Tuesday, November 23, 2010

Jangan Menggoreng©goreng Perkara

BANJARMASIN Ä Ä© Pihak Kejati Kalsel, mulai menunjukan taringnya, ini
terbukti dengan diprosesnya beberapa kasus dugaan tindak pidana
korupsi yang sudah dalam tahap tingkat penyidikan.
Á ÁSaat ini ada beberapa kasus tindak pidana korupsi yang telah
ditangani pihak kejaksaan sudah memasuki tahap penyidikan dan
tersangka dalam kasus tersebut juga sudah dikantongi.
Á ÁUntuk menyempurnakan berkas tersebut pihak kejaksaan telah
melakukan pemanggilan saksi©saksi, dan bila keterangan saksi telah
cukup, maka para tersangka yang sudah dikantongi akan dipanggil dan
diperiksa.
Á ÁAda beberapa kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sudah
memasuki tahapan penyidikan yang telah ditangani pihak Kejati dan
kejari lain, yakni yang terjadi di daerah Kotabaru, Tanah Bumbu,
Banjar, dan Banjarmasin.
Á ÁDikatakan Kajati Kalsel Didiek Soekarno SH di sela©sela acara
sertijab Wakajati Kalsel, kejaksaan merupakan salah satu penegak
hukum yang diharapkan masyarakat dalam pemberantasan kasus korupsi
sampai ke akar©akarnya tanpa ada istilah tebang pilih.
Á ÁKepercayaan masyarakat tersebutlah yang mendorong pihak
kejaksaan berupaya untuk meningkatkan kinerjanya secara profesional
dalam melakukan penanganan sebuah kasus.
Á Á"Kalau memang selama ini dilakukan penyelidikan dalam suatu
perkara, dan secara hukum memang ada alat bukti yang mendukung,
maka semua harus sampai ke muara persidangan, agar masyarakat
maklum dan bisa tahu kalau pihak kejaksaan juga benar©benar
berusaha secara optimal," tegasnya.
Á Á"Kalau pun akhir©akhir ini ada kesan masyarakat memandang
kejaksaan kurang mendapat kepercayaan masyarakat, dengan cara kita
kerja jujur, tanggung jawab, kredibel disertai tingkah laku yang
tidak tercela, saya berkeyakinan nantinya masyarakat akan pulih
kepercayaannya," ungkapanya.
Á Á"Oleh karena itu untuk memulihkan pencitraan kejaksaan, maka
saya menginstruksikan jangan menggoreng©goreng perkara, dan semua
perkara harus ke muara penyidikan, manakala alat bukti pendukung
secara hukum sudah cukup," tandasnya.
Á Á"Kalau memang tidak terbukti mengapa harus dilama©lamakan,"
pungkasnya.
Á Á"Saya mengharapkan kepada kejari©kejari yang telah melakukan
penanganan perkara korupsi segera ekspos dan gelar perkaranya,
supaya kita bisa menilai benar atau tidak terdapat alat buktinya,
dan masyarakat juga tahu kalau pihak kejaksaan telah berupaya
melakukan penanganan kasus," katanya lagi.
Á ÁDalam acara serah terima jabatan yang dilaksanakan di aula
Kejati Kalsel kemarin, ada dua pejabat yang mengalami pergeseran,
yakni Wakajati Kalsel dan Kajari Tanjung.
Á ÁUntuk Wakajati Kalsel, dulunya dipegang R Nasrudien SH
kemudian diganti Budiono SH. Sementara itu Akhmad Haris SH, sebagai
Kajari Tanjung yang lama digantikan oleh Aksyam SH.
Á ÁDalam sambutannya, Kajati Kalsel Didiek Soekarno mengatakan, Ô h) 0*0*0*° ° Ô pergantian jabatan atau pergeseran kedudukan merupakan hal yang
wajar dan biasa terjadi di lingkungan kejaksaan, dalam rangka
penyegaran, namun tetap komitmen untuk meningkatkan kinerja para
anggotanya. Ã Ãris/adi

No comments: