
diduga dengan sengaja telah melakukan penggelapan perkara.
Á ÁJawaban perihal penjelasan upaya penanganan dugaan tindak
pidana korupsi di Kabupaten Tanah Laut (Tala) juga telah dikirim ke
pihak Ombusdman RI dengan nomor B.06/Q.3.18/Dek.3/07/2010. dan
ditandatangani Kasi Intel Kejari Pelaihari, Safwan Wahyopie SH MH.
Á ÁDalam laporannya, Ketua Pos Kepedulian Masyarakat, Kasirin
menyatakan bahwa selama ini ada empat kasus tindak pidana korupsi
yang telah ditangani Kasi Intel Kejari Pelaihari jalan di tempat.
Á ÁIa menuding bahwa oknum jaksa bohong besar, karena diduga
sengaja untuk menggelapkan perkara.
Á ÁKetika dikonfirmasi, lanjut Kasirin, Kejari Pelaihari
mengatakan tidak pernah menerima laporan dari masyarakat maupun LSM
tentang adanya penyalahgunaan wewenang.
Á ÁPadahal jelas betul laporan itu ada hingga sampai ke Ombusdman
RI. Dalam laporannya, kasus tindak pidana korupsi, jelas©jelas
bukan delik aduan jadi penanganan atau pengusutannya tidak harus
menunggu adanya laporan LMS, masyarakat, ataupun perorangan,
melainkan dapat pula dari media cetak dan eletronik. Menurutnya,
kasus dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Tala sangat banyak.
Á ÁMereka berpendapat bahwa pihak Kejari Pelaihari melalui Kasi
Intel tidak tanggap dalam mengungkap kasus tindak pidana korupsi
dan tidak sesuai dengan apa yang telah diinginkan masyarakat.
Á ÁKasus©kasus korupsi itu mereka anggap merupakan tanggungjawab
Kasi Intel atau yang lainnya, dan bukan tanggung jawab Kajari
Pelaihari.
Á ÁAdapun dugaan kasus tindak pidana korupsi, yakni dana jaringan
pada Dinas PU, dana penyertaan modal pemerintah daerah kepada
Perusahan Daerah Air Minum Manuntung Berseri, proyek pembangunan
Masjid Syuhada, dan SK tentang honor fiktif pada Dinas PU.
Á ÁMenurut Kasirin ketika dikonfiramsi melalui telpon selularnya,
apa yang telah ia buat itu kenyataannya, dan ia katakan bahwa
mereka telah melaporkan adanya dugaan kasus tindak pidana korupsi
tersebut dua kali ke Kejari Pelaihari, namun dikatakan Kasi Intel
Kejari Safwan Wahyopie SH MH, pihaknya tidak pernah menerima
laporan dari ormas mereka.
Á Á"Kasi intel itu bohong, kita sudah dua kali melapor ke
Kejari," jelas Kasirin.
Á ÁSedangkan, menurut Kasi Intel Kejari Pelaihari Safwan Wahyopie
SH MH, saat dikonfirmasi melalui via telpon selularnya, juga tetap
mengatakan kalau dirinya tidak pernah menerima laporan yang
dimaksud Kasirin.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ Á"Saya tidak pernah menerima laporan itu dan semua sudah
jelaskan melalui hak jawab ke Ombusdman. Kalau memang mereka begitu
suruh saja mereka melapor lagi," katanya. Ã Ãris/adi

No comments: