Tuesday, November 23, 2010

Kalau Cukup Bukti Tidak Perlu Banyak Saksi

BANJARMASINÄ Ä © Kejari Banjarmasin, Selasa (23/11) kemarin telah
panggil beberapa orang saksi dari staf pengelolan Dinas Pasar Kota
Banjarmasin, untuk dimintai keterangannya.
Á ÁMenurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) M Irwan SH,
memang rencananya ada 10 saksi yang akan dipanggil, namun secara
bertahap atau bergiliran.
Á Á"Untuk hari ini (Selasa 23/11) pihak kita telah memanggil dua
orang saksi dari staf pengelola Dinas Pasar Kota Banjarmasin untuk
dimintai keterangannya," katanya.
Á ÁAkan tetapi, lanjutnya, dari dua yang dipanggil tersebut,
hanya satu orang saja yang bisa hadir, karena satunya berhalangan.
Adapun kedua yang telah dipanggil yakni, Dra Linda dan Masniah.
Á Á"Yang bisa datang memenuhi panggilan hari ini dan telah
dimintai keterangannya adalah Masniah, sedangkan Dra Linda tak bisa
datang karena berhalangan," ungkapnya
Á ÁAkan tetapi, lanjutnya, bila semua bukti telah cukup, dan
berdasarkan keterangan saksi, maka pihaknya tidak perlu sampai
banyak memanggil saksi.
Á Á"Satu saksi saja bisa, kalau memang buktinya telah kuat,"
katanya lagi.
Á ÁSebelumnya diberitakan, dua pegawai Dinas Pasar Kota
Banjarmasin telah ditetapkan sebagai tersangka, terkait kasus
perjalanan fiktif.
Á ÁKajari Banjarmasian melalui Kasi Pidsus M Irwan SH, saat
ditemui wartawan mengatakan, pihaknya akan mempercepat proses hukum
kasus korupsi perjalanan dana fiktif, dan proses penyidikan kasus
tersebut ditargetkan rampung sebelum Januari 2011.
Á ÁDalam kasus korupsi Dinas Pasar Kota Banjarmasin, pihak Kejari
Banjarmasin sudah menetapkan dua tersangka, yakni Kepala Dinas
Pasar Banjarmasin Suka, dan bawahannya yang menjabat sebagai
Penjabat Pembuat Teknik Kegiatan (PPTK) bernama Mari.
Á ÁBawahannya itu dijadikan tersangka, dikarenakan berperan
sebagai pejabat pelaksana teknis kegiatan dengan memanipulasi surat
perintah jalan. Kerugian negara dalam kasus itu kurang dari Rp100
juta. Ã Ãris/adi

No comments: